Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Penggolongan Karbohidrat

Pada materi 1 ini, Anda akan mempelajari tentang penggolongan karbohidrat.

Berdasarkan strukturnya, karbohidrat dapat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

  1. Monosakarida

  2. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi gula yang lebih sederhana. Monosakarida dapat dikelompokkan berdasarkan letak gugus karbonilnya. Jika letak gugus karbonil di ujung, berarti monosakaridanya digolongkan ke dalam golongan aldosa. Disebut aldosa karena gugus karbonil yang berada di ujung membentuk gugus aldehida. Jika gugus karbonil terletak di antara alkil, berarti gugus fungsional digolongkan sebagai golongan ketosa. Disebut ketosa karena gugus karbonilnya membentuk gugus keton.


    Struktur Monosakarida


    1. Glukosa

    2. Glukosa (gula anggur = gula darah) merupakan gula aldosa yang berperan penting dalam proses biologis. Glukosa merupakan molekul paling sederhana hasil hidrolisis dari semua karbohidrat dalam tubuh sebelum proses oksidasi. Glukosa terdapat dalam buah-buahan masak, terutama dalam anggur. Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Glukosa terbentuk dari hidrolisis pati, glikogen, maltosa, dan dapat diragikan menjadi etanol dan gas CO2.


      Glukosa dalam anggur


    3. Fruktosa

    4. Fruktosa (levulosa = gula buah) adalah gula ketosa yang merupakan makanan berenergi yang pada akhirnya akan dioksidasi menjadi karbondioksida dan air dalam sel-sel tubuh. Fruktosa merupakan ketoheksosa yang terbentuk dari hidrolisis sukrosa, insulin (pati dari dahlia). Fruktosa terdapat bersama dalam madu dan buah-buahan, rasa manis melebihi glukosa dan sukrosa.


      Fruktosa dalam madu


    5. Galaktosa

    6. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. Galaktosa merupakan monosakarida yang dihasilkan dari proses gula susu mamalia. Galaktosa di alam tidak ditemukan dalam keadaan bebas.


      Struktur D-galaktosa


  3. Disakarida

  4. Disakarida tersusun dari dua molekul monosakarida yang jenisnya sama ataupun berbeda. Rumus molekul disakarida adalah C12H22O11. Agar lebih jelas perhatikan tabel 1 di bawah ini.

    Tabel 1. Hubungan disakarida dan monosakarida

    Nama Disakarida

    Kandungan Monosakarida

    Sukrosa

    Glukosa dan Fruktosa

    Maltosa

    Glukosa dan Glukosa

    Laktosa

    Glukosa dan Galaktosa


    Disakarida terjadi karena penggabungan 2 molekul monosakarida dengan pelepasan air. Pada hidrolisis akan terbentuk monosakarida-monosakarida penyusunnya. Contoh disakarida: sukrosa, laktosa, maltosa. Dua monosakarida dapat membentuk disakarida melalui ikatan glikosida. Ikatan ini menghubungkan antar monosakarida.


    Struktur molekul sukrosa, maltosa, dan laktosa


    1. Sukrosa (C12H22O11)

    2. Sukrosa atau sakarosa disebut juga gula tebu. Gula ini lebih dikenal dengan sebutan gula pasir yang dikonsumsi sehari-hari. Sukrosa terdapat dalam gula aren, gula kelapa, dan madu.


      Sukrosa dalam gula pasir


      Disakarida ini terdiri atas fruktosa dan glukosa. Hidrolisis sukrosa dengan bantuan asam atau enzim invertase akan menghasilkan glukosa dan fruktosa.

    3. Laktosa (C12H22O11)



    4. Laktosa disebut juga gula susu karena terdapat dalam air susu. Air susu Ibu (ASI) mengandung 5- 8% laktosa, sedangkan susu sapi mengandung 4-6% laktosa. Laktosa merupakan serbuk tak berwarna dan sedikit larut dalam air. Hidrolisis laktosa dengan katalis enzim laktase akan menghasilkan glukosa dan galaktosa.

      Galaktosa yang terbentuk dalam tubuh segera diubah menjadi glukosa dengan enzim tertentu. Galaktosa dalam darah jika tidak diubah menjadi glukosa bisa menimbulkan kerdil, terbelakang, dan kematian. Laktosa merupakan gula pereduksi karena dapat mereduksi pereaksi Fehling, Benedict, dan pereaksi Tollens.


      Laktosa dalam susu


    5. Maltosa (C12H22O11)

    6. Maltosa disebut juga gula gandum karena diperoleh dari hasil hidrolisis amilum (pati) dengan katalis diastase atau hasil hidrolisis glikogen dengan katalis amilase. Maltosa tidak terdapat bebas di alam. Hidrolisis maltosa akan menghasilkan dua satuan glukosa. Maltosa merupakan gula pereduksi karena dapat mereduksi pereaksi Fehling, Benedict, dan pereaksi Tollens.


  5. Polisakarida

  6. Molekul polisakarida tersusun oleh lebih dari dua puluh atau lebih molekul monosakarida. Rumus umum molekul polisakarida adalah (C6H10O5)n. Polisakarida mempunyai massa yang sangat besar dan tidak larut dalam air. Senyawa-senyawa penting polisakarida: amilum (pati), glikogen, dan selulosa.


    Struktur Amilase


    1. Amilum/pati

    2. Amilum merupakan polimer glukosa dalam bentuk ikatan alfa, yang terdiri atas kurang lebih 500 unit. Amilum terdapat sebagai persediaan makanan tumbuh-tumbuhan. Seperti kentang, jagung, singkong, dan lain sebagainya. Terbentuknya amilum dalam tumbuh-tumbuhan merupakan hasil reaksi fotosintesis.


      Glukosa dengan enzim zimase merupakan peragian terbentuk alkohol (C2H5OH) dan CO2.


      Singkong dan Jagung contoh amilum/ pati


    3. Glikogen

    4. Glikogen terdiri atas satuan-satuan D-glukosa, kurang lebih 1.000 unit, merupakan makanan cadangan yang terdapat dalam hati, jaringan hewan menyusui, dan manusia.


      Struktur Glikogen


    5. Selulosa

    6. Selulosa merupakan penyusun utama dinding sel tumbuhan. Selulosa terdiri atas satuan D-glukosa yang terdiri atas 1.000 3.000 unit sehingga sukar dicerna oleh enzim manusia.


      Struktur selulosa


      Guna selulosa:

      1. Metil selulosa digunakan dalam pembuatan plastik film.
      2. Selulosa asetat digunakan untuk membuat film tak terbakar.
      3. Selulosa nitrat (kapas peledak) digunakan untuk bahan peledak.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]