Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Karakteristik Gelombang Stasioner

Pada materi 1 ini kamu akan mempelajari karakteristik dari gelombang stasioner.

Gelombang stasioner disebut juga gelombang berdiri atau gelombang tegak, merupakan jenis gelombang yang bentuk gelombangnya tidak bergerak melalui medium, namun tetap diam. Gelombang stasioner ini berlawanan dengan gelombang berjalan atau gelombang merambat, yang bentuk gelombangnya bergerak melalui medium dengan kelajuan gelombang. Gelombang diam dihasilkan bila suatu gelombang berjalan dipantulkan kembali sepanjang lintasannya sendiri. prinsip gelombang stasioner berkaitan dengan konsep lain yang telah dijelaskan, yaitu konsep tentang superposisi dan interferensi gelombang, pemantulan gelombang, fase gelombang, dan lain-lain. Pada dua deret gelombang dengan frekuensi sama, memiliki kelajuan dan amplitudo yang sama, berjalan di dalam arah-arah yang berlawanan sepanjang sebuah tali.


Pada ilustrasi grafis gelombang stasioner di atas, partikel-partikel yang dilalui gelombang bergetar naik turun dengan amplitudo berbeda, bergantung pada posisinya. Gelombang stasioner memiliki ciri-ciri, yaitu terdiri atas simpul(S) dan perut(P).

Dari gambar di atas kita dapat diperoleh penjelasan sebagai berikut :

  1. Pada gelombang stasioner, ada titik-titik ketika kedua gelombang sefase yang menghasilkan titik perut dengan amplitudo 2A (A = amplitudo gelombang datang).

  2. Pada gelombang stasioner, ada titik-titik ketika kedua gelombang berlawanan fase yang menghasilkan titik simpul dengan amplitudo nol.


Jika dibuatkan bentuk persamaan matematisnya akan diperoleh tempat terbentuknya simpul dan perut yang diukur dari ujung pemantulannya sebagai berikut :



Bagaimana terjadinya gelombang stsioner? Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa gelombang stasioner merupakan hasil perpaduan dua gelombang koheren yang arahnya berlawanan. Untuk mendapatkan dua gelombang koheren berlawanan dapat dilakukan seperti langkah berikut :

  1. Rentangkan tali kemudian getarkan garpu tala atau sumber getar lain pada salah satu ujung tali.

  2. Amatilah tali, maka akan terbentuk gelombang stasioner yang terdiri dari simpul dan perut.


Berdasarkan gambar berikut ini, maka persamaan gelombang datang pada titik P adalah :


Persamaan umum gelombang Stasioner

Karena gelombang stasioner terdiri lebih dari satu gelombang baik yang dapat maupun terpantul maka persamaannya mengalami berbagai perubahan.

untuk gelombang datang

untuk gelombang pantul

untuk gelombang stasioner dengan ujung terikat :



Contoh Soal :
Suatu gelombang stasioner dinyatakan dengan persamaan :
ys= 0,2 cos10t sin 20t , x dan y dalam meter, t dalam sekon.

Tentukanlah kedudukan perut ke-2 dan simpul ke-4 dari titik pantul

Penyelesaian :

Diketahui :
ys= 0,2 cos10t sin 20t

Ditanyakan : P2 dan S4

Jawab :
Menentukan panjang gelombang stasioner tersebut sebagai berikut :



Perut ke-2 kita tentukan dengan persamaan :



Simpul ke-4 :






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]