Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Komplemen Suatu Kejadian

Perhatikan tabel dan diagram lingkaran berikut!

Tabel Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan

Banyaknya Siswa

%

Dasar

600

60

Menengah

400

40

JUMLAH

1000

100


Gambar:
Tabel dan diagram lingkaran


Dari tabel tersebut jika diambil satu orang maka peluang mendapatkan seorang berpendidikan dasar 60% atau 0,6 sedangkan peluang mendapatkan seorang berpendidikan menengah adalah 40% atau 0,4. Jadi peluang mendapatkan pendidikan dasar atau menengah adalah 0,6 + 0,4 = 1

Dua kejadian yang saling berkomplemen jika peluangnya dijumlahkan bernilai 1.

Gabungan kejadian dengan komplemennya sama dengan ruang sampelnya.


Gambar: Diagram Venn dua kejadian saling berkomplemen


Komplemen suatu kejadian biasanya digunakan untuk menghitung kejadian di luar kejadian yang dimaksud, misalnya pada contoh di atas kejadian pendidikan sekolah dasar merupakan komplemen kejadian pendidikan sekolah menengah. Jika Kejadian pendidikan sekolah menengah adalah A maka komplemennya adalah :



Sehingga dalam diagram venn digambarkan :


Gambar: Diagram Venn kejadian A dengan komplemennya


Contoh 1
Peluang seorang penembak jitu, menembak tepat pada sasaran
adalah 0,82. Tentukan peluang dia gagal menembak sasarannya.


Peluang komplemen suatu kejadian sangat bermanfaat untuk menghitung suatu peluang kejadian yang rumit tetapi peluang kejadian komplemennya lebih mudah dihitung.

Contoh 2
Empat keping uang logam yang bersisi angka dan gambar dilempar undi, tentukan peluang muncul sisi yang tidak semuanya sama.

Penyelesaian :
Ruang sampel, n(S) = 24 = 64
Peluang sisi yang berbeda merupakan komplemen muncul semua sisi sama
Kejadian muncul sisi sama A = {(AAAA), (GGGG)}, n(A) = 2
P(A) =
Peluang muncul sisi berbeda = 1 - = =

Disini jelas bahwa menghitung muncul sisi semua sama jauh lebih mudah dari menghitung banyaknya kejadian muncul sisi yang tidak semuanya sama.


Gambar: Diagram Pohon






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]