Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Ciri Kehidupan Masyarakat Prasejarah Indonesia

Seperti yang pernah Anda pelajari pada kegiatan belajar 2
modul 1 tentang periodisasi Prasejarah berdasarkan ciri kehidupan masyarakat, maka uraian materi ini akan membahas bagaimana perilaku masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, pada masa bercocok tanam dan pada masa perundagian.

Dalam rangka memudahkan Anda memahami uraian materi ini maka yang akan disajikan terlebih dahulu adalah perilaku masyarakat pada awal berlangsungnya kehidupan masa Prasejarah. Untuk itu simaklah uraian materi berikut ini.

  1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia tinggal di alam terbuka seperti di hutan, di tepi sungai, di goa, di gunung atau di lembah-lembah. Tempat tinggal mereka belum menetap, masih berpindah-pindah atau nomaden mengikuti alam yang dapat menyediakan makanan terutama binatang buruan.


    Apabila binatang buruan dan bahan makanan sudah habis, mereka akan mencari dan pindah ke tempat yang lebih subur. Inti dari kehidupan sehari-hari masyarakat ini adalah mengumpulkan bahan makanan dari alam untuk dikonsumsi saat itu juga. Kegiatan semacam ini disebut dengan Food Gathering atau pengumpul makanan tahap awal.

    Masyarakat pengumpul makanan tersebut telah mengenal kehidupan berkelompok kecil, hal ini karena kehidupannya nomaden. Hubungan antara kelompok sangat erat, karena mereka harus bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan hidup serta mempertahankan kelompoknya dari serangan kelompok lain atau serangan binatang-binatang buas. Meskipun dalam kehidupan yang masih sangat sederhana, mereka telah mengenal adanya pembagian tugas kerja, dimana kaum laki-laki biasanya tugasnya adalah berburu, kaum perempuan tugasnya adalah memelihara anak serta mengumpulkan buah-buahan dari hutan.


    Masing-masing kelompok memiliki pemimpin yang ditaati dan dihormati oleh anggata kelompoknya. Dengan demikian pada masa berburu dan mengumpulkan makanan sudah terlihat adanya tanda-tanda kehidupan sosial dalam suatu kelompok masyarakat, walaupun tingkatannya masih sangat sederhana.

    Kesederhanaan kehidupan sosial tersebut terlihat dari ketidaktahuan masyarakat dalam menyimpan sisa makanan, tidak mengenal tata cara perkawinan, tidak melakukan penguburan terhadap mayat. Karena belum mengenal religi/ kepercayaan. Hal ini dapat dibuktikan melalui alat-alat kehidupan yang dihasilkan pada zaman batu tua.

    Dari uraian tersebut, tentu masih hangat dalam ingatan Anda tentang kebudayaan batu tua/paleolithikum. Untuk menambah pemahaman Anda maka tulislah hasil kebudayaan palaeolithikum dan ciri-cirinya pada tabel di bawah ini.


    Setelah Anda mengisi tabel 2.1, maka sesuaikan apa yang Anda tulis dengan kunci jawabannya berikut ini.

    1. Chopper/kapak genggam
    2. Flakes/alat serpih
    3. Alat penusuk
    4. Tombak
    5. Mata panah
    6. Sebagian besar alat terbuat dari batu
    7. Terbuat dari tulang
    8. Hasil buatannya kasar
    9. Bentuknya sederhana
    10. Belum diasah/diupam


    Jika jawaban Anda banyak yang benar, selamat untuk Anda. Dan Anda dapat mempelajari kembali uraian berikutnya.

    Pengenalan terhadap api bagi masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan sangat dimungkinkan karena berdasarkan analogi jenis manusia purba yang ditemukan di Cina sudah mengenal api.

    Dari uraian tersebut, apakah Anda masih ingat nama jenis manusia purba yang ditemukan di Cina? Jenis manusia purba di Cina disebut dengan Sinanthropus Pekinensis yang memiliki persamaan dengan Homo Erectus. Dimana keduanya memiliki persamaan. Untuk itu apa yang menjadi ciri dari manusia Sinanthropus Pekinensis juga menjadi ciri dari Homo Erectus sebagai pendukung dari kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan.

