Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Liberalisme


Pengertian tersebut dapat dipahami dari konteks kelahirannya di Eropa.

Apakah yang dimaksud dengan kebebasan individu di sini? Untuk lebih jelasnya ikutilah uraian berikutnya.

Menurut paham liberal, individu mempunyai kedudukan sangat fundamental, maka kebebasan individu harus dijamin.

Sebagai reaksi terhadap kondisi zamannya, liberalisme mulanya berorientasi pada kebebasan politik, kemerdekaan agama dan ekonomi.

  • Pada kehidupan agama, liberalisme dimulai pada masa Renaisanse yang memperjuangkan kebebasan manusia dari kungkungan gereja/agama.

  • Pada kehidupan ekonomi, liberalisme menentang monopoli atau campur tangan pemerintah dalam berusaha. Liberalisme merupakan antitesis dari sistem perdagangan yang menggunakan sistem merkhantilisme. Pedagang besar sering disebut borjuis, mereka ingin memperoleh kebebasan dalam melakukan usaha. Pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran. Mereka menyatakan bahwa pemerintahan yang paling baik seharusnya paling sedikit ikut campur dalam bidang ekonomi. Pandangan ini dikemukakan oleh Adam Smith (Bapak Ekonomi liberal kapitalis) yang menyatakan bahwa hukum pasar akan diatur oleh "invisible hands".

  • Negara menurut paham liberalisme tradisional fungsinya sebagai penjaga malam. Dalam sistem liberalisme peluang tumbuhnya sistem kapitalisme sangat besar. Sejak timbulnya kapitalisme dan kemenangan paham liberalisme, imperialisme barat berubah menjadi imperialisme modern.

    Ciri imperialisme modern adalah :

    1. Daerah jajahan sebagai pensuplai bahan baku.
    2. Masyarakat jajahan sebagai sasaran penjualan hasil produksi.


  • Pada kehidupan politik melahirkan pengertian tentang negara yang demokrasi. Pada bidang politik penganut ajaran liberalisme menginginkan adanya pembatasan kekuasaan negara. Monarki absolut dianggap tidak relevan. Dalam bidang ini liberalisme berkaitan dengan demokrasi.


Dalam hubungannya dengan perkembangan nasionalisme di negara Asia-Afrika, liberalisme memberikan gambaran kontradiktif dari bangsa penjajah (Eropa pada waktu itu). Hal ini berarti di satu sisi mendengungkan kebebasan, namun di daerah jajahan sama sekali tidak memberi kebebasan pada bangsa yang dijajah.


Gambar 2. Kebebasan individu pada paham liberal.


Mudah dipahami bukan? Kalau belum, cobalah ulangi membaca uraian yang terasa sulit. Kalau sudah paham, simaklah uraian-uraian berikutnya.

Libelarisme berasal dari kata liberales (bahasa Spanyol), yaitu nama partai pada abad ke-19 yang memperjuangkan pemerintahan konstitusional untuk Spanyol. Waktu itu masyarakat Eropa ingin berontak terhadap kehidupan politik, budaya serta agama yang cenderung bersifat absolut. Masyarakat ingin membebaskan diri dari belenggu absolutisme yang diciptakan golongan bangsawan dan agamawan.

Apakah Anda masih ingat tentang struktur masyarakat Eropa pada waktu itu (sebelum abad 18 yang terbagi dari tiga kelas yaitu bangsawan, agamawan, golongan III)? Bagus kalau masih ingat.

Siapakah pelopor dari paham politik liberal? Anda mengenalnya? Kalau belum, simaklah penjelasan di bawah ini.

Pelopor politik liberal di antaranya ada 2 tokoh, yaitu John Locke dan Montesquieu. John Locke merupakan pelopor paham politik liberal dari Inggris. Menurut Locke, negara terbentuk dari perjanjian sosial antara individu yang hidup bebas dan penguasa.

Montesquieu (1689-1773) juga pelopor dalam paham politik liberal. dalam bukunya "The Spirit of Law", Montesquieu dari Perancis mengembangkan teori pemisahan kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Setiap kekuasaan saling mengawasi dan mengimbangi satu dan yang lain. Apabila ketiga kekuasaan pemerintahaan berada dalam satu tangan, akan muncul kesewenang-wenangan.

Selain kedua tokoh tersebut terdapat pula Voltaire (Perancis),
JJ. Rousseau (Perancis) dan Immanuell Kant (Jerman).

Anda telah mempelajari dua paham yaitu nasionalisme dan liberalisme, teruskan menyelesaikan dua paham lagi, yaitu paham sosialisme dan demokrasi.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]