Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Ganggang Makroskopis

Apabila kita bertamasya ke pantai adakalanya kita menemukan bermacam-macam tumbuhan yang melekat di dasar batuan karang. Hampir dapat dipastikan bahwa tumbuh-tumbuhan tersebut adalah ganggang makroskopis, karena umumnya ganggang ini hidup di air laut. Namun demikian, ada pula ganggang makroskopis yang hidup di air tawar dan tempat-tempat yang lembab.

Tubuh ganggang makroskopis masih berupa talus karena belum dapat dibedakan antara akar, batang dan daunnya. Warna tubuhnya ada yang merah atau coklat sesuai dengan pigmen dominan yang dimiikinya.

Ganggang makroskopis berkembangbiak secara vegetatif dengan spora atau fragmentasi (pemutusan talusnya) dan secara generatif dengan pembentukan sel kelamin.

Ganggang makroskopis dikelompokkan berdasarkan pigmen dominan yang dimiliki yang memberi warna pada talus, terdiri dari:

1. Ganggang merah (Rhodophyceae)
2. Ganggang cokelat (Phaeophyceae)

Ganggang Merah (Rhodophyceae

Ganggang merah hidup di laut. Tubuhnya tersusun oleh banyak sel dan berbentuk lembaran. Talusnya bercabang-cabang seperti rumput. Bentuk tubuhnya yang menyerupai rumput membuat ganggang ini sering disebut rumput laut (sea weed).

Warna tubuhnya merah, karena selain mengandung klorofil juga mengandung pigmen fikoeritrin (pigmen merah) sebagai pigmen yang dominan dan pigmen fikosianin (pigmen biru) serta karoten dan santofil. Di dalam laut, ganggang ini berwarna merah, namun bila terdampar ke permukaan cahaya akan merusak pigmen merah sehingga ganggang tampak berwarna biru, cokelat atau hijau tua.

Ganggang merah berkembangbiak secara generatif, yaitu oogami berupa peleburan spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi ganggang merah.

Contoh-contoh ganggang merah antara lain:



Ganggang Cokelat (Phaeophyceae)

Ganggang cokelat umumnya terdapat di laut, melekat pada batu-batuan dan seringkali terdampar di pantai. Bentuk tubuhnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi karena memiliki alat yang mirip akar, batang dan daun. Panjang talusnya dapat mencapai 10 meter.

Ganggang ini berwarna kecoklatan karena selain mengandung klorofil juga mengandung pigmen fukosantin yang merupakan pigmen dominan dan karoten serta santofil. Cara kita mengenali tumbuhan ini di pantai adalah dengan mengamati ciri-cirinya, berupa talus berwarna cokelat yang mempunyai gelembung-gelembung udara berbentuk seperti ?buah?. Adanya gelembung udara ini menyebabkan ganggang cokelat dapat mengapung dalam air laut. Gelembung udara juga mengandung cadangan udara untuk bernapas.

Ganggang cokelat berkembangbiak secara vegetatif dengan fragmentasi dan berkembangbiak secara generatif dengan oogami yaitu peleburan spermatozoid dan ovum membentuk zigot. Kemudian zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi ganggang cokelat dewasa.

Contoh ganggang cokelat antara lain:



Peranan Ganggang Microskopis

Ganggang Merah

Porphyra, digunakan sebagai makanan suplemen kesehatan.

Rhodymenia palmata, digunakan sebagai sumber makanan penghasil bahan agar.

Gellidium dan Eucheuma spinosum sebagai bahan penghasil agar-agar.

Ganggang merah menghasilkan karagen, yaitu senyawa yang berperan dalam pembuatan es krim.

Ganggang Cokelat

Macrocystis pyrifera, menghasilkan yodium, unsur pencegah penyakit gondok.

Macrocystis, dibuat sebagai makanan suplemen hewan ternak.

Macrocystis, Laminaria, Fucus, menghasilkan asam alginat sebagai pengental produk makanan, industri dan kosmetik.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]