    Apakah dari uraian tersebut Anda sudah pahami? Kalau Anda sudah paham, silahkan simak kembali uraian materi ini.

    Untuk mengetahui alat komunikasi apa yang dipakai oleh masyarakat zaman batu tua sangatlah tidak mudah, tetapi yang jelas bahwa antar manusia yang satu dengan yang lain pasti mempunyai cara untuk berkomunikasi. Kira-kira menurut Anda bahasa apa yang dipakai sebagai alat komunikasi pertama pada zaman batu tua?

    Sesuai dengan kehidupan masyarakatnya berburu dan mengumpulkan makanan, maka alat komunikasi yang sangat dimungkinkan adalah bahasa isyarat, karena bahasa isyarat adalah bahasa yang diperlukan pada saat berburu. Dengan adanya migrasi/perpindahan bangsa-bangsa dari Asia daratan ke Indonesia seperti yang dilakukan oleh bangsa Papua Melanosoide, maka secara lambat laun terjadi perubahan dalam kehidupan masyarakat.

    Perubahan kehidupan yang terjadi secara lambat sangat dimungkinkan karena dilihat dari bentuk adaptasinya masih berdasarkan berburu dan mengumpulkan makanan, walaupun sudah memasuki tingkat lanjut atau disebut dengan Food gathering tingkat lanjut.

    Kehidupan Food gathering tingkat lanjut terjadi pada saat berlangsungnya zaman Mesolithikum ditandai dengan kehidupan sebagian masyarakatnya bermukim dan berladang (huma). Yang menjadi tempat mukimnya/menetapnya adalah gua-gua di pedalaman atau tepi-tepi pantai.

    Dengan kehidupan menetap tersebut maka terjadilah pertumbuhan dalam kehidupan yang lain yaitu antara lain mereka sudah tahu menyimpan sisa makanan, mengenal tata cara penguburan mayat, mengenal api, mengenal religi/kepercayaan dan bahkan mengenal kesenian.


    Bukti adanya pengenalan terhadap religi dan kesenian yaitu ditemukan lukisan cap tangan yang diberi warna merah dan lukisan babi hutan yang terdapat pada dinding gua Abris Sous Roche, seperti yang ditemukan di gua Leang-Leang Sulawesi Selatan, di Seram dan di Irian Jaya.

    Untuk memperjelas pemahaman Anda, dapat Anda amati gambar 26 berikut ini.


    Gambar 26. Lukisan cap tangan


    Dari gambar 26 yang Anda amati, bagaimana pendapat Anda tentang makna lukisan tersebut?

    Lukisan pada dinding gua zaman mesolithikum banyak dihubungkan dengan keagamaan, karena lukisannya banyak menggunakan warna merah (warna darah). Warna merah dianggap memiliki kekuatan magis/gaib. Lukisan cap tangan dianggap memiliki makna tanda berkabung dari seorang wanita yang ditinggal mati suaminya, karena pada umumnya jari manis pada lukisan tangan tersebut dipotong.

    Sedangkan lukisan babi hutan yang sedang lari dan pada arah jantungnya terdapat mata panah dimaksudkan bahwa, pada waktu berburu mereka mengharapkan binatang buruan. Lukisan tersebut diduga dibuat oleh seorang pawang pada waktu upacara perburuan.

    Berdasarkan uraian materi tersebut, untuk mengukur tingkat pemahaman Anda terhadap materi ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, maka lengkapilah tabel 2.2 berikut ini.


    Setelah Anda melengkapi tabel 2.2 di atas maka untuk mengetahui kebenaran tabel yang Anda lengkapi, cocokkanlah dengan kunci jawaban di bawah ini.

