Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 

Pengelompokan Dokumen Transaksi

Setiap transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan harus disertai dengan bukti atau dokumen, yang merupakan bentuk pertanggungjawaban bahwa transaksi telah dilaksanakan.

Pengelompokan bukti transaksi atau dokumen sumber dapat ditinjau dari pihak yang membuat. Hal ini dapat dibedakan menjadi :

  1. Bukti Intern, yaitu bukti yang dibuat oleh perusahaan itu sendiri. Contohnya bukti penerimaan barang, daftar upah dan gaji, bukti pengeluaran kas, bukti pengeluaran bahan, memo, nota debet dan nota kredit.
  2. Bukti Ekstern, yaitu bukti yang dibuat oleh pihak di luar perusahaan. Contohnya faktur, nota kontan, kuitansi, nota kredit dan nota debet.


Pengelompokan bukti transaksi atau dokumen sumber dapat juga ditinjau dari kegiatan transaksinya, seperti :

  1. Bukti transaksi penjualan
  2. Bukti transaksi pembelian
  3. Bukti transaksi penerimaan kas
  4. Bukti transaksi pengeluaran kas
  5. Bukti transaksi umum (serba-serbi)


Bukti Transaksi Penjualan
Transaksi penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan perusahan karena menjual barang secara kredit maupun tunai. Transaksi ini perlu didukung bukti transaksi, yaitu bukti-bukti yang digunakan untuk merekam transaksi penjualan. Khusus transaksi secara kredit dibuatkan bukti transaksi berupa Faktur sebagai bukti utama, sedangkan bukti pendukungnya dapat berupa bukti pengeluaran barang atau bukti pengiriman barang.

Faktur yang dibuat atau dikeluarkan oleh penjual untuk pembeli dinamakan Faktur Penjualan, sedangkan Faktur yang diterima oleh pembeli disebut Faktur Pembelian.

Contoh Faktur :


Bukti Transaksi Pembelian
Transaksi pembelian merupakan kegiatan yang dilakukan perusahan karena membeli barang secara kredit maupun tunai. Seperti halnya transaksi penjualan, transaksi pembelian ini perlu didukung bukti transaksi, yakni bukti-bukti yang digunakan untuk merekam transaksi pembelian. Khusus transaksi secara kredit bukti transaksinya berupa bukti atau laporan penerimaan barang sebagai bukti utama, sedangkan bukti pendukungnya dapat berupa Faktur dari pemasok dan surat pesanan pembelian.

Mengingat perusahaan sebagai pembeli maka Faktur yang diterima dari penjual disebut Faktur Pembelian.

Contoh Laporan Penerimaan Barang :


Contoh Surat Pesanan Barang :


Bukti Transaksi Penerimaan Kas
Bukti penerimaan kas adalah tanda bukti perusahaan telah menerima uang tunai atau kas. Beberapa transaksi penerimaan kas dapat berasal dari penjualan tunai, penerimaan pembayaran piutang, penerimaan pinjaman (utang), dan penerimaan pendapatan tunai lainnya. Bukti penerimaan kas dapat berupa nota kontan, faktur penjualan tunai, dan bukti penerimaan tunai lainnya.

Contoh Nota Tunai:






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]