Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 

Pendahuluan

Gigi sehat dan kuat adalah dambaan kita semua. Gigi adalah salah satu organ yang penting bagi manusia. Bila gigi kita sehat putih dan bersih, senyumpun akan mengembang dengan bebas. Namun bagaimana keadaan gigi anak-anak kita? Apakah anak-anak bisa merawat dan menjaga kesehatan gigi dari keropos? Benarkah anak-anak saat ini sudah banyak yang terserang penyakit gigi karena giginya berlubang? Kita semua harus berupaya agar gigi anak-anak terpelihara dengan baik, bahkan perawatan gigi sejak dini ikut menentukan perkembangan gigi hingga dewasa.

Menurut drg. Tri Astuti, M. Kes., sebanyak 89% anak Indonesia di bawah 12 tahun menderita penyakit gigi dan mulut. Kondisi itu akan berpengaruh pada derajat kesehatan, proses tumbuh kembang, bahkan masa depan mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, caries atau gigi berlubang serta masalah gusi adalah penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemui pada anak.

Untuk wilayah di Jakarta, 90% anak mengalami masalah gigi berlubang, dan 80% menderita penyakit gusi. Angka itu diduga lebih parah terjadi di daerah-daerah, serta anak-anak dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Kondisi tersebut mencerminkan minimnya derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Sebanyak 60% penduduk Indonesia menderita penyakit gigi dan mulut.

Khusus bagi anak-anak, penyakit gigi dan mulut, jelas akan berpengaruh dan menimbulkan kekurangan gizi hingga hilangnya masa depan mereka. Karena penyakit gigi pada anak-anak, sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Rasa sakit pada gigi dan mulut, jelas dapat mengurangi selera makan mereka, dengan demikian asupan gizi pun cenderung akan berkurang. Selain itu, kemampuan belajar anak akan cenderung menurun dan mempengaruhi prestasi belajar. Anak-anak yang berpenyakit gigi, umumnya enggan beraktivitas fisik.

Anak-anak harus diberi contoh dalam merawat gigi. Mereka akan terbiasa menggosok gigi apabila dalam keluarga, Ibu, Ayah atau kakaknya setiap hari membiasakan diri menggosok gigi. Selain memberi contoh, anak-anak juga dipilihkan sikat gigi atau pasta yang cocok untuk mereka.


Dengan melihat keadaan kesehatan gigi anak Indonesia, maka perlu dibudayakan kepada anak-anak untuk gemar menggosok gigi secara teratur, menghindari makanan yang dapat merusak gigi dan kebiasaan makan yang tidak baik.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]