Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 

Mengenal Monorel


“Naik kereta api tut tut tut...
Siapa hendak turut...
Ke Bandung Surabaya bolehlah naik dengan percuma...
Ayo kawanku lekas naik...
Keretaku tak berhenti lama...”

Siapa tak kenal lagu itu?. Kereta api pernah menjadi sarana transportasi yang sangat populer di mata masyarakat. Selain itu kereta api merupakan transportasi yang murah, hemat energi, dan ramah lingkungan. Kereta api biasanya menggunakan rel konvensional yang memiliki dua rel paralel. Sedangkan kereta monorel menggunakan jalur dengan rel tunggal. Walaupun monorel sekilas nampak seperti kereta konvensional, namun ada perbedaan yang cukup signifikan dari segi teknis dan sejarahnya. Pada hakekatnya monorel bukan merupakan perbaikan atau penyesuaian dari jenis kereta konvensional, tetapi jenis lain moda trasnportasi massal.


Kereta monorel adalah kereta dengan jalur yang menggunakan rel tunggal. Kereta monorel berbeda dengan kereta rel konvensional yang memiliki dua rel paralel. Kereta monorel memiliki badan lebih lebar daripada relnya. Umumnya rel terbuat dari beton dengan roda yang terbuat dari karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional.

Monorel telah dibangun di banyak negara di dunia, umumnya adalah rel tinggi yang melintasi wilayah ramai. Mengatasi kemacetan, itulah alasan paling mendasar kenapa monorel banyak digunakan sebagai moda trasportasi massal. Alasan kedua adalah isu lingkungan yakni pemanasan global, krisis energi, dan kenaikan harga BBM. Hal ini hendaknya semakin menyadarkan kita untuk mengusahakan penghematan BBM dan pengurangan emisi gas buang. Dengan demikian, maka perjalanan menggunakan kereta monorel adalah sebuah pilihan yang dapat ditempuh.

Setelah membaca urain ini diharapkan pembaca dapat mengerti tentang monorel sebagai sarana transportasi modern yang ramah lingkungan.

Kereta Api Konvensional

George Stephenson Lokomotif pertama tahun 1843

Kereta api awalnya berasal dari Inggris, kemudian tersebar ke seluruh dunia. Konstruksi dan eksploitasinya mempunyai corak dan kecepatan yang berbeda-beda, sesuai dengan keadaan di negara masing-masing. Kereta api memasuki berbagai kebudayaan dan ekonomi, yang mempunyai sejarah dan tradisi yang berlainan. Dalam sejarah perkeretaapian dicatat George Stephenson sebagai bapak lokomotif. Lokomotif berasal dari bahasa latin yaitu locus yang berarti tempat dan movers yang berarti penggerak. Stephenson berhasil membuat lokomotif pertama pada tahun 1814. Pada saat itu lokomotifnya mempunyai kecepatan rata-rata 26 km/jam dengan maksimal kecepatan
46 km/jam. Kemudian prestasi itu diperbaiki tahun 1843, dimana kecepatannya menjadi 60 km/jam dengan daya angkut 76 ton. Di Indonesia sendiri, kereta api pertama datang pada tahun 1868. Rel kereta api pertama di Indonesia dibangun pada tahun 1870-an di kota Semarang untuk melayani rute Kemijen-Tanggung yang berjarak 26 km.

Kereta Maglev

Kereta maglev di Jepang


Prinsip dasar dari magnet adalah kutub yang berlawanan akan saling tarik-menarik dan kutub yang sejenis akan tolak-menolak satu sama lain. Elektromagnet serupa dengan magnet yang menarik benda-benda logam, tetapi tarikan magnet bersifat sementara karena adanya daya listrik. Pada sistem kereta api Maglev, terdapat tiga komponen utama, yaitu sumber daya listrik yang besar, kumparan logam yang melingkupi sebuah jalur pemandu serta magnet pemandu besar yang dipasang di bagian bawah kereta api. Perbedaan terbesar antara kereta api Maglev dan kereta api konvensional adalah: pada kereta api Maglev tidak terdapat motor penggerak yang digunakan untuk menarik kereta api sepanjang rel baja. Jerman dan Jepang sama-sama mengembangkan teknologi kereta Maglev dan sedang menguji masing-masing prototipenya. Meski Jerman dan Jepang sudah mengembangkannya, penggunaan untuk umum pertama kali justru berlangsung di Shanghai, Cina dengan memanfaatkan kereta yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman bernama Transrapid Internasional.

Sejarah Kereta Monorel

Monorel tahun 1876


Monorel pertama kali diperkenalkan oleh Henry Robinson Palmer pada tahun 1825. Hasil penemuannya telah mendapatkan US paten bernomor US4618 pada tanggal 22 November 1821. Pada awalnya monorel ini digunakan untuk mengangkut batu bata dengan menggunakan tenaga kuda untuk menariknya, namun pada tahun berikutnya monorel dibuat untuk penumpang yakni di Cheshunt Railway.

Monorel pertama  bertenaga Listrik


Pada tahun 1876 di Philadelpia Centennial untuk pertama kali kereta monorel menggunakan mesin uap sebagai penggeraknya. Sejarah monorel ini terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya sampai pada tahun 1929, terwujud monorel pertama yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Dengan kecepatan 160 km/jam, kereta ini digunakan untuk menghubungkan London dan Paris.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]