Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Bunga Tunggal

Perhatikan permasalahan berikut! Misalkan seseorang meminjam uang pada sebuah bank sejumlah Rp1.500.000,00 dan telah disepakati bahwa dalam jangka waktu satu tahun orang tersebut harus mengembalikannya sejumlah Rp1.620.000,00. Uang Rp1.500.000,00 disebut modal dan uang kelebihan sebesar Rp120.000,00 disebut bunga atau jasa atas pinjaman modal itu. Besarnya bunga sering dinyatakan dalam % (dibaca persen) dan disebut sebagai suku bunga yaitu menyatakan perbandingan antara bunga dengan modal dalam satuan waktu tertentu (1 bulan atau
1 tahun). Dalam persoalan di atas suku bunga per tahunnya dapat dinyatakan dengan:

Dalam bentuk yang lebih umum, jika suatu modal sebesar M0 dibungakan dengan mendapat jasa modal sebesar B maka besarnya suku bunga persatuan waktu dapat ditentukan dengan memakai rumus :



dengan :
M1 = besarnya uang yang dikembalikan setelah satu periode
M0 = besarnya modal yang dipinjamkan
b % = suku bunga persatuan waktu

Jika modal M0 dibungakan selama n periode (bulan atau tahun) dan suku bunga b% (per bulan atau per tahun) dengan cara bunga tunggal, maka rumus menentukan besar modal itu beserta bunganya diperlihatkan pada animasi berikut :


Selanjutnya berdasarkan rumus tersebut dapat diartikan bahwa :
M1 = M0 (1+1.b)
M2 = M0 (1+2.b)
M3 = M0 (1+3.b)
dst.

Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa :
M3 M2 = M2 M1 = M1 M0 = B = b.M0

Secara umum dapat ditulis :



Apa yang dapat Anda simpulkan berdasarkan animasi tersebut? Masih ingatkah Anda tentang bentuk barisan aritmetika?

     
 

Catatan :
Rumus menentukan modal akhir dengan sistem suku bunga tunggal merupakan bentuk barisan aritmetika dengan :
M0 : modal awal (suku pertama)
B = b.M0 : beda (bunga tetap sama besarnya setiap periode)
Mn : modal setelah periode ke-n

 
     

Jadi apa yang dimaksud dengan bunga tunggal?
Bunga tunggal adalah bunga yang diberikan hanya untuk sejumlah uang yang ditabungkan atau dipinjamkan, sedangkan bunganya tidak berbunga lagi. Suku bunga tunggal adalah suku bunga yang besarnya tetap dari waktu ke waktu.

Jenis bunga tabungan yang akan kita bahas adalah bunga tunggal. Bunga tunggal ini jarang digunakan di bank tetapi banyak digunakan di koperasi simpan pinjam.


Selanjutnya, perhatikan contoh berikut!

Contoh 1
Rubi menabung di koperasi pegawai yang memberikan bunga tunggal sebesar 4% per tahun. Jika Rubi menabung sebesar Rp2.000.000,00, maka hitunglah uang Rubi setelah 4 tahun!

Penyelesaian :



Anda tentu dapat melanjutkan perhitungannya.
Jika yang ditanyakan hanya waktu tertentu Anda dapat menggunakan rumus berikut ini :
Mn = M0(1+nB)

Uang setelah 4 tahun berarti :
M4 = M0(1+4.4%)
......= 2.000.000(1+4(0,04))
......= 2.000.000(1,16)
......= 2.320.000

Contoh 2
Pak Hermawan membeli sebuah notebook seharga Rp2.285.000, karena uangnya tidak cukup maka Pak Hermawan mencicilnya setiap bulan. Cicilan Pak Hermawan per bulan sebesar Rp297.000 selama 10 bulan. Hitung berapa persenkah bunga cicilan Pak Hermawan!

Penyelesaian :
Membagi modal dengan 10 bulan maka diperoleh :
Modal = Rp2.285.00/10 bulan
Modal = Rp228.500/bulan

Kemudian cari besarnya bunga perbulan dengan cara :
Bunga = Rp297.000,00 Rp228.500
Bunga = Rp68.500

Besarnya % bunga cicilan perbulan adalah :

Presentase cicilan = 30 %

Contoh 3
Modal pinjaman sebesar Rp400.000,00 harus dikembalikan dalam jangka waktu satu tahun. Jika jumlah uang yang dikembalikan itu besarnya sama dengan 5/4 kali modal semula, berapakah besarnya suku bunga per tahun?

Penyelesaian :


Contoh 4
Dalam jangka waktu berapa tahunkah suatu modal harus dipinjamkan, agar uang yang dikembalikan menjadi 3 kali modal semula? Diketahui suku bunga tunggal 4% per bulan.

Penyelesaian :






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]