Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Mengidentifikasi Sistem Satuan

Konsep Sistem Satuan

Sistem satuan yang digunakan di Indonesia dikenal dengan sebutan Satuan SI (Sistem Internasional des Unites) yaitu sistem satuan yang telah diolah oleh organisasi standard internasional yang juga dikenal dengan nama ISO (Internasional Organization for Standardization). Contohnya adalah sebagai berikut :

  • L = lambang besaran untuk panjang
  • E = lambang besaran untuk energi
  • Ek = lambang besaran untuk energi kinetis
  • .m = untuk meter
  • .s = untuk sekon /detik
  • A = untuk amper
  • N = untuk Newton
  • kg = untuk kilogram


Bila satuan dibentuk dari perkalian dua atau lebih satuan dapat dituliskan dengan cara memberi tanda titik atau spasi agar tidak keliru dengan lambang satuan tunggal.
Contoh :

  1. N.m newton meter (satuan untuk momen) atau N.m atau m.N atau
  2. m N (satuan momen = panjang x gaya) agar tidak keliru dengan mN untuk milinewton

  3. Satuan kecepatan = m/s
  4. Satuan waktu = s
    Satuan gravitasi = m/s2 atau ms-2 (meter per detik kuadrat)


Ada dua jenis satuan yang sampai saat ini digunakan, yakni :

  1. Sistem metric. Sistem ini dikenal sebagai; meter, kilogram, dan secon (disingkat MKS).
  2. Sistem Inggris (imperial sistem). Sistem ini dikenal sebagai: food, pound, dan second (disingkat FPS).


Satuan adalah besaran yang dipilih sebagai besaran patokan.
Contoh :

Gaya tekan sebesar 10 N
F = 10 N, maka N melambangkan nilai satuan yang dipilih untuk besaran F dan 10 melambangkan nilai bilangan dari besaran F bila dinyatakan dalam satuan N.
Besaran F dapat juga dinyatakan dengan satuan lain, misalnya dinyatakan dengan kgf (kilogram force atau kilogram gaya).
Jadi besaran tidak tergantung kepada pemilihan satuan.

Satuan dapat dipilih secara sembarang, tetapi membuat pilihan satuan yang bebas untuk setiap kategori yang dapat dibandingkan satu terhadap yang lain pada umumnya menimbulkan faktor bilangan tambahan dalam persamaan antar nilai bilangan. Dalam praktek dapat juga dibuat pemilihan satuan dengan suatu cara yang menghasilkan persamaan nilai bilangan, termasuk faktor bilangannya dan mempunyai bentuk yang sama dengan persamaan besaran yang bersangkutan, hali ini yang sering disebut koheren terhadap sistem besaran dan persamaan dalam soal-soal.

Konversi (pengubahan) satuan harus dilakukan terutama akibat masih banyak dipakai “sistem satuan lama” pada buku-buku rujukan tertentu. Berikut dapat dilihat hubungan antara satuan SI dan “sistem satuan lama”.

Tabel 1
Konversi Satuan SI dan Sistim Lama


BESARAN

SATUAN

“Lama”

SI

Gaya

1 kgf
1 tf

10 N
10 kN

Gaya per satuan panjang

1 kgf/m
1 tf/m

10 N/m
10 kN/m

Gaya per satuan luas penampang

1 kgf/m2
1 tf/m2
1 kgf/cm2

10 N/m2
10 kN/m2
0,1 N/mm2

Gaya per satuan volume (isi)

1 kgf/m3
1 tf/m3
1 tf/cm3

10 N/m3
10 kN/m3
0,01 MN/m3

Momen dari gaya

1 kgfm
1 tfm

10 Nm
10 kNm


Penggunaan alat ukur yang tepat untuk mengukur besaran

Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Jenis alat ukur yang dikenal dalam metrologi industri berdasarkan pemakaiannya antara lain :

  • Alat ukur linier langsung (mistar ukur, mistar ingsut, dan micrometer).

  • Beberapa contoh alat ukur linier langsung :


    Gambar (a) Vernier Caliper


    Gambar (b) Coolant Proof Caliper


    Gambar (c) Point Micrometer


    Gambar (d) Height Gauges


  • Alat ukur linier tak langsung (blok ukur, batang ukur, caliber induk tinggi)


  • Gambar Gauge Blocks


  • Alat ukur sudut (batang sinus, senter sinus, dobel meja sinus, dan busur sinus)

  • Gambar (a) Bevel Protactor & Combination Set Square



    Gambar (b) Precision Square




BPM Semarang © 2008





 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]