Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Sistem Pemerintahan Dinasti di Cina

Berdasarkan peninggalan budaya pemerintahan di Cina telah ada sejarah sekitar tahun 4000 SM. Permulaan pemerintahan di Cina disebut jaman dongeng yang berlangsung hingga sekitar tahun 1800 SM.

Pada jaman dongeng sebagian besar sumber sejarahnya berupa benda. Contoh ditemukan keramik dari jaman perunggu seperti pada gambar 7 di bawah ini. Memasuki jaman dinasti telah ditemukan sumber-sumber tertulis.


Pusat kelahiran dinasti/pemerintahan di Cina berada di daerah pertemuan lembah sungai Hoang Ho dan lembah sungai Yang Tze Kiang. Secara geografis pusat pemerintahan dinasti terletak di Cina Utara.

Perjalanan kekaisaran Cina ditandai oleh pemerintahan dinasti yang silih berganti dalam kurun waktu tertentu. Banyak dinasti yang memerintah namun dinasti-dinasti yang besar memerintah di Cina sampai awal masehi secara berurutan adalah sebagai berikut: Hsia Shang (Yin), Chou, Chin dan Han.

Setelah dinasti Han berkuasa, Cina pernah pula dikuasai oleh bangsa asing yaitu bangsa Tartar, bangsa Mongol dan bangsa Mansyu. Pemerintahan dinasti berakhir tahun 1912 yang ditandai dengan terjadinya revolusi nasional di Cina yang melahirkan bentuk pemerintahan Republik.

Perkembangan bentuk pemerintahan di Cina dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut :


  1. Dinasti Shang (Pertengahan abad ke-16 sampai abad ke-11 SM)
  2. Dinasti Shang dianggap dinasti yang mengawali sejarah Cina karena baru pertama kali dilakukan penulisan sejarah oleh Suma Chien. Catatan itu dituliskan di atas bejana perunggu, tempurung kura-kura dan tulang binatang.

    Salah satu contoh dari tulisan itu tampak pada gambar di bawah. Tulisan Cina berbentuk gambar sehingga disebut piktografi (picture = gambar, grafi = huruf), setiap gambar melambangkan gagasan tertentu sehingga tulisan itu juga disebut ideografi (Idea = gagasan, grafi = huruf).


    Pada masa dinasti Shang sedikitnya telah dikenal sejumlah kurang lebih 2000 huruf gambar. Menurut Anda apakah makna atau peranan tulisan gambar yang dituliskan pada tempurung kura-kura itu bagi kita dewasa ini? Tuliskan pendapatmu pada titik-titik di bawah ini?

    ....................................................................................................
    ....................................................................................................
    ....................................................................................................

    Setelah Anda menuliskan jawabannya kemudian cocokkanlah jawaban tersebut dengan uraian di bawah ini. Tulisan gambar pada tempurung kura-kura tersebut sangat besar maknanya bagi kita sekarang karena tulisan gambar tersebut memberikan informasi bagi kita mengenai kehidupan bangsa Cina waktu itu. Misalnya penduduk waktu itu hidup dari pertanian, perikanan dan perburuan.

    Kebudayaan yang berkembang pada jaman dinasti Shang disebut kebudayaan Lung-Shan. Peninggalan budaya jaman dinasti Shang antara lain bejana perunggu, persenjataan, kereta kuda dan sistem penulisan.

    Setelah runtuhnya dinasti Shang, Cina kemudian diperintah oleh dinasti Chou seperti dapat Anda baca pada uraian di bawah ini.

  3. Dinasti Chou (Zhou, 1222 SM - 249 SM)
  4. Pendiri dinasti Chou adalah Chou Wen Wang, pusat pemerintahannya di Chang-An. Dinasti Chou (Zhou) meletakkan dasar sistem pemerintahan feodalisme dan pola kebudayaan Cina. Kerajaan dibagi menjadi negara-negara bagian yang diperintah oleh raja bagian atau raja Vazal. Raja Vazal memerintah atas nama kaisar dan tunduk kepada kaisar. Kesetiaan raja vazal diwujudkan melalui penyerahan upeti secara teratur dan mengirimkan tentara yang dibutuhkan pada saat negara menghadapi ancaman.

    Pada masa dinasti Chou hiduplah para filosof yang terkenal yaitu Lao Tze, Kung Fu Tze dan Meng Tze. Ajaran Kung Fu Tze mengenai kesusilaan menjadi dasar perkembangan kebudayaan Cina. Ajaran Kung Fu Tze lahir sebagai reaksi atas keadaan negara waktu itu yaitu banyaknya korupsi serta merosotnya akhlak bangsa dan para pemimpinnya.

    Runtuhnya Dinasti Chou disebabkan oleh beberapa faktor antara lain tidak ada raja-raja pengganti yang cakap, kerajaan terpecah menjadi dua yaitu Chou Barat dan Chou Timur, banyak raja vazal yang melepaskan diri. Raja vazal yang kuat menyerang raja pusat dan menggantikannya.

    Bagaimanakah keadaan negeri Cina setelah berakhirnya pemerintahan dinasti Chou? Apakah pemerintahan dengan sistem desentralisasi tetap dijalankan? Pertanyaan demi pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada uraian berikutnya.

  5. Dinasti Chin (Qin, 221 SM - 207 SM)
  6. Setelah dinasti Chou, Cina diperintah oleh dinasti Chin (Qin). Konon nama Cina diambil dari nama dinasti Chin ini. Dinasti Chin memerintah dengan sistem sentralisasi dan meninggalkan sistem feodalisme (desentralisasi).

