Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Filsafat

Ketiga pemikir yang akan dibahas berikut ini sama-sama hidup di zaman dinasti Chou (Zhou). Ajaran mereka muncul sebagai reaksi terhadap pemerintahan yang korup serta akhlak masyarakat yang merosot.

  1. Lao Tse 605 - 531 SM.
  2. Ajaran Lao Tse dituangkan dalam buku berjudul “Tao Te ching”. Ia percaya adanya semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi yang bernama Tao. Ajaran Lao Tse disebut Taoisme. Ia mengajarkan agar orang harus menyesuaikan dengan kodrat alam untuk meraih hidup sejati.

    Selanjutnya Taoisme juga mengajarkan bahwa di atas alam terdapat kerajaan Langit yang diperintah oleh dewa langit atau Hoo Tsien. Di bumi ada kerajaan bumi yang diperintah oleh Huang Ti. Bila raja yang memerintah tidak baik maka Dewa Langit akan menegur dan memberi hukuman melalui bencana alam atau pemberontakan. Jadi setiap orang harus menghormati Dewa Langit, raja dan arwah nenek moyang, karena nenek moyanglah yang menurunkan mereka.

    Setelah Lao Tse berikut ini dapat Anda pelajari ajaran Kung Fu Tse.

  3. Kung Fu Tse 551 - 479 SM.
  4. Sosok pribadi Kung Fu Tse yang selama ini diketahui dapat Anda lihat pada gambar di bawah. Dibandingkan dengan Lao Tse, ajaran Kung Fu Tse jauh lebih banyak penganutnya bahkan tersebar meluas. Ajaran Kung Fu Tse menekankan bahwa akhlak yang bobrok dapat diperbaiki dengan membangun kembali keselarasan dalam masyarakat sebagaimana telah dialami oleh leluhur. Keselarasan meliputi semua pihak artinya pemerintah maupun rakyat, tua maupun muda.


    Masyarakat terdiri atas keluarga. Dalam keluarga bapaklah yang menjadi pusatnya. Seorang bapak harus mengurus anak-anaknya dengan baik. Sebaliknya anak-anak harus hormat dan patuh terhadap orang tuanya.

    Negara dipandang sebagai keluarga besar dengan raja sebagai bapaknya. Oleh karena itu raja harus memerintah rakyatnya dengan baik dan bijaksana. Sebaliknya rakyat harus hormat dan taat kepada rajanya seperti anak kepada bapaknya.

    Filsuf ketiga yang akan Anda pelajari adalah Meng Tse.

  5. Meng Tse 372 - 280 SM.
  6. Melengkapi ajaran Kung Fu Tse manusia itu pada dasarnya baik. Kebaikan baru tampak jika terdapat keselarasan masyarakat. Karena itu pendidikan amat perlu. Seandainya pemerintah tidak beres rakyat punya hak untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan.

    Oleh karena pendapatnya tersebut, ia dianggap sebagai peletak dasar ajaran demokrasi bagi masyarakat Cina. Jika raja memerintah dengan sewenang-wenang, maka para menteri berkewajiban untuk memperingatkannya. Apabila raja mengabaikan peringatan tersebut maka para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.

    Dari ajaran filsafat di Cina yang telah dijelaskan, cobalah Anda rumuskan kembali ajaran Kung Fu Tse.

    Tuliskan jawaban Anda pada titik-titik di bawah ini!

    ..............................................................................................
    ..............................................................................................
    ..............................................................................................

    Jawaban Anda tentang ajaran Kung Fu Tse sebaiknya mengandung unsur :

    1. Konsep keselarasan hubungan dalam pemerintahan antara: raja dengan rakyatnya dan sebaliknya.
    2. Keselarasan hubungan antara orang tua dan anak dalam keluarga.


    Yang jelas ajaran itu sangat baik dan perlu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah materi tentang filsafat ini telah Anda kuasai dengan baik? Jika sudah, lanjutkan semangat Anda untuk mempelajari uraian kegiatan selanjutnya.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]