Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Konsep Difraksi dan Interferensi Cahaya

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari mengenai konsep Difraksi dan Interferensi Cahaya. Ayo pelajari dengan seksama!

  1. Pengertian Difraksi

  2. Jika sebuah gelombang permukaan air tiba pada suatu celah sempit, maka gelombang ini akan mengalami lenturan/ pembelokan sehingga terjadi gelombang-gelombang setengah lingkaran yang melebar di daerah belakang celah tersebut. Gejala ini disebut difraksi.

    Perhatikan animasi Difraksi Gelombang berikut ini dengan cara menekan tombol PLAY !


    Jumlah difraksi tergantung pada ukuran lubang (celah) dan panjang gelombang dari gelombang. Supaya difraksi dapat diamati, lebar celah dan panjang gelombang dari gelombang harus memiliki orde yang sama atau hampir sama. Jika panjang gelombang yang jauh lebih besar atau lebih kecil dari lebar celah, jumlah difraksi yang diamati tidak akan diproduksi.

    Seperti halnya yang terjadi pada gelombang air, peristiwa difraksi juga terjadi pada cahaya. Karena cahaya juga memiliki sifat sebagai gelombang. Pola difraksi yang terjadi pada cahaya berupa garis terang dan gelap secara berurutan.

    Mari kita perhatikan Animasi Difraksi Cahaya pada Celah Tunggal berikut ini!


    Puncak dan lembah gelombang di samping layar menunjukkan besarnya Intensitas Difraksi Celah Tunggal. Pita terang yang lebar di layar menunjukkan pita terang pusat yang memiliki intensitas terbesar. Pita terang selanjutnya (di bawah dan di atas pita terang) intensitasnya semakin melemah. Sedangkan, pita gelap memiliki intensitas paling minimum.

  3. Pengertian Interferensi

  4. Interferensi adalah fenomena di mana dua atau lebih gelombang saling tumpang tindih pada suatu titik tertentu dalam ruang. Interferensi sebagian besar dibahas untuk gelombang koheren. Dua buah gelombang dikatakan koheren bila kedua gelombang memiliki frekuensi sama dan beda fase yang konstan. Untuk gelombang koheren, pola interferensi dapat digambarkan secara matematis dengan cara yang sederhana.

    Perhatikan animasi Interferensi berikut ini.


    Ketika dua gelombang koheren dengan amplitudo yang sama mengganggu satu sama lain (tumpang tindih di suatu titik), maka amplitudo yang dihasilkan pada titik tersebut dapat bervariasi dari nol sampai dua kali amplitudo. Prinsip utama di balik menggambarkan gangguan adalah prinsip superposisi. Interferensi dua gelombang dapat berupa interferensi konstruktif (saling menguatkan) atau interferensi destruktif (saling melemahkan).

    Dari animasi di atas, sebuah titik a berada pada sumbu x. Jarak dari sumber gelombang S1 ke a dan sumber geombang S2 ke a adalah sama, maka gelombang-gelombang dari kedua sumber itu memerlukan waktu yang sama untuk berjalan ke a. Sehingga gelombang yang meninggalkan S1 dan S2 yang sefase akan tiba di a dalam keadaan sefase. Kedua gelombang itu saling menambahkan, dan amplitudo total di a adalah dua kali amplitudo dari setiap gelombang individu.

    Hal yang hampir sama terjadi pada titik b, jarak dari S2 ke titik b adalah dua panjang gelombang lebih besar daripada jarak dari S1 ke b. Sebuah puncak gelombang dari S1 tiba di b tepat dua siklus lebih awal dari sebuah puncak yang dipancarkan pada waktu yang sama dari S2 dan sekali lagi kedua gelombang itu tiba sefase. Bila dua atau lebih gelombang tiba sefase di sebuah titik, maka ampitudo gelombang resultan adalah jumlah dari amplitudo gelombang-gelombang individu, gelombang-gelombang individu itu saling memperkuat. Hal ini dinamakan interferensi konstruktif.

    Ketika gelombang-gelombang dari kedua sumber itu tiba di titik c, berbeda fase sebanyak setengah siklus. Amplitudo resultan itu adalah selisih di antara kedua amplitudo individu tersebut. Jika amplitudo-amplitudo individu sama, maka amplitudo total ini adalah nol. Keadaan saling meniadakan dari gelombang-gelombang individu itu yang disebut interferensi destruktif.

    Ayo perhatikan gambar berikut ini agar lebih memahami interferensi konstruktif dan destruktif.


    Interferensi Konstruktif dan Destruktif


    Berdasarkan gambar di atas, interferensi konstruktif terjadi pada dua gelombang yang sefase bertemu pada suatu titik, sedangkan interferensi destruktif terjadi pada dua gelombang yang berlawanan fase.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]