Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Peninggalan-Peninggalan Sejarah Kerajaan-Kerajaan Bercorak Hindu-Budha di Berbagai Daerah

Peninggalan sejarah yang bercorak Hindu-Budha dapat dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

  1. Prasasti
  2. Candi
  3. Patung Arca (dari batu, logam)
  4. Kitab


Prasasti (batu bertulis)
Di setiap kerajaan yang ada di Indonesia memiliki peninggalan berupa prasasti. Prasasti (batu bertulis) yang ditemukan di antaranya ada yang berhuruf pallawa berbahasa sansekerta, berbahasa Jawa kuno dan Melayu kuno. Contonya antara lain :

  1. Prasasti huruf pallawa bahasa Sansekerta :
  2. Yupa, prasasti Muarakaman (Kerajaan Kutai), prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Tugu, Cidanghiang (Kerajaan Tarumanegara), Prasasti Tuk Mas (Kerajaan Holing), Prasasti Canggal, Mantyasih, Wanua Tengah III, Sojomerto, Sangkhara, Kalasan,Klurak (Kerajaan Mataram Kuno).
  3. Prasasti huruf pallawa bahasa Melayu Kuno :
  4. Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kota Kapur, Karang Berahi, Telaga Batu (Kerajaan Sriwijaya).
  5. Prasasti huruf Pranagari dan Bali kuno bahasa Sansekerta :
  6. Prasasti Sanur (Kerajaan Bali)


Candi
Istilah candi berasal dari salah satu nama untuk Dewi Durgha (dewi maut) yaitu Candika, ini ada kaitannya dengan fungsi candi sebagai tempat untuk memuliakan raja yang telah wafat. Yang disimpan di candi bukan mayat/abu jenazahnya namun benda-benda seperti potongan-potongan logam, batu-batuan dan sesaji yang ditempatkan dalam wadah (pripih). Pripih inilah yang ditanam di dasar candi.

Candi dalam agama Hindu berfungsi sebagai makam, sedangkan dalam agama Budha candi sebagai tempat pemujaan tidak ada pripih. Di dalam candi Budha tidak ada arca yang jadi perwujudan Dewa.

Pengelompokan candi yang terdapat di pulau Jawa erat kaitannya dengan alam pikiran dan susunan masyarakatnya. Candi di Indonesia ada yang dibangun berdiri sendiri dan ada yang berkelompok. Contoh candi yang berdiri sendiri adalah Borobudur dan candi yang berkelompok adalah candi Prambanan.

Candi-candi di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis :

  1. Jawa Tengah bagian Utara (candi-candi di komplek Dieng dan candi-candi di Gedung Songo)
  2. Jawa Tengah bagian Selatan (candi Kalasan, candi Mendut, candi Pawon, dan lain-lain)
  3. Jawa Timur (contoh candi Panataran) termasuk di dalamnya candi yang ada di Bali dan Sumatra Tengah (Muara Takus)


Bersamaan dengan pembuatan candi, berkembang pula keahlian seni ukir, dapat dilihat pada pahatan batu pada dinding candi. Pahatan yang sering ditemukan antara lain berupa makhluk ajaib, tumbuh-tumbuhan, daun-daunan, sulur-sulur, bunga teratai (baik yang kuncup maupun yang mekar). Beberapa candi di antaranya :



Arca/Patung
Arca (patung dewa) berhubungan erat dengan agama Hindu/Budha. Arca ada yang terbuat dari batu contohnya arca Airlangga (dari kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur), Kertarajasa Jayawardhana patung perwujudan raja pendiri kerajaan Majapahit, Prajna Paramitha perwujudan Ken Dedes dari kerajaan Singosari, dan lain-lain. Selain dari batu ada pula yang terbuat dari logam (emas, perunggu, perak). Umumnya berukuran kecil namun ada arca Budha dari perunggu yang ukurannya sebesar manusia .

Seni Bangunan
Bentuk peninggalan Hindu-Budha berupa bangunan terdiri dari seni bangunan yang menunjang kegiatan keagamaan, misalnya candi, serta bangunan yang tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan, antara lain berupa reruntuhan keraton, petirtaan, dan gapura. Peninggalan seni bangunan bercorak Hindu-Budha di Indonesia :

  1. Keraton : rumah tempat tinggal raja atau ratu beserta keluarganya. Misalnya keraton kuno Majapahit diperkirakan terletak di daerah Trowulan, Mojokerto.
  2. Gapura : bangunan yang berupa pintu gerbang ada yang beratap serta berdaun pintu dan ada yang menyerupai candi yang terbelah dua. Misalnya gapura, Wringin Lawang di Trowulan.
  3. Wihara : tempat tinggal para biksu.
  4. Petirtaan : tempat pemandian suci yang sering digunakan oleh kalangan istana kerajaan. Misalnya petirtaan di Jolotondo dan Tirta Empul di Bali


Kitab
Hasil kebudayaan selain prasasti, candi, arca/patung ada pula yang berupa karya sastra yang berupa kitab. Beberapa kitab yang dihasilkan di antaranya :

  1. Kerajaan Kediri :
  2. Bratayudha (Mpu Panuluh dan Mpu Sedah), Arjuna Wiwaha (Mpu Kanwa), Smaradhahana (Mpu Darmaja), Writasanjaya dan Lubdhaka (Mpu Tanakung), Kresnayana, Bhomakavya.

  3. Kerajaan Majapahit :
  4. Pararaton (berisi riwayat raja-raja Singosari dan Majapahit), Negara Kertagama (Mpu Prapanca), Sutasoma dan Arjunawijaya (Mpu Tantular), Sorandaka (cerita pemberontakan Sora), Ranggalawe (cerita pemberontakan Ranggalawe), Panjiwijayakrama (cerita riwayat Raden Wijaya) dan Usana Jawa (cerita penaklukan Bali oleh Gajah Mada).






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]