Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Budi Utomo (BU) 1908

Politik etis (irigasi, transmigrasi, edukasi) awal abad ke-20 yang dilaksanakan pemerintahan Belanda terutama dalam bidang edukasi (pendidikan) mulai tahun 1901 melahirkan golongan cendikiawan yang menyadari pentingnya pendidikan dalam perjuangan menentang penjajah.

Kemiskinan yang menimpa masyarakat Indonesia menyebabkan anak-anak Indonesia mengalami kekurangan dana belajar. Kondisi ini dilatar belakangi oleh adanya pengelompokan masyarakat yang terdiri dari priyayi (bangsawan) dan rakyat biasa.

Bagi golongan priyayi, keuangan tidak jadi masalah, namun menjadi hambatan utama bagi golongan rakyat dalam meraih pendidikan tinggi. Keadaan ini menimbulkan keprihatinan Dr Wahidin Sudirohusodo, sehingga pada tahun 1906-1907 bersama siswa STOVIA atau School Tot Opleiding Van Indische Arsten (sekolah calon dokter khusus untuk penduduk pribumi yang didirikan oleh pemerintah Belanda) di antaranya Sutomo dan Goenawan Mangunkusumo mengadakan perjalalan keliling pulau Jawa untuk menghimpun dana pendidikan.


Usaha tersebut mendapat simpati yang besar dari kalangan masyarakat Jawa. Akhirnya setelah diadakan rapat-rapat, Sutomo dan kawan-kawan mendirikan Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908 bertempat di jalan Abdurahman Saleh no 20 Jakarta.


Tujuan Budi Utomo adalah melakukan pengajaran bagi orang Jawa dan berusaha untuk membangkitkan kembali budaya Jawa, jadi pendidikan barat dipadukan dengan tradisi dan budaya Jawa. Tentu saja berdirinya Budi Utomo ini menimbulkan banyak reaksi baik dari orang Belanda maupun kaum priyayi Jawa.

Pernah mendengar istilah kaum priyayi? Priyayi adalah sebutan untuk orang-orang Jawa keturunan bangsawan. Lalu apa saja reaksinya?. Ada yang berpendapat bahwa kelahiran Budi Utomo merupakan renaissance atau kebangkitan budaya Jawa. Kaum priyayi menolak kehadiran Budi Utomo, Mengapa demikian? Karena kelahiran dan cita-cita Budi Utomo dianggap mengganggu kestrabilan kedudukan sosial mereka. Mereka merasa terancam posisinya oleh gerakan anak muda tersebut.

Untuk mencegah cita-cita Budi Utomo tersebut mereka mendirikan regent Bond Setia Mulya di Semarang, tapi ada pula kaum priyayi yang progresif seperti bupati Karang Anyar yang bernama Tirto Kusumo yang mendukung Budi Utomo. Lalu bagamana perkembangan Budi Utomo selanjutnya?

Walaupun tujuan Budi Utomo masih samar-samar yaitu kemajuan bagi Hindia, tetapi tetap menarik perhatian masyarakat. Hanya dalam waktu enam bulan jumlah anggota Budi Utomo sudah mencapai ribuan orang dan cabang-cabangnya tersebar di kota-kota besar pulau Jawa tapi anggota Budi Utomo terbatas hanya dari suku Jawa dan Madura. Dalam waktu satu tahun Budi Utomo berhasil menarik 10.000 anggaran yang berasal dari 40 cabang, seperti Yogyakarta, Madura, Bandung, Surabaya, Jakarta, dll.

Untuk konsolidasi organisasi pada tanggal 3 - 5 Oktober 1908 Budi Utomo menyelenggarakan kongres yang pertama di Yogyakarta yang menghasilkan keputusan yaitu :

  1. Memajukan pendidikan dan pengajaran
  2. Mempertinggi cita-cita kemanusiaan
  3. Menggali kembali kebudayaan bangsa dan ilmu pengetahuan


Dalam perkembangan selanjutnya anggoata Budi Utomo kebanyakan terdiri dari kaum priyayi dan pegawai negeri, apa akibatnya? Tujuan organisasi lebih diarahkan untuk kepentingan mereka dan mengabaikan kepentingan rakyat banyak. Ketua Umum BU yang juga sebagai bupati lebih memperhatikan reaksi pemerintah kolonial daripada reaksi anggota atau rakyat banyak. Dengan keanggotaan para priyayi Jawa, maka sulit untuk memobilisasi anggotanya. Lalu bagaimana reaksi golongan muda?

Dengan perkembangan yang demikian dan akibat terbatasnya jaringan interaksi atau hubungan organisasi, golongan muda merasa kecewa dan memutuskan keluar dari Budi Utomo. Gerakan muda yang keluar di antaranya adalah Soetomo, Goenawan Mangunkusumo dan Cipto Mangunkusumo. Golongan pemuda di luar kultur Jawa membentuk organisasi pemuda di antaranya Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Minahasa dan sebagainya. Di kalangan pemuda Jawa berdiri Sedyo Tomo dan Narpo Pendowo. Sementara itu Budi Utomo memperoleh status badan hukum dari pemerintah kolonial karena tidak memiliki tujuan politik dan dianggap tidak berbahaya.

Sesuai pekembangan jaman Budi Utomo akhirnya juga terjun dalam kegiatan politik, hal ini terbukti ketika terjadi Perang dunia 1 pada tahun 1915, Budi Utomo turut memikirkan cara mempertahankan Indonesia dari serangan. Budi Utomo mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk Indiandsche Militie (Milisi untuk Bumiputera) untuk mempertahankan Indonesia dari serangan yang dikemukakan dalam rapat umum di Bandung pada tanggal 5-6 Agustus di Bandung. Menurut Budi Utomo, untuk tujuan itu harus dibentuk dewan perwakilan rakyat terlebih dahulu.

Atas usulan Budi Utomo tersebut maka pada akhir Perang dunia 1 dibentuklah Volksraad. Ketika dibentuk Volksraad (Dewan Rakyat), wakil-wakil Budi Utomo duduk di dalamnya dalam jumlah yang cukup banyak. Tahun-tahun berikutnya usaha untuk memajukan organisasi ini tidak begitu berhasil karena mulai muncul organisasi-organisasi baru sebagai saingannya yang lebih nasionalis dan lebih progres.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Budi Utomo merupakan organisasi. Pada tahun 1935 Budi Utomo berfusi atau bergabung dengan Partai Indonesia Raya (Parindra). Coba Anda tulis tiga organisasi yang progresif tersebut.

Walaupun kegiatan Budi Utomo lebih bersifat sosial kultural, tapi kelahiran Budi Utomo merupakan pelopor pergerakan nasional Indonesia pertama, sehingga tanggal berdirinya ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional Indonesia. Secara politik dapat dikatakan Budi Utomo kurang begitu penting, akan tetapi pergerakan inilah yang menyebar lebih semangat nasionalisme untuk pertama kalinya.

Bagaimana? sudah jelas? Apabila belum paham benar, bacalah sekali lagi. Kalau sudah jelas dan paham, mari kita lanjutkan pada organisasi berikutnya.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]