Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 

Pengukuran Panjang

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku digunakan penggaris, untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos, dan untuk mengukur diameter gelas digunakan jangka sorong.

Berdasarkan tingkat ketelitiannya terdapat beberapa macam alat ukur panjang, di antaranya adalah :


  1. Pengukuran Panjang dengan Mistar



  2. Penggaris atau mistar mempunyai batas ukur bermacam-macam ada yang 20 cm, 30 cm, 50 cm sampai
    1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter atau lebih. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.

    Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.

  3. Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong


  4. Gambar Jangka sorong dan bagian-bagiannya

    Bagaimanakah mengukur kedalaman suatu tutup pulpen? Untuk mengukur kedalaman tabung dapat kita gunakan jangka sorong. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya
    0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa.

    Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu :

    1. Rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
    2. Rahang geser (rahang sorong) yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.


    Contoh mengukur diameter baut dengan jangka sorong :

    • Langkah Pertama
    • Tentukan terlebih dahulu skala utama. Pada gambar terlihat skala nol nonius terletak di antara skala 2,4 cm dan 2,5 cm pada skala tetap. Jadi, skala tetap bernilai
      2,4 cm.
    • Langkah Kedua
    • Menentukan skala nonius. Skala nonius yang berimpit dengan skala tetap adalah angka 7. Jadi, skala nonius bernilai 7 X 0,01 cm = 0,07 cm.
    • Langkah Ketiga
    • Menjumlahkan skala tetap dan skala nonius. Hasil pengukuran = 2,4 cm + 0,07 cm = 2,47 cm
      Jadi, hasil pengukuran diameter baut sebesar 2,47 cm.


  5. Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup


  6. Gambar Mikrometer Sekrup dan bagian-bagiannya

    Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur ketebalan plat, ketebalan kertas, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.

    Bagian-bagian dari mikrometer sekrup adalah rahang putar (rahang geser), skala utama (skala tetap), skala putar, dan silinder bergerigi (silinder pemutar).

    Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]