Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Perang Banjar tahun 1859-1863

Perang Banjar merupakan perlawanan rakyat terhadap Belanda di Kalimantan Selatan. Seperti halnya di daerah lain di Indonesia sebab-sebab perang adalah :

  • Faktor ekonomi. Belanda melakukan monopoli perdagangan lada, rotan, damar, serta hasil tambang yaitu emas dan intan. Monopoli tersebut sangat merugikan rakyat maupun pedagang di daerah tersebut sejak abad 17. Pada abad 19 Belanda bermaksud menguasai Kalimantan Selatan untuk melaksanakan Pax Netherlandica. Apalagi di daerah itu diketemukan tambang batu bara di Pangaronan dan Kalangan.

  • Faktor politik. Belanda ikut campur urusan tahta kerajaan yang menimbulkan berbagai ketidak senangan. Pada saat menentukan pengganti Sultan Adam maka yang diangkat adalah Pangeran Tamjidillah yang disenangi Belanda. Sedangkan Pangeran Hidayatullah yang lebih berhak atas tahta hanya dijadikan Mangkubumi karena tidak menyukai Belanda.


Campur tangan Belanda di keraton makin besar dan kedudukan Pangeran Hidayatullah makin terdesak maka ia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama Pangeran Antasari, sepupunya. Siapakah para pengikut perjuangan tersebut?

Tidak kurang dari 3000 orang bersedia membantu termasuk tokoh-tokoh agama seperti Kyai Demang Leman, Haji Langlang, Haji Nasrum dan Haji Buyasih. Pasukan Antasari berusaha menyerang pos-pos Belanda di Martapura dan Pangaron. Sebaliknya pada pertempuran tanggal 27 September 1859 Belanda dapat menduduki benteng pasukan Pangeran Antasari di Gunung Lawak.

Tindakan Belanda berikutnya adalah menurunkan Sultan Tamjidillah dari tahta sementara itu Pangeran Hidayatullah menolak untuk menghentikan perlawanan, lalu pergi meninggalkan kraton, maka pada tahun 1860 kerajaan Banjar dihapuskan dan daerah tersebut menjadi daerah kekuasaan Belanda.

Apakah tindakan Belanda tersebut menyurutkan perlawanan Pangeran Antasari? Ternyata tidak.

Walaupun Kyai Damang Laman menyerah dan Pangeran Hidayatullan tertangkap lalu dibuang ke Cianjur namun Pangeran Antasari tetap memimpin perlawanan bahkan ia diangkat oleh rakyat menjadi pemimpin tertinggi agama dengan gelar Panembahan Amirudin Khalifatul Mukminin pada tanggal 14 Maret 1862. Ia dibantu oleh para pemimpin yang lain yaitu Pangeran Miradipa, Tumenggung Surapati dan Gusti Umah yang memusatkan pertahanan di Hulu Teweh. Perlawanan Antasari berakhir sampai meninggal dunia tanggal 11 Oktober 1862 kemudian dilanjutkan oleh puteranya bernama Pangeran Muhamad Seman.

Setelah Anda mempelajari perang Banjar, kemudian cobalah kemukakan pendapat Anda mengenai perbandingan antara Perang Diponegoro dengan Perang Banjar dalam tiga hal berikut ini :

  1. Sebab perang
  2. Jalan perang
  3. Akhir perlawanan


Setelah Anda menjelaskan masalah / tokoh di atas maka kemudian cocokkan dengan urian di bawah ini :

  1. Ada kesamaan
    1. Sebab ekonomi yaitu Belanda ingin mengeruk kekayaan di kedua kerajaan tersebut termasuk monopoli dagang, pajak dan lain-lain.
    2. Sebab politik tentang campur tangan soal jabatan. Di Mataram: pengangkatan Patih Danudirjo IV dan di Banjar Pangeran Tamjudillah.


  2. Ada kesamaan yaitu jumlah pasukan beribu-ribu orang menggunakan berbagai peralatan/senjata tradisional menghadapi meriam Belanda. Ada benteng pertahanan.

  3. Ada perbedaan
    • Perang Diponegoro: dihentikan secara licik melalui penangkapan dan pembuangan para pemimpin perlawanan.
    • Perang Banjar: Antasari mangakhiri perlawanan karena sakit dan meninggal dunia.


Bagaimana hasilnya? Mungkin jawaban Anda tidak sesuai benar dengan uraian di atas, namun jika masih sesuai dengan materi yang dibaca pada modul ini berarti Anda telah memahami dengan baik. Selamat!

Pada periode berikutnya berkecamuklah pertempuran di Aceh. Pahamilah uraiannya melalui sajian berikut ini.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]