Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




http://www.pks-jaksel.or.id/Article1187.html
Selasa, 15 Mei 2007 - 10:22

PKS-Jaksel: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaaj (pasangan hidup), supaya kalian ber-sakinah kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS Ar Ruum 30:21)

Ayat inilah yang menjadi manhaj sebagai alur dalam merayakan cinta. Sebuah ayat yang sering menghias indah undangan walimah. Untuk menghayati maknanya, mari kita simak uraian ringkas oleh Salim A. Fillah dalam buku "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" dengan kata-kata kunci sebagai berikut:


  1. Min anfusikum. Dari jiwa-jiwa kalian.
    Artinya, hal pertama yang dibicarakan Al Qur'an tentang pernikahan dua manusia adalah kesejiwaan. Ruh itu, kata Nabi seperti tentara, jika kode sama, sandinya nyambung. Meskipun belum saling melihat mereka pasti bersepakat. Jika tidak, ya tembak dulu, urusan belakangan. Nah, apa sih kode dan sandi untuk ruh? Yaitu komitmen kepada Allah dan agamanya. Itu saja. Itulah kesejiwaan.

  2. Azwaajan. Pasangan hidup.
    Tak berlama-lama, sesudah kesesuaian jiwa, Al Qur'an segera mengatakan bahwa mereka menjadi suami isteri. Sebuah ungkapan yang mengandung hikmah sebagai berikut, "Orang selalu berpikir, bahwa kita harus mencari pasangan yang tepat, maka hubungan akan berhasil. Berhentilah mencari orang yang tepat. Mulai sekarang, jadikan orang di dekat Anda yang memang hebat itu menjadi orang yang tepat!" Hal ini mengajari kita menjadi manusia yang lebih tinggi, manusia yang 'menjadikan', bukan sekedar 'mencari'.

  3. Litaskunuu ilaihaa. Supaya kalian tenteram, tenang, padanya.
    Unik sekali. Kata hubung yang dipakai adalah huruf lam (li) yang menunjukkan otomatis. Kata Allah, kalau pernikahan dimulai dari kesejiwaan, maka otomatis seorang suami akan merasakan ketentraman pada istrinya, dan seorang istri akan merasakan ketenangan pada suaminya. Apa sih sakinah itu? Sederhananya, sakinah inilah yang disebut separuh agama seseorang. Dengannya, seorang insan bisa mengoptimalkan potensinya untuk menjadi ibadurrahman sekaligus khalifatu fil ardh. Tenteram karena gejolak syahwat telah menemukan saluran yang halal dan thayyib, tenang karena ada sahabat lekat yang siap mendukung perjuangan.

  4. Wa ja'ala bainakum mawaddatan. Kemudian ada yang harus diproses, diupayakan, yakni mawaddah.
    Apa itu mawaddah? Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang kekurangan kosakata untuk cinta. Hanya cinta dan love. Padahal bahasa Arab punya empat belas. Dengan membandingkan pemaknaan Ibnul Qayyim Al Jauziyah terhadap mawaddah dalam buku Raudhatul Muhibbin dengan salah satu jenis cinta yang disebut Erich Fromm dalam The Art of Loving sebagai cinta yang erotis-romantis, ternyata bisa disejajarkan. Jadi mawaddah adalah cinta yang erotis-romantis. Bentuknya bisa ekspresi yang paling bathin sampai paling zhahir.

  5. Wa (ja'ala bainakum) rahmatan. Yang harus diusahakan bukan cuma mawaddah tapi juga rahmah.
    Rahmah ini juga cinta, bukan sekedar kasih sayang. Cinta yang bagaimana? Cinta yang seperti lagu, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Inilah cinta yang memberi -bukan meminta-, berkorban -bukan menuntut-, berinisiatif -bukan menunggu-, dan bersedia -bukan berharap-harap-.

Itulah sekilas uraian untuk meraih barakah dalam pernikahan yang dituntunkan dalam kitab yang berisi banyak rumus canggih, Al Qur'an. Sehingga, pernikahan pun berhak mendapat doa keberkahan yang diajarkan Rasulullah, "Barakallaaku laka, wa barakallahu 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir."

Kini berpadulah dua hati dalam mahligai cinta Ikatan nan agung sempurna sebagian agama Allah telah menghalalkanmu menjai pendamping bagiku Dan kau pun telah mengikhlaskanku menjadi pendampingmu (Nuansa: Mahligai Cinta)

Dengan pernikahan barakah, setiap episode dalam perjalanan bahtera rumah tangga akan membawakan kebahagiaan. Barakah itu membawa senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah. Barakallahu lakum, amin.

Milis PENGAJIAN-KANTOR
Dikirim oleh: Pudji Harijanto
Selasa, 15 Mei 2007


Cetak Artikel
  Cetak Artikel