Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
e-dukasi.net
Edukasi
 ~ 


 
 

Sifat dan Pembuatan Alkil Alkanoat

Pada materi 2 ini kita akan membahas tentang sifat dan pembuatan senyawa alkil alkanoat. Terkait dengan sifat senyawa alkil alkanoat, ada 2 sifat alkil alkanoat yang akan kita bahas yakni sifat fisis dan sifat kimia dari senyawa alkil alkanoat.

  1. Sifat-sifat Alkil Alkanoat

  2. Sifat fisis alkil alkanoat terkait dengan gaya antar molekul zat dalam senyawa. Senyawa alkil alkanoat mengandung gugus -COO- yang bersifat polar. Absennya atom H dalam gugus tersebut mengakibatkan molekul-molekul alkil alkanoat tidak membentuk ikatan hidrogen seperti halnya asam alkanoat. Sebaliknya, gaya-gaya yang berperan adalah gaya tarik menarik dipol-dipol dan gaya London. Hal ini menjelaskan mengapa titik leleh dan titik didih alkil alkanoat relatif lebih rendah daripada asam alkanoat. Perhatikan tabel berikut!



    Alkil alkanoat tidak memiliki atom H yang terikat pada gugus fungsinya. Oleh karena itu, alkil alkanoat tidak bersifat asam seperti halnya asam alkanoat. Hal ini dapat digunakan untuk membedakan alkil alkanoat dan asam alkanoat karena keduanya berisomer fungsi. Beberapa reaksi dari alkil alkanoat sebagai berikut :

    1. Reaksi hidrolisis

    2. Alkil alkanoat merupakan senyawa yang bersifat netral. Biasanya alkil alkanoat mengalami reaksi kimia di gugus alkoksi (ľOR') digantikan oleh gugus yang lain. Hidrolisis dipercepat dengan adanya asam atau basa. Hidrolisis dalam suasana asam merupakan kebalikan dari esterifikasi. Alkil alkanoat direfluks dengan air berlebih yang mengandung katalis asam yang kuat. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga reaksi tidak pernah berhenti.


      Jika suatu basa (NaOH atau KOH) digunakan untuk menghidrolisis alkil alkanoat maka reaksi tersebut sempurna. Asam alkanoat dilepaskan dari kesetimbangan dengan mengubahnya menjadi garam. Garam organik tidak bereaksi dengan alkanol sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi tidak dapat balik.



      Reaksi hidrolisis ini digunakan untuk menghidrolisis lemak atau minyak guna menghasilkan gliserol dan suatu garam (sabun). Reaksi ini lebih dikenal dengan reaksi saponifikasi.

      Contoh :





    3. Reaksi reduksi

    4. Reaksi reduksi suatu alkil alkanoat menghasilkan alkanol.


  3. Pembuatan Alkil Alkanoat

  4. Kamu telah mempelajari sifat-sifat dari alkil alkanoat, sekarang bagaimana cara membuat senyawa alkil alkanoat? Mari kita pelajari bersama!

    Berbagai metode pembuatan alkil alkanoat telah dikembangkan. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkanol dengan asam alkanoat. Pada reaksi ini, asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis).



    Reaksi keseluruhannya adalah :



    Pada sintesis alkil alkanoat, asam alkanoat melepaskan gugus ľOH dan alkanol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih, atau dapat juga dilakukan mengeluarkan alkil alkanoat yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk.

    Untuk memproduksi alkil alkanoat dalam jumlah banyak, metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc=3). Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil, produk yang dihasilkan pun sedikit. Di industri, alkil alkanoat disintesis dalam dua tahap. Pertama, asam alkanoat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. Selanjutnya, asil klorida direaksikan dengan alkanol menjadi alkil alkanoat. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :



    Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna.






 
 

  [ SD |  SMP |  SMA |  SMK ]


UMUM |  LAIN-LAIN ]