Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 

Pendahuluan

Suara di Telinga


Telinga, alat indra yang satu ini tentu saja merupakan alat yang sangat vital bagi manusia untuk dapat menjamin terjadinya suatu komunikasi antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Bagaimana komunikasi ini bisa terjadi? Hal tersebut tidak terlepas dari peranan suara dan bunyi sebagai media komunikasi. Bunyi atau suara bisa terdengar oleh telinga manusia karena adanya getaran di udara atau medium lain. Informasi yang masuk ke telinga dan posisi kepala disampaikan oleh saraf pendengaran ke otak untuk diartikan, sehingga timbul komunikasi.

Suara yang dapat terdengar oleh manusia berkisar antara frekuensi 20 Hz sampai 20 kHz. Diluar frekuensi tersebut, suara tidak dapat terdengar oleh manusia; contohnya suara kelelawar yang mempunyai frekuensi di atas 20 kHz.

Perjalanan suara dari telinga ke otak


Untuk dapat direspon oleh otak, suara melakukan perjalanan panjang yang rumit di sepanjang organ telinga kita. Tahapan-tahapan suara dalam proses mencapai otak adalah sebagai berikut:

  1. Awalnya gelombang suara dikumpulkan oleh daun telinga (1).
  2. Selanjutnya gelombang menabrak gendang telinga (2).
  3. Hal ini menyebabkan tulang-tulang di telinga tengah (3) bergetar.
  4. Gelombang suara diterjemahkan menjadi getaran gerak yang menggetarkan ‘jendela lonjong’ (4).
  5. Hal tersebut menyebabkan cairan yang berada di dalam rumah siput (5) bergerak. Disini, getaran gerak diubah menjadi denyut syaraf yang bergerak menuju otak melalui syaraf rongga telinga (6).
  6. Terdapat cara kerja yang amat rumit di dalam rumah siput. Rumah siput (gambar yang diperbesar di tengah) mempunyai beberapa saluran (7), yang berisi cairan. Saluran rumah siput (8) mengandung alat-alat korti (9) (gambar yang diperbesar di kanan), yang merupakan alat indera pendengaran. Organ ini terdiri dari ‘sel-sel bulu’ (10).
  7. Getaran di dalam cairan rumah siput diteruskan kepada sel-sel bulu melalui selaput batang (11), tempat alat-alat korti berada. Ada dua macam sel bulu, yaitu sel bulu dalam (12a) dan sel bulu luar (12b).
  8. Sel-sel bulu ini bergetar berbeda-beda tergantung pada frekuensi suara yang datang, sehingga memungkinkan kita membedakan beragam suara yang kita dengar.
  9. Sel bulu luar (12b) mengubah getaran suara yang telah dikenali menjadi denyut listrik dan meneruskannya ke syaraf pendengaran (14). Kemudian informasi dari kedua telinga bertemu di dalam susunan ollivari utama (15). Alat yang terlibat dalam jalur pendengaran adalah inferior colliculus (16), medial geniculate body (17) dan berakhir pada selaput pendengaran (18).






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]