Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Oogenesis dan Hormon yang Berperan di Dalamnya

Pada materi ke- 2 ini kamu akan mempelajari tentang oogenesis atau proses pembentukan ovum. Menurut pemahamanmu, bagaimana proses pembentukan ovum di dalam tubuh dan apa kaitannya dengan masa menopause?

Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum yang terjadi di dalam ovarium. Sebelum sel ovum terbentuk, di dalam ovarium terlebih dahulu terdapat sel oogonium (oogonia = jamak) yang bersifat diploid. Oogenesis terjadi saat janin usia 5 bulan dimulai ketika oogonium melakukan pembelahan mitosis dan menghasilkan sekitar 1-2 juta oogonium hingga bayi lahir dan akan berkurang menjadi sekitar 300.000 saat berusia 7 tahun. Dan hanya 300-400 saja yang akan berhasil di ovulasi kan setiap bulannya. Hal ini yang membuat wanita memiliki masa menopause yaitu masa sel kelamin sudah tidak produktif lagi memproduksi sel gamet (ovum).

Proses pembentukan ovum dikontrol oleh berbagai hormon-hormon, coba perhatikan animasi berikut untuk memahami peran dari hormon-hormon tersebut.

Oogenesis dikontrol saat hipotalamus mensekresikan hormon gonadotropin. Hormon tersebut merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH. Hormon FSH merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel di dalam ovarium. Pematangan folikel ini merangsang kelenjar ovarium mensekresikan hormon estrogen yang berfungsi membantu pembentukan kelamin sekunder seperti tumbuhnya payudara, panggul membesar, dan ciri lainnya. Selain itu, estrogen juga membantu pertumbuhan lapisan endometrium pada dinding ovarium.

Pertumbuhan endometrium memberikan tanda pada kelenjar pituitari agar menghentikan sekresi hormon FSH dan berganti dengan sekresi hormon LH. Oleh stimulasi hormon LH, folikel yang sudah matang pecah menjadi korpus luteum. Saat seperti ini, ovum akan keluar dari folikel dan ovarium menuju uterus (terjadi ovulasi).

Korpus luteum yang terbentuk segera menyekresikan hormon progesteron. Progesteron berfungsi menjaga pertumbuhan endometrium seperti pembesaran pembuluh darah dan pertumbuhan kelenjar endometrium yang menyekresikan cairan bernutrisi. Apabila ovum pada uterus tidak dibuahi, hormon estrogen akan berhenti. Berikutnya, sekresi hormon LH oleh kelenjar pituitari juga berhenti. Akibatnya, korpus luteum tidak bisa melangsungkan sekresi hormon progesteron. Oleh karena hormon progesteron tidak ada, dinding rahim sedikit demi sedikit meluruh bersama darah. Darah ini akan keluar dari tubuh dan kita biasa menamakannya dengan siklus menstruasi.

Agar lebih bisa memahami peran dari hormon dalam proses oogenesis, mari kita simak animasi berikut:






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]