Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 ~ 
Masjid

Tentang Kami
Erman   Ema Malini
Fadhil Ilma   Ihsan Ilma   Salsabila Saumi Ilma
  Erman:
Lahir di: Sungai Penuh, Kerinci / 19 September 1963.
Pendidikan: Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, Jurusan Akuntansi - Angkatan 82.

Ema Malini:
Lahir di: Padang / 01 Juli 1971.
Pendidikan: Alumni Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta, Padang, Jurusan Bahasa Inggris - Angkatan 90.

Fadhil Ilma:
Lahir di: Padang / 19 Desember 1995.
Pendidikan: SMAN 3 Kelas II, Bandara, Batam.

Ihsan Ilma:
Lahir di: Padang / 10 April 1998.
Pendidikan: SMP Kartini 2 Kelas III, Sei Jodoh, Batam.

Salsabila Saumi Ilma:
Lahir di: Batam / 3 Desember 2002.
Pendidikan: SD Islam Al-Barkah Kelas IV, Baloi Persero, Batam.

 

HUBUNGI KAMI


 


 
 


(1) Iman artinya ....


a) Ingkar
b) Sungguh-sungguh
c) Bohong
d) Percaya


(2) Rukun Iman artinya ....


a) Akibat Iman
b) Dasar Iman
c) Sungguh-sungguh Beriman
d) Tidak Beriman


(3) Rukun Iman ada ....


a) 6
b) 5
c) 7
d) 4


(4) Berapakah sifat wajib bagi Allah ?

  1. Wujud (Ada)
    Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.
    • Dalil Aqli sifat Wujud
      Adanya semesta alam yang kita lihat sudah cukup dijadikan sebagai alasan adanya Allah, sebab tidak masuk akal seandainya ada sesuatu yang dibuat tanpa ada yang membuatnya.
    • Dalil Naqli sifat Wujud

      "Allah-lah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam (waktu) enam hari." (QS. AS sajdah [32]:4)
  2. Qidam (Dahulu/Awal)
    Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.
    • Dalil Aqli sifat Qidam
      Seandainya Allah tidak qidam, mesti Allah huduts, sebab tidak ada penengah antara qidam dan huduts. Apabila Allah huduts maka mesti membutuhkan muhdits (yang membuat) misalnya A, dan muhdits A mesti membutuhkan kepada muhdits yang lain, misalnya B. Kemudian muhdits B mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, misalnya C. Begitulah seterusnya. Apabila tiada ujungnya, maka dikatakan tasalsul (peristiwa berantai), dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan daur (peristiwa berputar). Masing-masing dari tasalsul dan daur adalah mustahil menurut akal. Maka setiap yang mengakibatkan tasalsul dan daur, yaitu hudutsnya Allah adalah mustahil, maka Allah wajib bersifat Qidam.
    • Dalil Naqli sifat Qidam

      "Dialah yang awal dan yang akhir. Yang zhohir dan yang bathin." (QS. Al-Hadid [57]:3)
  3. Baqa (Kekal)
    Allah akan Kekal dan Abadi selamanya, Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan

    • Dalil Aqli sifat Baqa’
      Seandainya Allah tidak wajib Baqo, yakni jika Allah Tiada, maka tidak akan disifati Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan dari Allah berdasarkan dalil yang telah lewat dalam sifat Qidam.
    • Dalil Naqli sifat Baqa’

      "Tiap sesuatu akan binasa (lenyap) kecuali Dzat-nya." (QS. Qoshos [28]:88)
  4. Mukhalafatuhu Lil Hawadith (Berbeda dengan CiptaanNya/MakhlukNya)
    Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan-Nya. Coba kita perhatikan tukang jahit; hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain.

    • Dalil Aqli sifat Mukhalafah Lil Hawadits
      Apabila diperkirakan Allah menyamai sekalian makhluknya, niscaya Allah adalah baru (Huduts), sedangkan Allah baru adalah mustahil
    • Dalil Naqli sifat Mukhalafah Lil Hawadits

      "Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syuro [42]:11)
  5. Qiyamuhu Binafsihi (Allah Berdiri Sendiri)
    Artinya bahwa Allah SWT itu berdiri dengan dzat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan. Contohnya,
    Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun.

