Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Diagnosa Kerusakan AC



Bermacam cara dapat dilaksanakan untuk pengetesan sistem AC, antara lain :

  1. Tes tekanan
  2. Tes temperatur
  3. es kebocoran


  1. Tes Tekanan.


  2. Gambar Manometer dalam konsisi normal


    Untuk melakukan tes tekanan, mesin harus berputar pada > 2000 Rpm. Sistem AC yang bekerja normal saluran hisap (Tekanan Rendah) kompresor, zat pendingin harus berupa gas dengan tekanan 1,5 – 2 bar (21 – 29 psi). Pada saluran tekan (Tekanan Tinggi) kompresor zat pendingin masih berbentuk gas dengan tekanan 14,5 – 20 bar (200 – 213 psi).

    1. Kedua manometer menunjukkan tekanan yang rendah dari semestinya


    2. Gambar Manometer menunjukkan tekanan lebih rendah


      Penyebab :

      • Tekanan yang kurang pada saluran tekan dan saluran hisap kompresor menunjukkan zat pendingin yang beredar dalam sistem volumenya sudah berkurang. Kekurangan zat pendingin yang sudah diisi penuh disebabkan kebocoran pada sistem, akibatnya sistem AC bekerja tidak efisien (AC kurang dingin).

      • Bila tekanan tinggi diukur setelah saringan, hal ini bisa menunjukkan saringan sudah kotor.


    3. Kedua manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar


    4. Gambar manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar


      Penyebab :

      • Pengisian zat pendingin terlalu banyak. Tekanan pada bagian tekanan tinggi akan naik, volume zat pendingin yang disemprotkan katup ekspansi akan lebih besar, menyebabkan saluran tekanan rendah naik pula tekanannya.

      • Pendingin kondensor yang kurang baik, menyebabkan temperatur evaporator menjadi naik, dan tekanan pipa kontrol katup ekspansi akan naik juga mengakibatkan katup ekspansi akan selalu membuka. Tekanan kedua bagian saluran tekanan tinggi dan rendah akan naik.

      • Bila manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar lagi pada kedua saluran, hal ini berarti ada uap air yang beredar dalam sistem.

      • Pengisian zat pendingin yang terlalu banyak harus dihindari, karena sistem AC bekerja lebih berat dan terasa kurang dingin.


    5. Manomater tekanan rendah lebih tinggi dan manometer tekanan tinggi lebih rendah


    6. Gambar Manometer tekanan rendah lebih tinggi dan tekanan tinggi lebih rendah


      Penyebab :

      • Kebocoran pada bagian–bagian yang bergesekan dari kompresor seperti katup–katup cincin torak, menyebabkan kompresor tidak bekerja dengan baik.

      • Langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dan temperatur evaporator naik, katup expansi akan selalu terbuka.

      • Katup–katup kompresor yang rusak akan menyebabkan zat pendinginan yang ditekan akan mengalami kebocoran ke bagian saluran hisap, akibatnya saluran hisap tekanannya akan lebih naik/tinggi dan bagian saluran tekanan, tekanannya akan turun/rendah


  3. Tes temperatur.

    1. Mengukur temperatur udara dalam saluran evaporator.

    2. Pengetesan kemampuan sistem AC dengan cara ini masih pada putaran mesin 2000 rpm, AC bekerja dengan beban penuh dan pengetesan dengan manometer menunjukkan sistem tidak ada kesalahan.


      Gambar pengukuran temperatur udara dalam saluran evaporator


      Tabel perbandingan temperatur udara luar dan temperatur udara dalam saluran evaporator di bawah ini, dapat dijadikan pedoman untuk tes temperatur.


      Tabel perbandingan temperatur


    3. Mengukur temperatur ruangan AC & kelembaban udara

    4. Prosentase kelembaban udara relatif yang lebih besar dapat diturunkan oleh sistem AC, karena udara yang basah/lembab akan dikeringkan oleh evaporator, hal ini terlihat adanya tetesan air (kondensasi) di sekitar pipa–pipa evaporator. Dengan menggunakan Higrometer kita dapat mengukur kelembaban udara dalam ruangan AC, kelembaban udara yang ideal adalah 45–50% dengan temperatur ruangan
      20 - 22ºC. Bila kelembaban udara luar tidak jauh berbeda dengan kelembaban udara dalam ruangan AC, hal ini berarti evaporator terlalu basah & kotor. Gejala ini juga terasa AC kurang dingin.


      Gambar tes temperatur dan kelembaban udara


  4. Tes kebocoran

  5. Mengetes kebocoran zat pendingin pada sistem dapat dilakukan dengan macam–macam cara, secara sederhana dapat dilakukan dengan memeriksa sambungan–sambungan instalasi pipa memakai busa sabun, atau dengan kompor nyala api sipiritus.

    Gambar di bawah memperlihatkan alat Leak Detector yang dapat mencari kebocoran refrigrant dari sistem AC.


    Gambar Leak detector



Pustekkom Depdiknas 2008





 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]