    Timbul pertanyaan, mengapa dinasti Chin meninggalkan sistem feodalisme dan melaksanakan sentralisasi dengan kekuasaan sebesar-besarnya ditangan pemerintah pusat?

    Kebijakan sentralisasi dilakukan oleh dinasti Chin sebab kekacauan yang terjadi di Cina pada akhir pemerintahan dinasti Chou tidak cukup hanya di atas oleh sikap raja-raja yang baik dan saleh saja. Namun dibutuhkan adanya kekuasaan raja yang kuat dan nyata serta hukum yang dijalankan dengan adil sehingga tercipta ketertiban dan ketentraman di seluruh negeri Cina.

    Untuk maksud di atas kaisar Shih Huang Ti dari dinasti Chin yang memerintah di Chang An mengambil beberapa tindakan sebagai berikut :

    1. Melarang ajaran Kung Fu Tze karena mendukung feodalisme.
    2. Membagi kerajaan menjadi 36 propinsi, setiap propinsi diperintah oleh gubernur selaku kepala pemerintahan yang bertanggung jawab kepada kaisar.
    3. Menetapkan standardisasi (pembakuan) tulisan, satuan ukuran misalnya timbangan, ukuran roda, alat-alat pertanian.
    4. Membangun tembok besar Cina sepanjang 2.250 Km, untuk membendung masuknya suku-suku pengembara (nomaden) dari Utara.


    Setelah Shih Huang Ti wafat pada tahun 210 SM, para gubernur dari tiap-tiap propinsi berupaya untuk merebut kekuasaan tertinggi di Cina. Dalam keadaan kacau tersebut tampillah tokoh Liu Pang dan pasukannya yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan kemudian menduduki tahta, Liu Pang mendirikan dinasti baru bernama dinasti Han.

    Sebelum melanjutkan uraian berikutnya maka jawablah pertanyaan yang disajikan pada tabel di bawah ini untuk mengukur pemahaman Anda. Cobalah Anda menjawab pertanyaan di bawah ini kemudian cocokkan dengan kunci jawabannya.

    Tabel 3.1 Perbandingan pemerintahan dinasti Chou dan Chin.


    Dengan hasil jawaban yang sudah Anda kerjakan, cocokkanlah hasil Anda tersebut dengan kunci jawaban sebagai berikut :

    1. a. Chang An, ................. b. Chang Ana.
    2. a. desentralisasi, ............ b. sentralisasi
    3. a. daerah vazal, .............. b. propinsi
      1. berkembangnya konfusianisme, karena ajaran ini mendukung feodalisme.
      2. melarang konfusianisme karena bertentangan dengan kebijakan sentralisasi.

    4. a. pemberontakan raja-raja vazal.
      b. perebutan kekuasaan oleh para Gubernur.


    Apakah jawaban Anda sudah tepat? Jika sudah tepat selamat, Anda sudah menguasai materi dengan baik. Selanjutnya simaklah uraian mengenai dinasti Han di bawah ini.

  7. Dinasti Han (207 SM - 221 M)
  8. Pendiri dinasti Han ialah Liu Pang. Pemerintahan dinasti Han kembali menjalankan sistem feodalisme dan mengijinkan kembali filsafat konfusianisme. Bahkan ajaran konfusianisme menjadi salah satu mata ujian bagi calon penghuni negeri.

    Masa pemerintahan dinasti Han mencapai puncak kejayaan di bawah kaisar Han Wuti. Wilayah kekaisaran Cina mencapai Asia Tengah (Turkistan), Korea, Mansyuria Selatan, Anam, dan Sinkiaing (daerah utara Tibet).

    Selain wilayahnya yang luas kaisar Cina juga menjalin hubungan dengan mancanegara. Jalur perdagangan ke Barat sampai Roma di kenal dengan sebutan "Jalan Sutera". Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan jalan Sutera?

    Tulislah jawabanmu pada titik-titik di bawah ini!

    ....................................................................................................
    ....................................................................................................

    Setelah Anda menjawab, bandingkan dengan keterangan di bawah ini ;

    Jalan sutera adalah jalur perdagangan dari daratan Cina melalui jalan darat melewati padang rumput di Asia Tengah secara berantai sampai ke Roma. Karena komoditi dagangan dari Cina terutama adalah sutera maka jalur perdagangan itu disebut jalan sutera.

    Setelah kaisar Han Wu Ti meninggal, dinasti Han mengalami kemunduran dan runtuh tahun 221 M. Negeri Cina mengalami kekacauan bahkan pernah dikuasai oleh bangsa
    Tar-Tar, sehingga masa ini disebut masa kegelapan.

    Pada abad 7 muncul dinasti baru di Cina yaitu dinasti Tang dari tahun 618 - 906. Sejak dinasti Tang terjalinlah hubungan dagang antara negeri Cina dengan kerajaan-kerajaan Nusantara. Hal ini ditandai dengan kunjungan para musafir dari Cina misalnya I-Tsing di Sriwijaya. Laksamana Cheng Ho dan
    Ma Huan berkunjung ke Majapahit.

    Seperti sudah disinggung pada masa pemerintahan dinasti Chou berkembanglah ajaran filsafat di Cina, maka penjelasannya dapat Anda pelajari melalui uraian berikutnya.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]