Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Sistem Kepercayaan Bangsa Mesir

Ada dua hal yang menarik apabila membicarakan kepercayaan bangsa Mesir yaitu mengenai kepercayaan yang bersifat polytheis dan budaya mengawetkan jenazah dalam bentuk mummi. Baiklah akan dapat Anda baca keterangannya satu persatu.

Masyarakat Mesir mengenal pemujaan terhadap dewa-dewa. Ada dewa yang bersifat nasional yaitu Ra (Dewa Matahari), Amon (Dewa Bulan) kemudian menjadi Amon Ra.

Sebagai lambang pemujaan kepada Ra didirikan obelisk yaitu tiang batu yang ujungnya runcing (lihat gambar 6). Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat kejadian-kejadian. Untuk pemujaan terhadap dewa Amon Ra dibangunlah Kuil Karnak yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.


Gambar 6. Bangunan obelisk


Selain dewa nasional maka ada dewa-dewa lokal yang dipuja pada daerah-daerah tertentu seperti Dewa Osiris yaitu hakim alam baka, Dewi Isis yaitu dewi kecantikan isteri Osiris, Dewa Aris sebagai dewa kesuburan dan dewa Anubis yaitu dewa kematian.

Perhatikan gambar 7. Pada gambar tersebut tampak dewa Osiris sedang melakukan penimbangan atas kebaikan dan kejahatan yang dilakukan seseorang semasa hidupnya.


Gambar 7. Dewa Osiris


Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir berdasarkan pemahaman sebagai berikut :

  1. Penyembahan terhadap dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa manusia tidak berdaya dalam menaklukkan alam.

  2. Yang disembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti dewa Anubis atau yang memberi sumber kehidupan.


Jadi dengan taat menyembah pada dewa masyarakat lembah sungai Nil mengharap jangan menjadi sasaran maut.

Kepercayaan yang kedua berkaitan dengan pengawetan jenazah yang disebut mummi. Dasarnya membuat mummi adalah bahwa manusia tidak dapat menghindari dari kehendak dewa maut. Manusia ingin tetap hidup abadi. Agar roh tetap hidup maka jasad sebagai lambang roh harus tetap utuh.

Dari uraian di atas mungkin akan timbul pertanyaan Anda, apakah tradisi pengawetan jenazah juga dikenal pada masyarakat di Indonesia? Diskusikanlah masalah tersebut dengan teman-teman agar wawasan Anda bertambah. Tuliskan kesimpulan Anda di selembar kertas dan kumpulkan tanggapan Anda kepada Guru Bina.

Sampai di sini apakah Anda puas? Masih ada satu uraian lagi yang menarik untuk Anda ketahui yaitu peninggalan budaya Mesir kuno. Simaklah terus uraian selanjutnya.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]