Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  1. Tulisan
  2. Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut Hieroglyph berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu obelisk maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan dan benda-benda. Setiap lambang memiliki makna. Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan keduniawian misalnya jual beli.

    Siapakah yang berhasil membaca huruf Hieroglyph itu?
    Huruf-huruf Mesir itu semula menimbulkan teka-teki karena tidak diketahui maknanya. Secara kebetulan pada waktu Napoleon menyerbu Mesir pada tahun 1799 salah satu anggota pasukannya menemukan sebuah batu besar berwarna hitam di daerah Rosetta.


    Gambar 8. Lempengan batu bertuliskan huruf Hieroglyph


    Gambar 9. Tulisan Hieroglyph


    Batu itu kemudian dikenal dengan batu Rosetta memuat inskripsi dalam tiga bahasa. Pada tahun 1822 J.F. Champollion telah menemukan arti dari isi tulisan batu Rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan yaitu Hieroglyph, Demotik dan Yunani. Perhatikan pada gambar 8 dan 9 di atas.

    Dengan terbacanya isi batu Rosetta terbukalah tabir mengenai pengetahuan Mesir kuno (Egyptologi) yang Anda kenal sampai sekarang.

    Selain di batu, tulisan Hieroglyph juga ditemukan di kertas yang terbuat dari batang Papirus.

    Dokumen Papirus sudah digunakan sejak dinasti yang pertama. Cara membuat kertas dari gelagah papirus adalah dengan memotongnya. Kemudian kulitnya dikupas dan intinya diiris/disayat tipis-tipis. Perhatikan pada gambar 10 di bawah ini. Untuk menulis, orang Mesir menggunakan tinta yang terbuat dari campuran air dengan semacam getah sayur dan cat.


    Gambar 10. Gelagah papirus. (Sumber: Sejarah untuk SMA).


    Apakah Anda sudah paham dengan uraian di atas? Jika sudah paham lanjutkan belajar Anda dengan uraian di bawah ini.

  3. Sistem kalender
  4. Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem Solar).

    Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian diadopsi (diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan sistem lunar (peredaran bulan) menjadi tarik Hijrah.

    Dari uraian di atas jawablah pertanyaan di bawah ini dan tuliskan jawaban Anda pada titik-titik yang ada.

    Apakah tahun kabisat itu? Bagaimana perhitungannya?

    ................................................................................................
    ................................................................................................

    Setelah menjawabnya, cocokkan jawaban Anda dengan uraian di bawah ini.

    Tahun Kabisat adalah tahun yang jumlahnya 366 hari. Penetapan 1 hari tambahannya jatuh pada akhir bulan Februari sehingga ada tanggal 29 Februari untuk 4 tahun sekali.

    Selain tulisan dan sistem kalender peninggalan budaya Mesir lainnya yang terkenal adalah seni bangunan (arsitektur) yang Anda dapat baca pada uraian di bawah ini.

  5. Seni bangunan (arsitektur)
  6. Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur.

    Peninggalan bangunan Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat kaitannya dengan kehidupan keagamaan.

    Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun. Arsitek terkenal pembuat piramida adalah Imhotep. Bangunan ini biasanya memiliki kamar bawah tanah, pekarangan dan kuil kecil di bagian luarnya.


    Gambar 11. Piramid di Gizeh


    Tiang-tiang dan dindingnya dihiasi dengan hiasan yang indah. Di bagian dalam terdapat lorong-lorong, lubang angin dan ruang jenazah raja. Di depan piramida terdapat spinx yaitu patung singa berkepala manusia. Fungsi spinx adalah penjaga piramida. Perhatikan gambar di atas.

    Piramida terbesar adalah makam raja Cheops, yang tingginya mencapai 137 meter di Gizeh. Selain Cheops, di Gizeh juga terdapat piramida Chefren dan Menkaure. Di Sakarah terdapat piramida firaun Joser. Selain piramida apakah ada tempat pemakaman yang lain di Mesir? Berdasarkan penggalian di daerah El Badari ditemukan pemakaman yang disebut Hockerbestattung (Hocker artinya jongkok dan bestattung artinya pemakaman) karena orang yang meninggal dimasukkan dengan cara didudukkan menjongkok. Ada pula pemakaman yang disebut mastaba untuk golongan bangsawan.

    Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa-dewa.
    Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk pemujaan Dewa Amon Ra.

    Perhatikan gambar 3.11. di bawah. Bandingkan posisi tinggi manusia dengan tiang-tiang kuil tersebut. Bagaimana kesimpulan Anda? Tuliskan pendapat Anda pada titik-titik di bawah ini.

    ................................................................................................
    ................................................................................................


    Gambar 12. Kuil Karnak. (Sumber: Western Civilizations)


    Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki), tiang-tiangnya setinggi 23,5 m dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang dan pintu gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan raja.


Setelah Anda mempelajari uraian tentang seni bangunan Mesir kuno maka untuk mengetahui pemahaman Anda tuliskan penjelasan mengenai beberapa istilah di bawah ini.


Setelah Anda menjelaskan istilah di atas, cocokkan jawaban Anda dengan keterangan di bawah ini.

  1. Tugu batu lambang pemujaan Dewa Ra.
  2. Makam dengan cara mayat didudukkan menjongkok.
  3. Makan untuk golongan bangsawan.
  4. Makam para firaun di Mesir.
  5. Patung penjaga piramida bertubuh singa berkepala manusia.
  6. Tempat pemujaan dewa.


Bagaimana jawaban Anda apakah sudah tepat? Bagus. Selanjutnya kerjakanlah tugas 2 selanjutnya dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]