Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Cara Kerja Sistem Starter Konvensional

Kunci Kontak dari Posisi "ON/IG" ke "START"

Komponen dan fungsi komponen motor starter serta cara kerjanya diklasifikasikan menurut tipe-tipe motor starter. Salah satunya adalah motor starter konvensional, cara kerjanya merupakan penerapan dari prinsip dasar motor starter.

Cara Kerja Sistem Starter Konvensioanal :

  1. Kunci Kontak dari posisi "ON/IG" ke "START", arus mengalir dari :

    • Baterai - Ignition switch - Terminal 50 - Hold in coil - Massa.
    • Baterai - Ignition switch - Terminal 50 - Pull in coil - Terminal C - Field coil - Brush(+) - Armatur - Brush(-) - Massa.

    • Mengakibatkan adanya kemagnetan pull-in coil dan holid-in coil. Kemagnetan tersebut mendorong / menggerakkan as selenoid sehingga berakibat :

      • Contact plate terhubung dengan terminal 30 dan C
      • Pada saat yang sama pinion gear di dorong masuk ke ring gear (pada fly wheel)




  2. Pada saat Pinion Gear (roda gigi pinion) dan Ring Gear (roda gaya) berkaitan, aliran arus dari :

  3. Baterai - Terminal 30 - Terminal C - Field coil - Brush(+) - Armatur - Brush(-) - Massa.
    Terjadi kemagnetan pada Field coil dan armatur, sehingga armatur memutarkan Pinion gear.



  4. Kunci Kontak dari posisi "START" ke "ON/IG", arus ke terminal 50 terputus, sehingga aliran arus dari :

    • Baterai - Terminal 30 - Terminal C- Pull in coil - Hold in coil - Massa.
    • Baterai - Terminal 30 - Terminal C- Field coil - Brush(+) - Armatur - Brush(-) - Massa




    Kondisi ini mengakibatkan magnet yang timbul pada pull in coil dan hold in coil saling meniadakan, karena arah arus berlawanan. Dengan demikian as selenoid mudah kembali bergerak seperti semula (ke arah kanan), karena tarikan pegas. Begitu juga dengan contact plate yang terlepas dari terminal 30 dan C, arus dari baterai terputus, armatur berhenti berputar. Apabila sistem starter tidak bekerja normal (sesuai cara kerja motor starter konvensional), serta perlu melakukan pemeriksaan dan perbaikan motor starter (trouble shooting) sesuai analisis fungsi komponen dan cara kerjanya.



BPM Semarang Pustekkom 2008





 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]