Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Struktur Perlawanan Bangsa Indonesia dalam Menentang Dominasi Asing

Untuk materi terakhir ini tidak ada penjelasan tambahan yang perlu Anda pelajari. Justru untuk menguji pemahaman Anda terhadap materi belajar secara keseluruhan, Anda dapat membuat kesimpulan melalui beberapa permasalahan di bawah ini :

  1. Ditinjau dari segi waktu lamanya perlawanan, daerah manakah yang paling lama berlangsung? Buatlah tabel batang untuk menginformsikan kurun waktu berlangsungnya msing-masing perlawanan.

    1. Dari segi pemimpin pada umumnya adalah elite tradisional baik bangsawan maupun kalangan agama.
    2. Pemimpin perlawanan ada tokoh sentral ada yang kelompok.
    3. Pengikut perang


    Carilah rinciannya masing-masing di 7 daerah perlawanan di Indonesia.

  2. Dari segi persenjataan :
    1. Tradisional: carilah contoh senjata tradisional masing-masing daerah perlawanan.
    2. Senjata api: dari mana asalnya?


  3. Proses perlawanan
    1. bentuk perlawanan adalah ....
    2. taktik perlawanan adalah ....


  4. Strategi Belanda untuk memadamkan perlawanan yaitu ....

  5. Kesimpulan umum sebab-sebab kekalahan bangsa Indonesia dalam menentang dominasi asing adalah ....


Apakah Anda mengalami kesulitan untuk menyimpulkan beberapa masalah di atas? Semoga tidak demikian.
Namun untuk meyakinkan kesimpulan Anda sudah tepat atau belum, perhatikan uraian di bawah ini.

  1. Perlawanan daerah di Indonesia menentang Belanda pada
    abad 19 yang paling lama adalah Aceh seperti yang dapat Anda perhatikan pada tabel batang di bawah ini.



    1. Kaum Bangsawan :
      • Pattimura (Maluku)
      • Jelantik (Bali)
      • Teuku Umar (Aceh)
      • Jawa (Diponegoro)
      • Pangeran Antasari (Banjar)
      • Sisingamangajara XII (Tapanuli)

      Kaum Agama :

      • Kyai Mojo (Jawa)
      • Imam Bonjol (Padri, Sumatra Barat))
      • Teungku Cik Di Tiro (Aceh)

    2. Tokoh Sentral: Maluku, Bali, Tapanuli
      Kelompok: Diponegoro, Banjar, Aceh, Padri
    3. Pengikut perang :
      • Anggota keluarga bangsawan, dan raja
      • Rakyat umumnya petani


    1. Secara umum, contoh senjata tradisional adalah : pedang dan panah serta senjata khas daerah, misalnya :
      • Jawa: Keris
      • Aceh: rencong
      • Banjar: mandau
      • Padri: Kalewang

    2. Senjata Api: dari hasil pembelian atau rampasan


    1. Bentuk pertahanan: Sistem benteng, antara lain: Jagaraga di Bali
    2. Taktik perlawanan :
      • perang gerilya
      • perang puputan (khusus di Bali)
      • serangan mendadak


  2. Strategi Belanda
    • Devide et impera
    • Tawaran yang menyerah mendapat kedudukan
    • Penyusupan dan penyelidikan: contoh Dr. Snouck Hurgronye
    • Benteng stelsel dan konsentrasi stelsel
    • Menangkap keluarga pemimpin perang agar mudah menyerah, contoh: keluarga Sultan Aceh, anak dan isteri Sisingamangaraja
    • Penaklukan
    • Secara licik diajak berunding kemudian ditangkap


  3. Perlawanan bangsa Indonesia mudah dipatahkan karena :
    • Sporadis: terpencar tanpa koordinasi, masih bersifat kedaerahan.
    • Tergantung pemimpin, jika pemimpin tewas atau tertangkap atau menyerah maka perlawanan akan terhenti.
    • Persenjataan kalah maju karena mengandalkan senjata tradisional.
    • Kurang terorganisir dengan baik.


Bagaimana hasil jawaban Anda, sudah sesuaikah? Kalau Anda teliti dalam menguras materi belajar, tentu akan mendapatkan kesimpulan yang jauh lebih lengkap dan sempurna dari pada uraian di atas.

Selamat! Anda telah menyelesaikan belajar mengenai perlawanan di berbagai daerah di Indonesia dalam menentang dominasi asing abad 19.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]