Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Derajat Keasaman dan Kebasaan

Derajat keasaman dan kebasaaan adalah bilangan yang menyatakan jumlah ion hidrogen (H+) dan jumlah ion hidroksil (OH-) dalam suatu zat. Nilai derajat keasaman dan kebasaan suatu zat tergantung pada jumlah ion H+ dan OH- di dalam air.

Semakin asam suatu zat, semakin banyak ion H+ dan semakin sedikit jumlah ion OH- di dalam air. Sebaliknya semakin basa suatu zat, semakin sedikit jumlah ion H+ dan semakin banyak ion OH- di dalam air. Jumlah ion H+ dan OH- di dalam air dinyatakan dengan pH atau pOH.

Derajat keasaman atau kebasaan suatu zat hanya dinyatakan dengan skala pH. Derajat keasaman suatu zat (pH) ditunjukkan dengan skala 0—14.

Sifat asam atau basa ditentukan oleh skala pH seperti berikut :

  • Larutan dengan pH < 7 bersifat asam.
  • Larutan dengan pH = 7 bersifat netral.
  • Larutan dengan pH > 7 bersifat basa.


Semakin kecil nilai pH, maka zat tersebut semakin bersifat asam. Sedangkan semakin besar nilai pH suatu zat, maka zat tersebut semakin bersifat basa.


pH suatu zat dapat diukur dengan menggunakan indikator. Berikut ini adalah tabel skala/trayek keasaman dan kebasaan beberapa indikator :



Seperti terlihat pada tabel di atas, skala pH beberapa indikator tersebut memiliki rentang pH yang kecil, hanya trayek asam atau basa saja, sehingga kurang akurat untuk pengukuran pH dengan rentang yang besar. Oleh karena itu nilai pH dapat ditentukan dengan suatu indikator universal yang dapat memperlihatkan bermacam-macam warna untuk tiap nilai pH. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang berupa kertas dan indikator yang berupa larutan.

Cara menggunakan indikator universal bentuk kertas adalah dengan cara mencelupkan kertas tersebut ke dalam larutan yang hendak kita ketahui pH-nya. Sedangkan jika menggunakan indikator universal bentuk larutan adalah dengan cara memasukkan/meneteskan larutan indikator universal ke dalam larutan yang hendak kita ketahui pH-nya. Warna yang terbentuk kemudian dicocokkan / dibandingkan dengan warna standar yang sudah diketahui nilai pH-nya. Dengan mengetahui nilai pH maka dapat ditentukan apakah larutan bersifat asam, basa atau netral.

Menyelupkan kertas indicator universal pada larutan yang hendak diketahui nilai pH-nya.

Membandingkan perubahan warna dengan warna standar sehingga diketahui nilai pH larutan tersebut.

Larutan indikator universal.

Warna standar larutan indikator universal.


Selain menggunakan indikator universal, untuk mengetahui nilai pH suatu zat dapat menggunakan alat yang disebut pH meter. pH meter mempunyai elektrode yang dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Nilai pH dapat langsung diketahui melalui tampilan layar digital pada alat tersebut. Berikut ini gambar beberapa pH meter digital :






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]