    1. Hidupnya nomaden/berpindah-pindah tempat
    2. Food Gathering
    3. Hidupnya berkelompok kecil
    4. Alat kehidupannya kasar
    5. Sudah mengenal api
    6. Menggunakan bahasa isyarat
    7. Chopper/kapak genggam/kapak perimbas
    8. Flakes
    9. Mata panah
    10. Alat-alat tulang
    11. Menyimpan sisa makanan
    12. Mengenal religi
    13. Mengenal penguburan mayat
    14. Mengenal kesenian
    15. Alat kehidupannya agak halus
    16. Hidupnya sebagian menetap
    17. Pebble/kapak pendek
    18. Flakes
    19. Alat-alat tulang
    20. Batu pipisan


    Bagaimana dengan jawaban dari tabel 2.2 yang Anda lengkapi? Apakah yang Anda tulis sudah benar? Kalau jawaban Anda banyak yang benar, maka Anda dapat melanjutkan mempelajari uraian materi selanjutnya.

  3. Masa bercocok tanam
  4. Sebelum Anda mempelajari uraian materi, terlebih dahulu perhatikan skema berikut ini.


    Dari skema di atas, dapatlah dijelaskan bahwa dengan adanya perubahan kehidupan dari semi sedenter menjadi kehidupan yang menetap maka sistem huma/perladangan yang sudah dikenal oleh masyarakat mengalami penyempurnaan menjadi sistem bercocok tanam.

    Sistem bercocok tanam atau dikenal dengan sistem persawahan dapat menggunakan lahan yang terbatas dan kesuburan tanahnya dapat dijaga melalui pengolahan tanah, irigasi dan pemupukan. Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak lagi berpindah-pindah tempat dan selalu berusaha untuk menghasilkan makanan atau dikenal dengan istilah Food Producing.

    Kemampuan Food Producing membawa perubahan yang besar, dalam arti membawa akibat yang mendalam dan meluas bagi seluruh kehidupan masyarakat pada masa tersebut, karena masyarakat yang sudah menetap maka akan tercipta kehidupan yang teratur.

    Dengan kehidupan masyarakat yang teratur berarti kehidupan masyarakatnya terorganisir dengan rapi dan bahkan membentuk semacam desa, dan masyarakat tersebut sudah memilih pemimpinya (kepala suku) dengan cara musyawarah sesuai dengan prinsip primus inter pares.

    Pemilihan pemimpin yang berdasarkan prinsip primus inter pares menandakan bahwa pemimpin tersebut dipilih di antara mereka yang memiliki kelebihan baik fisik (kuat) maupun spiritual (keahlian).

    Di samping adanya perkembangan dalam kehidupan sosial, juga mumcul sistem perekonomian dalam kehidupan masyarakat. Hal ini karena dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup, maka dikenal sistem pertukaran barang dengan barang (perdagangan barter).

    Kemajuan yang dicapai oleh masyarakat pada masa bercocok tanam dapat dilihat dari alat-alat kehidupannya yang dibuat oleh masyarakat tersebut, dimana alat-alat kehidupannya sudah dibuat halus/diasah, sempurna serta mempunyai nilai seni bahkan fungsi beraneka ragam.

    Alat-alat kehidupan yang dibuat pada masa ini ada yang digunakan sebagai alat upacara (keagamaan) yang didasarkan atas kepercayaan yang berkembang pada masa ini yaitu Animisme dan Dinamisme. Animisme adalah kepercayaan terhadap roh dan Dinamisme adalah kepercayaan erhadap benda-benda yang memiliki kekuatan gaib.

    Untuk lebih jelasnya pengertian tentang kepercayaan aninisme dan dinamisme nanti akan Anda pelajari pada uraian materi selanjutnya.

    Dasar dari kepercayaan aninisme dan dinamisme terlihat adanya tradisi Megalith.

    Tradisi Megalithikum muncul pada masa Neolithikum dan berkembang pesat pada zaman perundagian, dan ditandai adanya bangunan-bangunan besar untuk pemujaan.

    Demikianlah uraian materi tentang ciri-ciri kehidupan masyarakat bercocok tanam. Untuk selanjutnya jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

    1. Lima ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam yaitu :
      1. ....
      2. ....
      3. ....
      4. ....
      5. ....


