Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Latihan

Untuk mengerjakan latihan di bawah ini, perhatikan teks surat pembaca berikut!

PSSI Memperburuk Citra Persepakbolaan di Tanah Air


Membaca tulisan di Kompas baru-baru ini tentang “PSSI Intimidasi Irfan Bachdim”, saya merasa sungguh aneh dan tidak dapat diterima cara berpikir Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang menilai bahwa pemain yang ikut LPI tidak bisa masuk tim nasional alias timnas.

Harus diingat, timnas bukan milik PSSI semata, melainkan milik nasional yang kebetulan pengelolaannya diserahkan kepada PSSI. Apakah prestasi timnas adalah berkat jasa Sekjen PSSi? Secara tak disadari, sebenarnya Nugraha Besoes telah menampar dan memperburuk citra dunia persepakbolaan di Tanah Air.

Intimidasi terhadap pemain adalah cara-cara tidak mendidik dan tidak benar. Sebagai manusia, setiap pemain berhak menentukan dirinya akan bermain di klub mana pun. Justru yang harus jadi bahan pemikiran, mengapa LPI terbentuk? Hal itu tidak lain dari rasa keprihatinan tokoh-tokoh nasional terhadap terseok-seoknya prestasi PSSI dan juga sikap “keras kepala” para pengurusnya.

Tunjukkan apa yang telah dihasilkan oleh pengurus kini? Apakah tidak disadari betapa dulu persepakbolaan kita begitu harum di Asia Tenggara, bahkan di Asia? Biarkan LPI berkiprah, bila perlu rangkul untuk bersama-sama membina persepakbolaan Indonesia, bukan malah dimusuhi sebagai pesaing.

RISNO S. SAMSI
Jalan Enur, Braga, Bandung, Jabar

(Sumber: Kompas, 11 Juni 2011)







 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]