Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Transmisi Data

Masih semangat untuk mempelajari teknologi digital?
Tetap semangat karena dengan materi pertama dan kedua kamu sudah tahu tentang konsep teknologi digital dan perkembangan media penyimpanan data, untuk materi ketiga kamu akan mempelajari mengenai transmisi data yang meliputi pengetahuan dasar mengenai bilangan yang biasa digunakan pada sistem digital yaitu bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal. Kemudian kamu akan mempelajari mengenai sinyal yaitu sinyal analog dan sinyal digital terakhir kamu akan mempelajari media transmisi data.

  1. Bilangan Desimal, Biner, Oktal, dan Heksadesimal

  2. Banyak sistem bilangan yang dapat dipakai dalam melaksanakan perhitungan. Namun ada beberapa sistem bilangan yang telah jarang dipakai bahkan sudah tidak dipakai sama sekali lagi dan ada pula sistem bilangan yang hanya dipakai pada hal-hal tertentu saja. Sistem bilangan limaan (quinary), dipergunakan oleh orang Eskimo dan orang Indian di Amerika Utara zaman dahulu.

    Karena semua perangkat elektronika digital merupakan sistem digital yang bersifat saklar (switch), sistem bilangan yang paling sesuai untuk perangkat ini adalah sistem bilangan biner (binary). Kemudahan dalam mengkonversi bilangan biner ke bilangan oktal atau heksadesimal (dan sebaliknya) membuat bilangan oktal dan heksadesimal juga banyak dipakai dalam dunia digital, terutama pada proses pengkodean.

    Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yaitu :

    1. Bilangan Desimal

    2. Sistem bilangan desimal merupakan bilangan yang biasa digunakan oleh manusia dalam berhitung. Sistem bilangan ini terdiri dari 10 angka (atau lambang), yaitu
      D = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Sistem bilangan desimal disebut juga sebagai sistem bilangan basis 10, karena memiliki anggota angka (lambang) sebanyak 10 buah. Ciri suatu bilangan desimal adalah adanya tambahan subskrip des atau 10 di akhir bilangannya. Namun, bilangan tanpa subskrip apapun juga dapat dikatakan sebagai bilangan desimal.

      Contoh :
      421des = 42110 = 421

      Konversi bilangan desimal ke biner
      Sedangkan untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk bilangan biner, dilakukan dengan cara membagi secara berulang-ulang bilangan desimal tersebut dengan angka 2 sampai bilangan desimal tersebut tidak dapat dibagi lagi. Sisa dari setiap pembagiannya merupakan hasil bit yang didapat. Untuk mengkonversi bagian bilangan pecahannya, dilakukan dengan cara mengalikan bilangan pecahan tersebut secara berulang-ulang dengan angka 2 sampai hasil kalinya sama
      dengan 0 atau hasilnya berulang.

      Bilangan di depan koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil bit yang didapat.

      Contoh :



    3. Bilangan biner

    4. Sistem bilangan biner merupakan sistem bilangan basis dua. Pada sistem bilangan ini hanya dikenal dua lambang, yaitu B = 0, 1. Digit bilangan biner dinamakan binary digit (bit). Empat bit bilangan biner dinamakan nibble. Delapan bit dinamakan byte. Sejumlah bit yang terdiri dari karakter berupa huruf, angka, atau lambang khusus dinamakan word.

      Ciri suatu bilangan biner adalah adanya tambahan subskrip bin atau 2 di akhir bilangannya.

      Contoh :
      10101011bin = 101010112

      Konversi bilangan biner ke desimal
      Seperti yang dikatakan pada artikel sebelumnya, bahwa sistem bilangan biner merupakan bilangan yang berbasiskan 2 (X2), sehingga digunakan 2X untuk mengkonversikannya ke dalam bentuk bilangan desimal.

      Contoh :



      Konversi bilangan desimal ke biner
      Sedangkan untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk bilangan biner, dilakukan dengan cara membagi secara berulang-ulang bilangan desimal tersebut dengan angka 2 sampai bilangan desimal tersebut tidak dapat dibagi lagi. Sisa dari setiap pembagiannya merupakan hasil bit yang didapat. Untuk mengkonversi bagian bilangan pecahannya, dilakukan dengan cara mengalikan bilangan pecahan tersebut secara berulang-ulang dengan angka 2 sampai hasil kalinya sama
      dengan 0 atau hasilnya berulang.

      Bilangan di depan koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil bit yang didapat.



    5. Bilangan Oktal

    6. Sistem bilangan oktal merupakan sistem bilangan basis delapan. Pada sistem bilangan ini terdapat delapan lambang, yaitu O = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Karena oktal dan heksa merupakan pangkat dari dua, maka kedua sistem bilangan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat. Bilangan oktal berkaitan dengan prinsip biner. Ciri sistem bilangan oktal adalah adanya tambahan subskrip okt
      atau 8 di akhir bilangannya.

