Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

VOC (Verangde Oost Indische Compagnie)

Faktor manakah yang mendorong dibentuknya VOC? Setelah Cornellis de Houtman sampai di Banten tahun 1596 maka pada tahun 1598 Compagnie Van Verre di Belanda memberangkatkan 8 kapal di bawah pimpinan Van Nock dan Warwijk yang membutuhkan waktu 7 bulan sampai di Banten. Keberhasilan pelayaran tersebut mendorong keinginan berbagai perusahaan di Belanda untuk memberangkatkan kapalnya ke Indonesia. Ada
14 perusahaan yang telah memberangkatkan 62 kapal. Sementara itu Portugis berusaha keras untuk menghancurkan mereka.

Atas usul Johan Van Oldenbarneveld dibentuklah sebuah perusahaan yang disebut Vereemigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tanggal 20 Maret 1682. Tujuan pembentukan VOC tidak lain adalah menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern).

Kepemimpinan VOC dipegang oleh dewan beranggotakan
17 orang yang berkedudukan di Amsterdam. Oleh Pemerintahan Belanda, VOC diberi oktroi (hak-hak istimewa) sebagai berikut :

  1. Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia
  2. Monopoli perdagangan
  3. Mencetak dan mengedarkan uang sendiri
  4. Mengadakan perjanjian
  5. Melakukkan perang dengan negara lain
  6. Menjalankan kekuasaan kehakiman
  7. Pemungutan pajak
  8. Memiliki angkatan perang sendiri
  9. Mengadakan pemerintahan sendiri.


Untuk melaksanakan kekuasaannya di Indonesia diangkatlan jabatan Gubernur Jenderal VOC antara lain :

  1. Pieter Both, merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619 di Ambon.

  2. Jan Pieterzoon Coen, merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia). Karena letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara memudahkan pelayaran ke Belanda.


Setelah berpusat di Batavia, VOC melakukan perluasan kekuasaan dengan pendekatan serta campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia antara lain Mataram, Banten, Banjar, Sumatra, Gowa (Makasar) serta Maluku.

Akibat hak monopoli yang dimilikinya, VOC memaksakan kehendaknya sehingga menimbulkan permusuhan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Untuk menghadapi perlawanan bangsa Indonesia VOC meningkatkan kekuatan militernya serta membangun benteng-benteng seperti di Ambon, Makasar, Jayakarta dan lain-lain.

Bagaimana cara Belanda memperoleh monopoli perdagangan di Indonesia? Cara yang dilakukan VOC adalah :

  1. Melakukan pelayaran hongi untuk memberantas penyelundupan.
  2. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark. Hal ini banyak dijumpai di pelabuhan bebas Makasar.

    Perhatikan Kapal hongi pada gambar di atas! Hongi adalah nama jenis perahu di Maluku yang bentuknya panjang dipakai untuk patroli laut Belanda yang didayung secara paksa oleh penduduk setempat.

  3. Melakukan Ekstirpasi yaitu penebangan tanaman milik rakyat. Tujuannya adalah mepertahankan agar harga rempah-rempah tidak merosot bila hasil panen berlebihan (over produksi). Ingat hukum ekonomi!

  4. Perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang kalah perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC. Penyerahan wajib disebut Verplichte Leverantien.

  5. Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak, yang disebut dengan istilah Contingenten.


Seiring dengan perubahan permintaan dan kebutuhan di Eropa dari rempah-rempah ke tanaman industri yaitu kopi, gula dan teh maka pada abad 18 VOC mengalihkan perhatiannya untuk menanam ke tiga jenis barang komoditi tersebut. Misalnya tebu di Muara Angke (sekitar Batavia), kopi dan teh daerah Priangan.

Dalam melaksanakan pemerintahan VOC banyak mempergunakan tenaga Bupati. Sedangkan bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa untuk beberapa tahun lamanya.

Bagaimana perkembangan VOC selanjutnya? Pada pertengahan abad ke 18 VOC mengalamii kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan.

  1. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi.
  2. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa.
  3. Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak.
  4. Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan.
  5. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis.
  6. Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.


Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal
31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

Siapakah yang berkuasa di Indonesia setelah VOC bubar? Sebelum melanjutkan bacaan, lebih baik Anda berhenti sejenak untuk mengerjakan soal-soal di bawah ini guna menguji pemahaman Anda mengenai pemerintahan VOC di Indonesia.

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas.

  1. Jelaskan latar belakang pembentukan VOC tahun 1602!
  2. Jelaskan tentang hak-hak ostroi VOC!
  3. Menurut anda, mengapa pusat pemerintahan VOC di pindahkan dari Maluku ke Batavia?
  4. Mengapa selama berkuasa di Indonesia VOC banyak mendirikan benteng?
  5. Jelaskan mengenai pelayaran hongi!
  6. Mengapa VOC melakukan ekstirpasi?
  7. Jelaskan perubahan produksi perkebunan VOC dari abad 17 ke abad 18!
  8. Jelaskan tiga alasan VOC dibubarkan!


Setelah anda selesai menjawab, kemudian cocokan jawaban anda dengan uraian di bawah ini!

  1. Setelah Cornellis de Houtman tahun 1596 sampai di Banten maka munculah banyak perusahaan (tidak kurang dari 14) yang berkeinginan untuk berlayar ke Indonesia serta perusahaan dagang asing yaitu Spanyol, Portugis, Inggris dan Perancis berlomba mencari rempah-rempah dan berlayar ke Asia. VOC di bentuk untuk menghadapi persaingan dengan bangsa lain dan mencegah persaingan intern perusahaan Belanda.

  2. Hak Octroi VOC adalah hak-hak yang diberikan oleh pemerintah Belanda berdasarkan piagam pembentukannya untuk memerintah di Indonesia serta melakukan monopoli perdagangan. Secara terperinci hak itu meliputi 9 macam.

  3. VOC memindahkan pemerintahan yang semula berpusat di Maluku ke Batavia karena letaknya di tengah Indonesia dan mempermudah serta memperpendek jarak pelayaran ke Belanda.

  4. Memperkuat pertahanan guna menghadapi perlawanan daerah kerajaan di Indonesia yang dirugikan akibat tindakan monopoli VOC.

  5. Pelayaran Hongi adalah pelayaran yang dilakukan VOC dengan jenis kapal Hongi untuk menangkapi dan merampas kapal dagang nusantara yang berani menjual rempah-rempah kepada pedagang asing karena dianggap melanggar monopoli dagang VOC.

  6. VOC melakukan Ekstirpasi untuk mencegah merosotnya harga rempah-rempah jika panen berlimpah.
  7. Caranya dengan menebangi pohon milik rakyat sehingga tidak over produksi.

  8. Produksi perkebunan VOC semula rempah-rempah pada
    abad 18 beralih ke tanaman industri yaitu kopi, teh dan gula karena meningkatnya kebutuhan atau permintaan di Eropa dan tanaman Industri.

  9. VOC dibubarkan dengan alasan :
    1. Kesulitan keuangan karena korupsi, banyaknya biaya untuk menggaji pegawai, membayar deviden dan menghadapi peperangan di berbagai daerah.
    2. Menghadapi persaingan perusahaan dagang asing.
    3. Berdirinya Republik Bataaf yang menghendaki perdagangan bebas bukan monopoli.


Bagaimana jawaban anda? Apakah sudah sesuai? Jika sudah berarti ada kemajuan. Selamat! Lanjutkan menyimak materi berikutnya.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]