    2. Sebutkan hasil kebudayaan masyarakat pada masa bercocok tanam!
      1. ....
      2. ....
      3. ....
      4. ....
      5. ....


    3. Sebutkan nama suku bangsa yang menjadi pendukung pada masa bercocok tanam!
      1. ....
      2. ....
      3. ....
      4. ....
      5. ....


    Jika Anda sudah menuliskan jawaban pertanyaan di atas, maka cocokkan dengan kunci jawaban berikut ini.

    1. Lima ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam yaitu :
      1. Menetap.
      2. Food Producing.
      3. Kehidupan masyarakat teratur (terbentuk desa).
      4. Mengenal tradisi megalith (Aninisme dan Dinamisme).
      5. Mengenal perdagangan barter.


    2. Sebutkan hasil kebudayaan masyarakat pada masa bercocok tanam!
      1. Kapak persegi.
      2. Kapak lonjong.
      3. Gerabah.
      4. Perhiasan.
      5. Pakaian.


    3. Sebutkan nama suku bangsa yang menjadi pendukung pada masa bercocok tanam!
      1. Suku Toraja
      2. Suku Nias
      3. Suku Dayak
      4. Suku Sasak
      5. Suku Batak


    Bagaimana dengan jawaban Anda? Jika jawaban Anda banyak yang benar berarti Anda sudah memahami, dan Anda dapat membandingkan dengan ciri-ciri kehidupan masyarakat berikutnya.

  5. Masa perundagian
  6. Masa perundagian sangat penting artinya dalam perkembangan sejarah Indonesia, karena pada masa ini sudah terjadi hubungan dengan daerah-daerah di sekitar kepulauan Indonesia.

    Penggalan masa perundagian menunjukkan kekayaan dan keanekaragaman budaya, berbagai bentuk benda seni, peralatan hidup dan upacara yang menunjukkan kehidupan masyarakat masa itu sudah memiliki selera yang tinggi. Hidup masyarakat teratur dan makmur.

    Kemakmuran masyarakat dapat diketahui melalui perkembangan teknik pertama, dengan mengembangkan pertanian yang intensif dan sebagai akibatnya sektor pertanian mengalami perkembangan yang pesat dan hal ini berdampak kepada kemajuan perekonomian, yang ditandai dengan berkembangnya perdagangan dan pelayaran.

    Di samping perdaganan dan pelayaran yang meningkat dalam kehidupan beragamapun juga berkembang pesat, yang dibuktikan dengan banyaknya bangunan megalithikum yang didirikan dalam rangka penghormatan dan pemujaan terhadap roh nenek moyang.

    Demikianlah uraian materi tentang ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa perundagian. Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda lengkapilah
    tabel 2.3 di bawah ini.

    Tabel 2.3 Ciri-ciri Kehidupan Masyarakat Perundagian


    Setelah Anda melengkapi tabel 2.3 sesuaikan jawaban Anda dengan kunci jawaban berikut ini.

    1. Mengenal teknologi pembuatan alat-alat logam
    2. Mengenal pertanian intensif
    3. Perdagangan berkembang
    4. Pelayaran berkembang
    5. Masyarakat teratur
    6. Kehidupan keagamaan berkembang
    7. Nekara
    8. Bejana perunggu
    9. Perhiasan
    10. Manik-manik
    11. Arca perunggu
    12. Punden berundak-undak
    13. Dolmen
    14. Kubur batu
    15. Arca batu


Bagaimana jawaban Anda? Kalau Anda mempelajari dengan sungguh-sungguh uraian materinya, tentu Anda akan mudah memahaminya dan bagan yang Anda lengkapi akan sesuai dengan kunci jawabannya. Selanjutnya Anda diharapkan dapat memahami bagaimana corak dari kehidupan masyarakat berdasarkan peninggalan-peningglan kebudayaan Prasejarah yang telah Anda pelajari sebelumnya.

Untuk mendapatkan pemahaman yang luas, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]