    • Dalil Aqli sifat Qiyamuhu Binafsihi
      Seadainya Allah membutuhkan dzat, niscaya Allah adalah sifat, sebab hanya sifatlah yang selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat selamanya tidak membutuhkan dzat lain untuk berdirinya.
      Dan apabila Allah sifat adalah mustahil, sebab apabila Allah sifat, maka Allah tidak akan disifati dengan sifat Maani dan Manawiyah, sedangkan sifat tersebut adalah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi Allah berdasarkan dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak disifati dengan sifat Maani dan Manawiyah adalah salah (Bathil), dan batal pula sesuatu yang mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada dzat. Apabila batal butuhnya Allah kepada dzat maka tetap Maha Kaya (istighna)nya Allah dari dzat.
      Seandainya Allah membutuhkan sang pncipta, niscaya Allah baru (Huduts), sebab yang membutuhkan pencipta hanyalah yang baru sedangkan dzat qidam tidak membutuhkannya. Dan mustahil Allah Huduts, karena segala sesuatu yang huduts harus membutuhkan sang pencipta (muhdits) yang kelanjutannya akan mengakibatkan daur atau tasalsul.
    • Dalil Naqli sifat Qiamuhu Binafsihi

      "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta." (QS. Al Ankabut [29]:6)
  6. Wahdaniyyah (Tunggal/Esa)
    Artinya adalah bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa., baik itu Esa dzat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya. Esa dzat-Nya maksudnya dzat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain menjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.

    • Dalil Naqli

      "Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit dan bumi akan rusak." (QS. Al Anbiya [21]:22)
  7. Qudrat (Berkuasa)
    Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap dzat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi.

    • Dalil Aqli sifat Qudrot
      Dalilnya adalah adanya alam semesta.
      Proses penyusunan dalilnya, jika Allah tidak berkemampuan niscaya Allah lemah (Ajzun), dan apabila Allah lemah maka tidak akan mampu menciptakan makhluk barang sedikitpun.
    • Dalil Naqli sifat Qudrot

      "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah [2]:20)
  8. Iradah (Berkehendak)
    Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi, begitu juga setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi. Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia, tidak sedikit manusia mempunyai keinginan, tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak terwujud. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas.

    • Dalil Aqli sifat Irodat.
      Dalilnya adalah adanya alam semesta.
      Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa (karohah), dan Allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena tidak akan disifati qudrat, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat qudrat adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, sedangkan lemahnya Allah adalah mustahi, karena tidak akan mampu membuat makhluk barang sedikitpun.
    • Dalil Naqli sifat Irodat.

      "Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki." (QS. Hud[50]:107)
  9. Ilmu (Mengetahui)
    Artinya Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib. Bahkan, apa yang dirahasiakan di dalam hati manusia sekali pun. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula. Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?.

    • Dalil Aqli sifat Ilmu
      Dalilnya adalah adanya alam semesta.
      Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tak berilmu niscaya tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak adalah mustahil, karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat barang makhluk sedikitpun.
    • Dalil Naqli sifat Ilmu

      "Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS.Al Hadid [57]:3 atau QS. Al Baqaroh [2]:29)
  10. Hayat (Hidup)
    Artinya hidupnya Allah tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan dzat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya.
    Contohnya :
    Manusia ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mmebutuhkan makanan, minuman, istirahat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak.

    • Dalil Aqli sifat Hayat
      Dalilnya adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan Qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, seangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat alam semesta.
    • Dalil Naqli sifat Hayat
      Firman Allah :

