Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 


 
 

Pendahuluan


Bulan merupakan sebuah benda langit yang indah dipandang ketika malam hari. Bulan tampak dari bumi memancarkan sinar sehingga tampil dengan berbagai macam bentuk yang menarik. Jika diteliti dengan menggunakan mata telanjang, tampak bulan memiliki bagian yang gelap dan terang. Bagian gelap pada bulan merupakan bagian yang tidak pernah terkena sinar matahari. Sedangkan bagian yang terang merupakan bagian bulan yang tidak sepenuhnya terkena pancaran sinar matahari.

Terdapat sebuah fenomena alam menarik yang terjadi pada bulan, yaitu gerhana bulan yang terjadi ketika bumi terletak dalam satu garis di antara bulan dan matahari. Bisa dikatakan juga, gerhana bulan terjadi ketika bulan sedang dalam fase purnama dan melewati bayangan bumi. Gerhana bulan merupakan suatu fenomena alam yang menarik, yang diakibatkan oleh posisi bumi yang terletak pada satu garis lurus di antara bulan dan matahari. Berdasarkan proses terjadinya, gerhana bulan dapat berupa gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbra.

Dalam artikel ini akan dibahas fenomena alam mengenai gerhana bulan, mulai dari proses terjadinya gerhana sampai perkiraan peristiwa gerhana bulan pada beberapa tahun mendatang.

  1. Deskripsi Bulan


  2. Bulan memiliki bentuk bulat seperti bumi dan memiliki ukuran atau volume 80 kali lebih kecil dari bumi. Diameternya sepanjang 3.476 km. Jarak antara bulan dan bumi bisa dikatakan sangat dekat, yaitu rata-rata sepanjang 384.400 km. Bulan merupakan satelit bumi yang memancarkan sinar di malam hari akibat pantulan sinar matahari ke bumi.

    Satelit adalah sebuah benda langit yang bergerak di sekitar planet dikarenakan adanya gaya tarik menarik dari planet tersebut. Bulan juga disebut sebagai satelit yang mengelilingi bumi selama 27 hari, 7 jam, 43 menit dan 11,5 detik atau selama satu bulan. Pada saat yang sama bulan juga berputar pada porosnya sehingga permukaan bulan yang terlihat di bumi selalu pada sisi yang sama yaitu sebesar 59% dari permukaannya.

    Struktur permukaan bulan dilapisi oleh materi seperti pasir yang menyebabkan permukaan bulan tampak berkilau. Pada permukaan bulan terdapat daerah yang tidak pernah terkena sinar matahari sejak terbentuknya bulan. Daerah ini memiliki luas sekitar 15.000 km yang di dalamnya terdapat kawah dan bukit-bukit retak.

  3. Fase Bulan


  4. Fase bulan adalah perubahan bentuk bulan yang terlihat dari permukaan bumi. Perubahan bentuk bulan tersebut disebabkan oleh pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan bulan yang berbeda-beda dalam setiap fasenya. Waktu setiap fase bulan adalah masing-masing 7 hari atau seminggu, sehingga seluruh fase ini berlangsung selama 28 hari. Fase bulan yang terjadi yaitu :

    1. Bulan baru, yaitu posisi bulan terletak hampir sejajar dengan bumi dan matahari. Dalam kondisi ini bulan dalam keadaan gelap dan tidak terlihat. Banyak orang memberikan istilah sebagai “bulan mati” pada keadaan ini. Dalam gambar, fenomena ini ditunjukkan oleh
      nomor 1.

    2. Seperempat pertama, yaitu posisi bulan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. Dalam posisi ini bulan mulai terlihat, baik dalam keadaan sabit maupun separuh. Istilah bagi kedua kondisi bulan ini dikenal sebagai bulan sabit dan bulan separuh. Dalam gambar fenomena ini ditunjukkan oleh nomor 2 dan 3.

    3. Bulan purnama, yaitu posisi bulan terletak hampir segaris dengan bumi dan matahari, dengan posisi bumi di tengah. Dalam posisi ini bagian bulan yang terkena sinar matahari adalah bagian permukaan bulan yang terang, sehingga bulan tampak penuh bulat seperti bumi. Dalam gambar, fenomena ini ditunjukkan oleh nomor 5.

    4. Seperempat terakhir, sama halnya seperti keadaan seperempat pertama yaitu posisi bulan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. Dalam posisi ini separuh bulan dalam keadaan gelap dan tidak bisa dilihat. Dalam posisi ini pula bulan kembali membentuk bulan separuh dan bulan sabit, namun posisinya bertolak belakang dengan posisi ketika seperempat terakhir. Pada posisi seperempat terakhir inilah bulan sabit separuh cakram menghadap ke kiri.


    Setelah melalui fase seperempat terakhir, bulan kembali ke posisi bulan mati yang kemudian kembali lagi ke fase berikutnya. Kembalinya posisi bulan ke bulan mati merupakan pergantian bulan dalam sistem penanggalan tahun Hijriyah.

  5. Definisi Gerhana Bulan


  6. Gerhana bulan merupakan suatu fenomena alam yang diakibatkan oleh bumi yang terletak dalam satu garis lurus di antara bulan dan matahari. Bisa dikatakan juga, gerhana bulan terjadi ketika bulan sedang dalam fase purnama dan melewati bayangan bumi. Dalam keadaan seperti ini bulan terlihat seolah-olah menghilang karena gelap dan tidak memantulkan cahaya ke bumi. Peristiwa tersebut disebabkan oleh matahari yang tidak bisa memancarkan sinar ke bulan akibat terhalang oleh bumi. Gerhana bulan tidak berbahaya bagi kesehatan mata, ehingga bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang.

  7. Fakta-fakta Mengenai Gerhana Bulan

  8. Fakta yang terjadi ketika gerhana bulan sedang berlangsung antara lain :

    1. Kita akan mengalami kesulitan untuk melihat terjadinya gerhana bulan dikarenakan peristiwa ini terjadi di malam hari dan bulan sedang dalam posisi gelap.

    2. Proses terjadinya gerhana bulan dapat terlihat apabila posisi bulan dalam keadaan penuh (purnama).

    3. Selama terjadi gerhana bulan, kita dapat melihat bayangan bumi di bulan dengan menggunakan teleskop.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]