Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Penggabungan dan Pengelolaan Badan Usaha

  1. Penggabungan Badan Usaha
  2. Penggabungan atau kombinasi badan usaha adalah kerja sama beberapa perusahaan atau badan usaha yang semula berdiri sendiri-sendiri. Dalam praktek sehari-hari, sering terjadi beberapa badan usaha yang pada mulanya berdiri sendiri bergabung menjadi satu. Gabungan ini ada yang bersifat kekal dan ada pula yang bersifat sementara.

    Apa saja bentuk-bentuk dari penggabungan badan usaha tersebut? Dekatkan mouse pada masing-masing kotak dibawah ini!


  1. Pengelolaan Badan Usaha
  2. Telah dijelaskan diawal bahwa Badan usaha adalah suatu kesatuan yuridis ekonomi yang mendirikan usaha untuk mencari keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan pengelolaan yang baik atau diperlukan manajemen yang profesional. Pengelolaan yang baik harus memiliki prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan badan usaha. Prinsip-prinsip terebut antara lain :

    1. Seluruh kegiatan usaha ditujukan untuk mencari keuntungan (profit motive).
    2. Kegiatan usaha dilakukan secara terus menerus atau kontinu.
    3. Bersifat tetap artinya tetap menjalankan usahanya secara permanen.
    4. Berusaha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya.
    5. Persaingan antar badan usaha secara sehat, artinya tidak mematikan salah satu pihak.
    6. Keuntungan yang diperoleh untuk pengembangan usaha.


    Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara dengan Badan Usaha Milik Swasta tentunya berbeda. Adapun prinsip-prinsip pengeloaan BUMN sebagai berikut :

    1. Tujuannya tidak semata-mata mencari keuntungan, tetapi lebih bersifat sosial, walaupun dibenarkan mencari keuntungan.
    2. Sebagai salah satu sumber penghasilan negara, maka keuntungan dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
    3. Pemerintah aktif mengatur kebijakan maupun teknisnya.
    4. Selama masih dibutuhkan keberadaannya, maka badan usaha milik negara terus berlanjut.
    5. Jenis usahanya bersifat tetap, yang terdiri atas Perjan, Perum, dan Persero.


    Sedangkan pengeloaan Badan Usaha Milik Swasta dalam menjalankan kegiatannya harus berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

    1. Bertujuan untuk mencari keuntungan.
    2. Keuntungan yang diperoleh untuk pengembangan usaha, agar lebih besar dengan tidak mematikan usaha kecil.
    3. Bentuk badan usaha disesuaikan dengan besarnya modal dan keuntungan yang diperoleh.
    4. Modal dan pengelolaan usaha diatur oleh swasta.
    5. Pelaksanaan usahanya terus-menerus, untuk menjamin kontinuitas perusahaannya.
    6. Untuk pengembangan usahanya dapat mengadakan kerja sama dengan pihak asing.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]