Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Teori Relativitas Einstein

Pada materi 1 ini kamu akan mempelajari teori relativitas Albert Einstein.

Jika kamu berada dalam kerangka acuan diam, dan kereta (dan seseorang yang duduk dalam kereta) berada dalam kerangka acuan lain, maka pengamat adalah orang yang duduk dalam kereta tersebut.

Pada tahun 1905, Albert Einstein menerbitkan teori relativitas khusus, yang menjelaskan bagaimana menafsirkan gerak pada kerangka acuan inersia yang berbeda, yaitu tempat-tempat yang bergerak dengan kecepatan konstan relatif satu sama lain. Einstein menjelaskan bahwa ketika dua benda yang bergerak dengan kecepatan konstan sebagai gerakan relatif antara dua benda, bukannya menarik bagi eter sebagai kerangka acuan mutlak untuk mendefiniskan apa yang sedang terjadi.

Maka Einstein mengemukakan dua postulat relativitas khusus :

  • Prinsip relativitas: hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan yang berbentuk sama dalam semua kerangka inersial, yaitu kerangka-kerangka yang bergerak dengan kecepatan tetap sama lain

  • Kelajuan cahaya dalam ruang hampa sama besar untuk semua pengamat dan tidak tergantung pada gerak pengamat


Teori relativitas khusus Einstein, menjelaskan bagaimana menafsirkan gerak pada kerangka acuan inersia yang berbeda, yaitu tempat-tempat yang bergerak dengan kecepatan konstan relatif satu sama lain.


Gambar: Albert Einstein


Coba perhatikan animasi berikut :


Animasi: Kecepatan relatif gerak dua benda


Maka besar kecepatan relativistik gerak benda, dituliskan :


Keterangan :
vBA : kecepatan relatif benda B terhadap A kerangka acuan ...........gerak (m/s)
vA : kecepatan benda B terhadap kerangka acuan diam (m/s)
vB : kecepatan benda B terhadap kerangka acuan gerak (m/s)
v : kecepatan (m/s)
c : kecepatan cahaya (3 .108 m/s)

Contoh Soal :
Seorang pengamat di stasiun ruang angkasa mengamati adanya dua pesawat antariksa A dan B yang datang menuju stasiun tersebut dari arah yang berlawanan dengan laju vA = vB = ¾ c
(c adalah cepat rambat cahaya). Kelajuan pesawat A menurut pilot pesawat B adalah…

Pembahasan :
diketahui : vA = vB = ¾ c
ditanya: vAB
jawab :






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]