      "Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup, yang tidak mati." (QS. Al-Furqon [25]:58)
  11. Sama (Mendengar)
    Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. Tidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan., seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia. Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu.
    DALIL :
    Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al Maidah :76)
  12. Basar (Melihat)
    Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak (jauh atau dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT.
    DALIL:
    Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah: 265)
    Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT.
  13. Kalam (Berbicara / Berfirman)
    Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra), seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia. Allah SWT berbicara tanpa menggunakan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.
    DALIL :
    . Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas (QS AnNisa :164)
    Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar.
  14. Kaunuhu Qadirun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.
    DALIL
    Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu (QS. Al Baqarah :20).
  15. Kaunuhu Muridun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu, Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.
    DALIL
    Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki (QS. Hud :107)
  16. Kaunuhu Alimun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu, mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.
    DALIL
    Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu (QS. An Nisa :176)
  17. Kaunuhu Hayyun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Hidup, Allah adalah Dzat Yang Hidup, Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.
    DALIL
    Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati (QS. Al Furqon :58)
  18. Kaunuhu Samiun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Mendengar, Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.
    DALIL
    Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui (QS. Al Baqoroh :256).
  19. Kaunuhu Basirun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.
    DALIL
    Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. Al Hujurat :18)
  20. Kaunuhu Mutakallimun
    Yaitu Keadaan Allah Taala Yang Berkata-kata, Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran.
    Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah SWT.

a) 99
b) 20
c) 4
d) 12


(5) Berapakah sifat mustahil bagi Allah ?

  1. Adam, artinya tiada (bisa mati)
  2. Huduth, artinya baharu (bisa di perbaharui)
  3. Fana, artinya binasa (tidak kekal/mati)
  4. Mumathalatuhu Lilhawadith, artinya menyerupai akan makhlukNya
  5. Qiyamuhu Bighayrih, artinya berdiri dengan yang lain (ada kerjasama)
  6. Taaddud, artinya berbilangbilang (lebih dari satu)
  7. Ajz, artinya lemah (tidak kuat)
  8. Karahah, artinya terpaksa (bisa dipaksa)
  9. Jahl, artinya jahil (bodoh)
  10. Maut, artinya mati (bisa mati)
  11. Syamam, artinya tuli
  12. Umy, artinya buta
  13. Bukm, artinya bisu
  14. Kaunuhu Ajizan, artinya lemah (dalam keadaannya)
  15. Kaunuhu Karihan, artinya terpaksa (dalam keadaannya)
  16. Kaunuhu Jahilan, artinya jahil (dalam keadaannya)
  17. Kaunuhu Mayyitan, artinya mati (dalam keadaannya)
  18. Kaunuhu Asam, artinya tuli (dalam keadaannya)
  19. Kaunuhu Ama, artinya buta (dalam keadaannya)
  20. Kaunuhu Abkam, artinya bisu (dalam keadaannya)

a) 4
b) 99
c) 20
d) 12


(6) Berapa jumlah Nabi yang wajib kita imani ?

    Nama-nama Nabi :

  1. Adam
  2. Idris
  3. Nuh
  4. Hud
  5. Shaleh
  6. Ibrahim
  7. Luth
  8. Ismail
  9. Ishaq
  10. Yaqub
  11. Yusuf
  12. Ayyub
  13. Dzulkifli
  14. Syu'aib
  15. Yunus
  16. Musa
  17. Harun
  18. Ilyas
  19. Ilyasa'
  20. Daud
  21. Sulaiman
  22. Zakaria
  23. Yahya
  24. Isa
  25. Muhammad

a) 20
b) 25
c) 15
d) 30


(7) Keluarnya Yajuj dan Majuj merupakan salah satu dari tanda kiamat ....


a) Kubra
b) Shugra
c) Akan Segera Datang
d) Semua Betul


(8) Syahadatain artinya ....


a) Kalimat Syahadat
b) Syahadat Tauhid
c) Kalimat Tauhid
d) Dua Kalimat Syahadat



ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH

Artinya : Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah.


(9) Bacaan di atas merupakan .....

a) Kalimat Syahadat
b) Syahadat Tauhid
c) Kalimat Tahlil
d) Syahadatain


(10) Siapakah nama Nabi yang memiliki mu'jizat mampu membelah lautan ?


a) Nabi Ibrahim as
b) Nabi Daud as
c) Nabi Musa as
d) Nabi Nuh as



KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK :



~ QUIZ TAUHID 1-2 VERSI WHO WANT TO BE MILLIONAIRE ~


 

 
 

[ Halaman 1 |  Halaman 2 |  Halaman 3 |  Halaman 4 ]


Akhlak |  Bacaan Shalat |  Doa & Niat |  Fiqih |  Pengetahuan Keislaman |  Surat Pendek |  Tajwid ]