      Contoh :
      1161okt = 11618

      Konversi bilangan oktal ke desimal
      Seperti yang dikatakan pada artikel sebelumnya, bahwa sistem bilangan oktal merupakan bilangan yang berbasiskan 8 (X8), sehingga digunakan 8X untuk mengkonversikannya ke dalam bentuk bilangan desimal.

      Contoh :

      11618 = ……….. 10

      11618 = (1 x 83) + (1 x 82) + (6 x 81) + (1 x 80)
      ...........= 512 + 64 + 48 + 1
      ...........= 62510

      Konversi bilangan desimal ke oktal
      Sedangkan untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk bilangan oktal, cara yang digunakan sama seperti pada konversi bilangan desimal ke biner, namun bilangan pembagi pada bilangan oktal adalah angka 8, karena sistem bilangan oktal adalah bilangan dengan basis delapan. Untuk mengkonversi bagian bilangan pecahannya, dilakukan dengan cara mengalikan bilangan pecahan tersebut secara berulang-ulang dengan angka 8 sampai hasil kalinya sama dengan 0 atau hasilnya berulang. Bilangan di depan koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil bit yang didapat.

      Contoh :



      Konversi bilangan oktal ke biner
      Mengkonversi bilangan oktal ke bilangan biner caranya lebih mudah dibandingkan dengan mengkonversi bilangan oktal ke bilangan desimal, yaitu dengan cara mengkonversi setiap satu digit bilangan oktal ke dalam bentuk 3-bit binernya.

      Contoh :



      Konversi bilangan biner ke oktal
      Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan oktal, caranya adalah dengan mengelompokan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai dari LSB (bagian paling kanan untuk bilangan bulat dan bagian paling kiri untuk bilangan pecahan) lalu mengkonversi setiap 3-bit bilangan biner tersebut ke dalam bentuk bilangan oktalnya.

      Contoh :



    7. Bilangan Heksadesimal

    8. Sesuai namanya, sistem bilangan heksadesimal ini merupakan sistem bilangan basis enam-belas. Penerapan format heksadesimal banyak digunakan pada penyajian lokasi memori, penyajian isi memori, kode instruksi, dan kode yang merepresentasikan alfanumerik dan karakter non-numerik. Pada sistem bilangan ini terdapat enam-belas lambang, yaitu H = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Ciri bilangan heksadesimal adalah adanya tambahan subskrip heks atau 16 di akhir bilangannya.

      Contoh :



      Konversi bilangan desimal ke heksadesimal
      Untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk bilangan heksadesimal, cara yang digunakan sama seperti pada konversi bilangan desimal ke biner atau oktal, namun bilangan pembagi pada bilangan heksadesimal adalah angka 16, karena sistem bilangan heksadesimal adalah bilangan dengan basis enam-belas. Untuk mengkonversi bagian bilangan pecahannya, dilakukan dengan cara mengalikan bilangan pecahan tersebut secara berulang-ulang dengan angka 16 sampai hasil kalinya sama dengan 0 atau hasilnya berulang.

      Bilangan di depan koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil bit yang didapat.

      Contoh :



      Konversi bilangan heksadesimal ke biner
      Mengkonversi bilangan heksadesimal ke bilangan biner caranya mirip seperti cara mengkonversi bilangan oktal ke bilangan biner, namun pada bilangan heksadesimal ada sedikit perbedaan, yaitu mengkonversi setiap satu digit bilangan heksadesimal ke dalam bentuk 4-bit binernya.

      Contoh :



      Konversi bilangan biner ke heksadesimal
      Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan heksadesimal, caranya adalah dengan mengelompokan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 4-bit mulai dari LSB (bagian paling kanan untuk bilangan bulat dan bagian paling kiri untuk bilangan pecahan) lalu mengkonversi setiap 4-bit bilangan biner tersebut ke dalam bentuk bilangan heksadesimalnya.

      Contoh :



      Untuk lebih memahami konversi bilangan maka cobalah simulasi berikut :


  3. Sinyal Analog

  4. Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog.


    Sumber: http://blog.ub.ac.id/


    Gelombang pada Sinyal Analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

    • Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
    • Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
    • Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu


  5. Sinyal digital

  6. Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalamogi. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digitai perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal Digital juga biasanya disebut juga Sinyal Diskret.


    Sumber: www.technologyuk.net


    Sistem Sinyal Digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. Digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). Besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). Jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.

    Teknologi Sinyal Digital ini juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Teknologi Sinyal Analog. Di antaranya adalah di bawah ini :

    • Penggunaan yang berulang–ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.

    • Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk

    • Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.

    • Untuk menyimpan hasil pengolahan, sinyal digital lebih mudah dibandingkan sinyal analog. Untuk menyimpan sinyal digital dapat menggunakan media digital seperti CD, DVD, Flash Disk, Hardisk. Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.

