Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 
DONGENG MAJALAH BOBO 2
Bobo Membaca

 
 

  Istana Bunga

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin.

   Selengkapnya....

 
 

  Jian Anjing Dan Raku Kura-kura

Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. "Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti."
"Kok mendadak begini?" tanya Bu Mia heran.

   Selengkapnya....

 
 

  Bunga Cheri

Di suatu puri, hiduplah seorang bangsawan dengan putri tunggalnya yang jelita, bernama Manuella. Orang-orang biasa memanggilnya Putri Manu. Sejak kecil Manuella tidak memiliki ibu lagi. Ayahnya sangat menyayanginya.

   Selengkapnya....

 
 

  Penculikan Tabib Istana

Tabib Akhsay sudah lebih sepuluh tahun menjadi tabib istana. Cara pengobatannya dengan ramuan obat yang sederhana telah berulang kali menyembuhkan penyakit keluarga istana. Itu sebabnya berita hilangnya Tabib Akhsay dari rumahnya membuat seisi istana cemas.

   Selengkapnya....

 
 

  Putri Seorang Saudagar

Konon duluuuu sekali, adalah seorang saudagar yang kaya. Dia mempunyai tiga orang putri. Ketiganya berparas cantik. Sulung memiliki tubuh yang ramping. Karena itu dia senang sekali memakai baju yang bagus-bagus. Tengah mempunyai kulit yang halus lembut.

   Selengkapnya....

 
 

  Ketika Pangeran Mencari Isteri

Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan yang diperitah seorang raja yang bijaksana. Namanya Raja Henry. Raja Henry yang telah tua itu ingin segera turun takhta. Raja Henry memiliki seorang anak bernama Pangeran Arthur.

   Selengkapnya....

 
 

  David Sayang Papa

David duduk di bangku taman sambil menggoyang-goyangkan kakinya lesu. Doggy, anjing kecilnya, menguik-nguik mengitari kaki majikan kecilnya. "Jangan bersedih. Ayo, kita bermain," mungkin itu yang ingin dikatakan Doggy.

   Selengkapnya....

 
 

  Percayai Aku Bunda...

Hampir sampai, nih! Jingga menepuk bahu Galih yang dari tadi bengong. Galih menoleh sambil tersenyum, berusaha menyembunyikan kekagetannya. Tapi... Astaga! Galih menepuk dahinya. Kenapa, Lih?

   Selengkapnya....

 
-- Sebelumnya || Dongeng Majalah Bobo --

 

 



 

       

Dongeng Majalah Bobo
   









           

       






 
X