Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




Para Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang paling banyak meriwayatkan hadits antara lain:

Abu Hurairah, 5374 hadits.
Ibnu Umar, 2630 hadits.
Anas bin Malik, 2286 hadits.
Aisyah Ummul Mukminin, 2210 hadits.
Ibnu 'Abbas, 1660 hadits.
Jabir bin 'Abdullah, 1540 hadits.

Para Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang melakukan pembukuan hadits antara lain:

Abdullah bin Amr bin Al-Ash (7-65H): As-Shahifah As-Shadiqah.
Abdullah bin Abbas (3-68H).
Jabir bin Abdillah Al-Anshari (16-78H): As-Shahifah.
Hamam bin Munabbih (40-131H) : As-Shahifah As-Shahihah.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz memelopori pembukuan dan pelembagaan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara resmi. Beliau memerintahkan kepada Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm. Perintah Umar bin Abdul Aziz sebagai berikut:
"Perhatikanlah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu tulislah dia, karena sesungguhnya aku khawatir akan hilangnya ilmu dan wafatnya para 'ulama, dan janganlah diterima kecuali hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam"
(Riwayat Imam Bukhary (1/33) dan Ad-Daarimi (1/126)

Dan Ibnu Hazm selanjutnya menunjuk ulama besar yaitu Ibnu Syihab Az-Zuhri untuk melakukan pelembagaan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Beliau berdua merupakan thabaqat awal pembukuan hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ibnu Hazm pulalah yang memulai dan mencetuskan ilmu Riwayatul hadits. Yakni suatu ilmu tentang meriwayatkan sabda-sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, perbuatan-perbuatannya, taqrir-taqrirnya dan sifat-sifatnya. Ilmu ini sifatnya lebih tertuju pada mengumpulkan hadits-hadits saja, tanpa memeriksa secara detail sah atau tidaknya yang orang sandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Faedah-faedah Ilmu riwayatul hadits antara lain:

  1. Supaya kita dapat membedakan mana yang orang sandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mana yang disandarkan kepada selain beliau.

  2. Agar supaya hadits tidak beredar dari mulut ke mulut atau dari satu tulisan ke tulisan lain tanpa sanad.

  3. Agar dapat diketahui jumlah hadits yang orang sandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

  4. Agar dapat diperiksa sanad dan matannya sah atau tidak.


Nama-nama ulama pencatat atau perawi hadits yang mu'tabar dari generasi Tabi'in antara lain:

Said Ibnul Musayyab (15-94H)
Urwah bin Zubair (22-94H)
Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm (Wafat 117H)
Muhammad bin Muslim bin Syihab Az-Zuhri (50-124H)
Imam Nafi' (wafat 117H)
Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah (Wafat 98H)
Salim bin Abdullah bin Umar (Wafat 106H)
Ibrahim bin Yazid An-Nakha'i (46-96H)
Amir bin Syarahil Asy-Sya'bi (19-103H)
Alqamah bin Qais An-Nakha'i (28-62H)
Muhammad bin Sirrin (33-110H)
Ibnu Juraij Abdul Aziz bin Juraij (Wafat 150H)
Said bin 'Arubah (Wafat 156H)
Al Auza'i (Wafat 156H)
Sufyan At-Tsauri (Wafat 161H)
Abdullah bin Mubaarak (118-181H)
Hammad bin Salamah (Wafat 176H)
Husyaim (Wafat 188H)

Nama-nama ulama pencatat atau perawi hadits yang mu'tabar dari generasi Tabi'ut Tabi'in antara lain:

Bukhari (194-256H) Kitab: Al-Jaami'ush Shahih atau Shahih Bukhari
Muslim (204-261H) Kitab: Shahih Muslim
Abu Dawud (202-275H) Kitab: As-Sunan Abi Dawud
At-Tirmidzi (209-279H) Kitab: As-Sunan At-Tirmidzi
An-Nasa'i (215-303H) Kitab: As-Sunan An-Nasa'i
Ibnu Majah (207-275H) Kitab: As-Sunan Ibnu Majah
Malik bin Anas (90/93-169H) Kitab: Al-Muwatha'
Asy Syafi'iy (150-204H) Kitab: Al Um
Ahmad bin Hambal (164-241H) Kitab: Al Musnad Ahmad
Ibnu Khuzaimah (223-311H) Kitab: Shahih Ibnu
Khuzaimah Ibnu Hibban (----354H) Kitab: Shahih Ibnu Hibban
Hakim (320-405H) Kitab: Al Mustadrak
Ad-Daaruquthni (306-385H) Kitab: Sunan Daaruquthni
Al Baihaqiy (384-458H) Kitab: Sunan Al-Kubra
Ad Daarimi (181-255H) Kitab: Sunan Ad-Daarimi
Abu Dawud At-Thayaalisi (----204H) Kitab: Musnad At-Thayalisi
Al Humaidiy (---219H) Kitab: Musnad Al-Humaidiy
Ath Thabrani (260-360H) Kitab: Mu'jam Al-Kabir, Mu'jam Al-Ausath, Mu'jam As-Shagir
Abdurrazzaaq (126-211H) Kitab: Mushannaf Abdurrazzaaq
Ibnu Abi Syaibah (----235H) Kitab: Mushannaf Ibnu Abi Syaibah
Abdullah bin Ahmad (203-209H) Kitab: Az-Zawaaidul Musnad
Ibnul Jaarud (---307H) Kitab: Al-Muntaqa
At-Thahaawi (239-321H) Kitab: Syarah Ma'aanil Atsar, Musykilul Atsar
Abu Ya'la (---307H) Kitab: Musnad Abu Ya'la
Abu 'Awaanah (---316H) Kitab: Shahih Abu 'Awaanah
Said bin Manshur (---227H) Kitab: As Sunan Said bin Manshur
Ibnu Sunniy (---364H) Kitab: 'Amalul Yaum wal lailah
Ibnu Abi 'Ashim (---287H) Kitab: Kitabus Sunnah, Kitab Zuhud

(Sumber : Al-Masail Jilid 3: Ilmu-Ilmu Hadits Abdul Hakim bin Amir Abdat, As-Sunnah Qabla At-tadwin: M.Ajaj Al-Khatib)

Milis Sabili
Dikirim oleh: A Nizami
Senin, 18 April 2005


Cetak Artikel
  Cetak Artikel