Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Perkembangan Insekta

Perkembangan dimulai setelah telur insekta menetas. Telur dihasilkan dari hasil fertilisasi. Fertilisasi umumnya terjadi secara internal, Setelah terjadi fertilisasi, maka insekta betina akan meletakan telurnya pada sumber makanan yang tepat. Setelah menetas dapat mulai makan. Kebanyakan insekta mengalami perkawinan sekali dalam seumur hidupnya. Dalam perkembangan hidupnya sebagian besar insekta mengalami metamorfosis,hanya sebagian kecil saja yang tidak mengalami metamorfosis (ametabola) yaitu perkembangan insekta muda menjadi insekta dewasa dengan pertambahan ukuran tubuh tidak mengalami perubahan bentuk, contoh kutu buku.

Sedangkan Metamorfosis adalah perubahan insekta dari telur menetas sampai menjadi insekta dewasa yang sempurna dengan mengalami perubahan bentuk morfologi,anatomi bahkan fisiologis.

Metamorfosis pada insekta dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola)



    Metamorfosis tidak sempurna, melalui tahap telur yang menetas menjadi nimfa, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi imago (hewan dewasa).

    Nimfa adalah hewan muda yang mirip dengan hewan dewasa tetapi berukuran lebih kecil dengan perbandingan tubuh yang berbeda. Nimfa akan mengalami molting (pergantian kulit), setiap kali setelah molting hewan itu kelihatan lebih mirip dengan hewan dewasa. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis tidak sempurna : Jangkrik, Belalang, Kecoa

  2. Metamorfosis sempurna (Homometabola)



    Metamorfosis sempurna adalah perkembangan insekta melului tahap telur-larva-pupa-imago (dewasa). Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago.

    Larva adalah ulat yang tumbuh dan khusus untuk makan serta mengalami molting beberapa kali, kemudian larva membungkus dirinya sendiri dalam kepompong dan menjadi pupa. Tahapan larva sangat berbeda sekali dengan tahapan dewasa.

    Pupa merupakan tahap dimana jaringan larva mengalami pembelahan dan deferensiasi sel-sel yang sebelumnya tidak aktif pada tahap larva menjadi organ tubuh seperti kaki, sayap, antena, organ reproduksi dan organ lain dari insekata. Akhirnya imago (hewan dewasa) keluar dari kepompong. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis sempurna, misalnya: kupu-kupu, nyamuk, lebah madu.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]