    • Lebih kebal terhadap noise karena bekerja pada level ’0
      dan ’1.

    • Lebih kebal terhadap perubahan temperatur.

    • Lebih mudah pemrosesannya.


  7. Media Transmisi Data

    1. Kawat Tembaga

    2. Ketika jaringan telepon pertama kali didirikan, kawat-kawat tembaga digunakan untuk mentransmisikan sinyal listrik yang dikirim dari satu telepon ke pertukaran lokal. Di banyak negara, kawat tembaga ini maih digunakan sebagai saluran telepon. Di tempat yang menggunakan media ini kamu dapat melihat kawat tembaga ditegangkan dari satu tiang ke tiang yang lainnya sepanjang jalan.


      Sumber: www.amazine.com


      Kawat-kawat tembaga membawa arus listrik yang tidak konsisten. Ini berarti medan magnet yang dihasilkannya akan berubah. Kawat yang dideatnya akan dipengaruhi oleh medan magnet dan ini akan menghasilkan cross talk, yaitu noise dan gangguan dalam panggilan yang dibawa oleh kawat di dekatnya (di telepon tedengar percakapan orang lain). Oleh karena itu, diusahakan kawat-kawat terpisah sejauh mungkin supaya mengurangi pengaruh interferensi sari satu kawat kepada kawat lainnya. Kerugian lain kawat tembaga termasuk bandwith yang sangat rendah yang dapat ditransmisikannya (sekitar
      20 kHz) dan seringnya kebutuhan untuk penguatan sinyal (setiap 10 km).

    3. Twisted Pair Cable/Kabel Pasangan Terpilin

    4. Kabel pasangan berpilin terdiri dari dua atau lebih konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), dan crosstalk.


      Sumber: http://www.networkcablinglosangeles.com


      Kabel pasangan terpilin terdiri atas dua kawat tembaga berselubung (isolasi) dipilin sedemikian rupa hingga menyerupai pola spiral kemudian keduanya disisipkan ke dalam sebuah sampul berisolasi. Pilinan ini menyebabkan arus listrik dalam kedua kawat berlawanan arah sehingga sangat mengurangi resultan medan magnetnya. Kawat yang terpilin mengurangi kebocoran fluks magnetik (dengan meminimumkan area yang terpapar medan magnet) sehingga meminimalkan sinyal tak diinginkan yang diciptakan oleh induksi elektromagnetik.

      Desain kabel pasangan terpilin telah mengurangi interferensi elektromagnetik dari luar dan cross talk di antara kabel yang berdekatan. Walaupun demikian kabel pasangan terpilin tidak menghilangkan cross talk sepenuhnya. Kelemahan lainnya yaitu mengalami pelemahan sinyal yang serius (jarak rata-rata antara penguatan sinyal dalam orde 5 km) khususnya pada frekuensi tinggi, dan kabel ini mengubah bentuk sinyal transmisi berkaitan dengan dispersi, kerugian lannya lagi yaitu mengurangi bandwith sinyal yang dapat dibawa sepanjang kabel (maksimum dalam orde 500 kHz).

    5. Kabel Koaksial

    6. Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz ke atas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).


      Sumber: https://www.computercablestore.com


      Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain.

      Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang di atas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.

    7. Kabel Serat Optik

    8. Media Transmisi Fiber Optik merupakan saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan data dengan cara merubah sinyal listrik menjadi cahaya. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser. Laser digunakan karena mempunyai lebar spektrum yang sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.


      Sumber: http://www.perangkatkeras.net


      Berkas cahaya yang masuk ke ujung salah satu serat optik akan menumbuk bidang batas antara kedua medium kaca dari indeks bias besar ke indeks bias kecil sehingga akan dibiaskan menjauhi normal. jika sudut datang cahaya yang masuk mengenai bidang batas inti kaca-lapisan kaca dan sudut datang ini diatur lebih besar dari pada sudut kritis antara kedua medium kaca maka akan terjadi pemantulan sempurna. Dengan demikian berkas cahaya selalu berada di dalam inti kabel.

      Beberapa keunggulan serat optik yaitu :

      • Bandwith yang lebih besar
      • Ukuran yang lebih kecil
      • Pelemahan sinyal yang lebih rendah
      • Diisolasi terhadap elektromagnetik sehingga tidak mudah terkena interferensi dari elektromagnetik eksternal
      • Jarak antar repeater (pengulang) yang lebih jauh. Sistem transmisi fiber optik di jerman dapat mencapai laju data 5 Gbps dengan jarak 111 km tanpa repeater.


    9. Nirkabel (Wireless)

    10. Dari arti dapat dikatakan bahwa wireless adalah tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel.

      Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.

      Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan. Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16.


      https://teamcrazymad.files.wordpress.com/


      Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]