Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Struktur Protein

Pada materi 1 ini, Anda akan mempelajari tentang struktur dari protein.

Jika protein dididihkan dengan asam kuat atau basa kuat yang pekat, molekulnya akan terhidrolisis menjadi asam amino. Molekul protein disusun oleh pengulangan satuan (unit) molekul sederhana, yaitu asam amino.

  1. Asam Amino

  2. Asam amino adalah senyawa di dalam satu molekul yang mengandung 2 gugus fungsi, yaitu gugus amino, –NH2, dan gugus karboksil, –COOH. Jika jumlah gugus amino lebih banyak dari gugus karboksil maka asam amino bersifat basa. Jika gugus karboksil lebih banyak dari gugus amino maka asam amino bersifat asam.


    Struktur Umum Asam Amino


    Gugus R adalah gugus pembeda antara asam amino yang satu dengan asam amino yang lain. Ada asam amino yang hidrofob/ tidak larut dalam air (seperti glisin dan alanin), hidrofil/ larut dalam air (contohnya tirosin, lisin, dan asam glutamat), ada yang bersifat asam (seperti asam glutamat), bersifat basa (seperti lisin), dan ada pula yang mengandung belerang (sistein) atau cincin aromatik (tirosin). Gugus R asam amino tersebut sangat berperan dalam menentukan struktur, kelarutan, serta fungsi biologis dari protein. Asam amino mempunyai beberapa sifat, antara lain :

    1. Larut dalam air dan pelarut polar lain.

    2. Tidak larut dalam pelarut nonpolar, seperti benzena dan dietil eter.

    3. Mempunyai titik lebur lebih besar dibanding senyawa karboksilat dan amina.

    4. Mempunyai momen dipol besar.

    5. Bersifat elektrolit :
      1. Kurang basa dibanding amina
      2. Kurang asam dibanding asam karboksilat


    6. Bersifat amfoter
    7. Karena mempunyai gugus asam dan gugus basa. Jika asam amino direaksikan dengan asam maka asam amino akan menjadi suatu anion, dan sebaliknya jika direaksikan dengan basa maka akan menjadi kation.

    8. Dalam larutan dapat membentuk ion zwitter
    9. Karena asam amino memiliki gugus karboksil (–COOH) yang bersifat asam dan gugus amino (–NH2) yang bersifat basa, maka asam amino dapat mengalami reaksi asam-basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar yang disebut ionzwitter.


    10. Mempunyai kurva titrasi yang khas.

    11. Mempunyai pH isoelektrik, yaitu pH pada saat asam amino tidak bermuatan. Di bawah titik isoelektriknya, asam amino bermuatan positif dan sebaliknya di atasnya bermuatan negatif.


    Ditinjau dari segi pembentuknya, asam amino dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu asam amino yang tidak dapat dibuat dalam tubuh (asam amino esensial) dan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh (asam amino nonesensial).

    Asam amino esensial berjumlah sepuluh, yaitu valin, leusin, isoleusin, treonin, lisin, metionin, fenilalanin, triptofan, histidin, dan arginin. Sedangkan beberapa asam amino nonesensial, antara lain glisin, alanin, serin, asam glutamat, tirosin, sistein, dan prolin.

  3. Struktur Protein

  4. Berdasarkan ikatan peptida yang terbentuk, struktur protein dibedakan menjadi struktur primer, struktur sekunder, struktur tersier, dan struktur kuarterner.


    Gambar struktur primer, struktur sekunder, struktur tersier,
    dan struktur kuarterner protein
    Sumber: www.sakdimahblog.wordpress.com


    Struktur primer merupakan struktur yang sederhana dengan urutan-urutan asam amino yang tersusun secara linear yang mirip seperti tatanan huruf dalam sebuah kata dan tidak terjadi percabangan rantai. Struktur primer terbentuk melalui ikatan antara gugus α–amino dengan gugus α–karboksil. Ikatan tersebut dinamakan ikatan peptida atau ikatan amida.



    Struktur sekunder merupakan kombinasi antara struktur primer yang linear distabilkan oleh ikatan hidrogen antara gugus =CO dan =NH di sepanjang tulang belakang polipeptida. Struktur ini memiliki segmen-segmen dalam polipeptida yang terlilit atau terlipat secara berulang.

    Struktur tersier dari suatu protein adalah lapisan yang tumpang tindih di atas pola struktur sekunder yang terdiri atas pemutarbalikan tak beraturan dari ikatan antara rantai samping (gugus R) berbagai asam amino. Struktur ini distabilkan oleh empat macam ikatan, yakni ikatan hidrogen, ikatan ionik, ikatan kovalen, dan ikatan hidrofobik.

    Struktur kuarterner adalah gambaran dari pengaturan sub-unit atau promoter protein dalam ruang. Struktur ini memiliki dua atau lebih dari sub-unit protein dengan struktur tersier yang akan membentuk protein kompleks yang fungsional. Ikatan yang berperan dalam struktur ini adalah ikatan nonkovalen, yakni interaksi elektrostatis, hidrogen, dan hidrofobik.







 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]