Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Menghitung Sisa Hasil Usaha (SHU)

Pada materi 2 ini, Anda akan mempelajari konsep koperasi sekolah. Materi 2 meliputi pengertian, tujuan, cara mendirikan, serta pengelolaan koperasi sekolah.

SELAMAT BELAJAR!

  1. Pengertian Sisa Hasil Usaha (SHU)


  2. Kegiatan sebuah koperasi selalu diakhiri dengan penghitungan sisa hasil usaha (SHU) pada tiap tahun buku, di mana dari hasil yang diperoleh nantinya akan dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan serta mengetahui maju mundurnya koperasi. Untuk itulah SHU sangat penting artinya bagi keberlangsungan kehidupan koperasi. SHU dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing anggota yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.

    Pembagian sisa hasil usaha koperasi sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 Pasal 45 ayat 1 yang menyatakan bahwa SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

    Untuk mendapatkan gambaran tentang penghitungan SHU ini, perhatikanlah contoh berikut!
    Berikut ini disajikan contoh penghitungan SHU Koperasi Jaya tahun 2015.


RINCIAN PEROLEHAN SHU KOPERASI JAYA TAHUN 2015


 

A

Pendapatan

   
   

1.

Bunga Angsuran

Rp. 20.000.000

 
   

2.

Bunga pelunasan

Rp. 02.000.000

 
   

3.

Bunga bank

Rp. 00300.000

 
   

4.

Saldo transport RAT tahun 2014

Rp. 00200.000 0

+

     

Jumlah

 

Rp. 22.500.000

           
 

B.

Biaya Operasional

   
   

1.

Bunga pinjaman

Rp. 00080.000

 
   

2.

Buku kas dan folio

Rp. 00020.000

 
   

3.

Foto copy

Rp. 00030.000

 
   

4.

Amplop

Rp. 00020.

 
   

5.

Pemeriksaan I

Rp. 00175.000

 
   

6.

Pemeriksaan II

Rp. 00175.000

+

     

Jumlah

 

Rp. 000500.000

           
 

C.

Sisa Hasil Usaha (SHU)

   
     

SHU = pendapatan biaya operasional

 
     

0000= Rp. 22.500.000 Rp. 500.000

   
       
 

= Rp. 22.000.000

   
           
 

SHU tersebut masih kotor, yang berarti belum bisa dibagikan karena masih ada biaya yang harus dikeluarkan terlebih dahulu.

   
 

Misalnya sebagai berikut:

 

A.

Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp. 22.000.000

   
 

B.

Ongkos-ongkos:

   
   

1.

Transport rapat pengurus

Rp. 00300.000

 
   

2.

Konsumsi rapat pengurus

Rp. 00050.000

 
   

3.

Konsumsi RAT

Rp. 00800.000

 
   

4.

Transport anggota yang hadir

Rp. 00800.000

 
   

5.

Administrasi RAT

Rp. 00050.000

+
         

Rp. 02.000.000

           
     

SHU bersih siap dibagi

 

Rp. 20.000.000


  1. Penggunaan SHU

  2. Penggunaan SHU ini ditetapkan dalam AD dan ART Koperasi yang diputuskan melalui rapat anggota. Pada umumnya, pembagian SHU ini terdiri dari pos-pos sebagai berikut :

    • Cadangan
    • Jasa anggota berdasarkan simpanan/modal
    • Jasa anggota berdasarkan pinjaman
    • Dana pengurus
    • Pengelola koperasi
    • Dana pendidikan pegawai
    • Dana pengembangan koperasi
    • Dana sosial


         
     

    Persentase besarnya alokasi pembagian SHU tersebut ditentukan dalam AD dan ART yang diputuskan dalam rapat anggota.

     
         

    Perhatikan contoh berikut ini!
    Besarnya SHU Koperasi Jaya adalah Rp. 50.000.000, SHU tersebut siap dibagi kepada anggota.
    AD dan ART Koperasi Jaya menetapkan pengalokasian SHU sebagai berikut :

    • 5% untuk cadangan
    • 50% untuk jasa anggota berdasarkan simpanan/modal
    • 20% untuk jasa anggota berdasarkan pinjaman
    • 10% untuk dana pengurus
    • 5% untuk pengelola koperasi
    • 3% untuk dana pendidikan pegawai
    • 2% untuk dana pengembangan koperasi
    • 5% untuk dana sosial


    Berdasarkan alokasi tersebut di atas, maka alokasi pembagian SHU Koperasi Jaya menjadi sebagai berikut :


  3. SHU yang Dibagikan Kepada Anggotanya

  4. Berdasarkan perhitungan di atas, pos alokasi SHU untuk anggota adalah nomor 2 (simpanan) dan
    3 (pinjaman) dengan jumlah Rp. 25.000.000 + Rp. 10.000.000 = Rp. 35.000.000. Setiap anggota koperasi mempunyai simpanan, sehingga memperoleh bagian SHU dari pos simpanan. Namun jika ada anggota yang tidak memiliki pinjaman, maka yang bersangkutan tidak akan memperoleh bagian SHU dari pos jasa peminjaman.

    Sebelum membagi SHU tersebut, terlebih dahulu harus diketahui berapa besar simpanan dan jasa peminjaman seluruh anggota. Misalnya besar simpanan seluruh anggota adalah Rp. 30.000.000 dan besarnya seluruh peminjaman adalah Rp. 40.000.000, maka besarnya hak anggota adalah :






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]