Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




Si Yetti
Yetti sangat senang ketika bisa diterima sebagai manajer di perusahaan tempatnya bekerja. Tapi pada hari pertama masuk, dia harus mengadakan presentasi di depan direktur dan manajer pemasaran.

Selama beberapa hari dia mempersiapkan bahan-bahan presentasi. Idenya cukup banyak untuk memajukan perusahaan. Dari ide merapikan administrasi, ide promosi, hingga ide strategi pemasaran dan penjualan. Tapi pada saat presentasi ternyata direktur dan manajer pemasaran sangat merendahkannya. Semua idenya ditolak dengan alasan bahwa semua itu sudah pernah dilakukan di perusahaan tersebut tapi ternyata gagal.

Yetti hampir-hampir tak percaya bahwa semua idenya tidak dapat diterima. Tapi karena dia sudah diterima bekerja dia tetap melanjutkan kerjanya.

Dia mencari ide-ide lain yang lebih kreatif dalam rangka memajukan perusahaan. Tapi setiap idenya ditolak dengan berbagai alasan. Bahkan ide terkecil sekalipun ditolak, seperti pembuatan form untuk mencatat data klien. Manajer pemasarannya tidak mau menerapkannya. Ketika dia melaporkan kepada direktur, ternyata beliau membela si manajer pemasaran. Akhirnya Yetti kecewa. Dia pun mulai jarang mengajukan idenya. Bahkan lama kelamaan dia berhenti mencari ide baru. Dia bekerja apa adanya tanpa memikirkan strategi baru atau ide-ide lain yang kreatif.

Setelah bekerja selama satu tahun, Yetti merasakan akibatnya yang ternyata merugikan dirinya sendiri. Dia merasa kecerdasannya menurun, semangatnya yang biasa menggebu-gebu kini menjadi biasa-biasa saja. Pekerjaan yang dulu disukainya kini menjadi suatu tugas yang rutin.

Dia merasa kreatifitasnya menurun. Merasakan hal ini Yetti segera bertindak. Dia sadar bahwa keadaannya akan semakin parah dan semakin merugikan dirinya kalau dia tetap bersikap pasif dan masa bodoh. Dia tidak mau membatasi kreatifitas dan semangatnya lagi. Dia ingin maju.

Yetti segera mulai memikirkan ide-ide baru lagi. Dia kembali melatih kreatifitasnya dan terus mencari strategi baru yang dapat memajukan perusahaan. Meskipun usulnya masih tetap ditolak, dia tidak putus asa. Yetti malah merasa bahwa dia sedang dilatih agar lebih pintar.

Dia terus memperbaiki ide-idenya. Ketika manajer pemasaran dan direkturnya dipromosikan dan dipindahkan ke bagian lain sesuai kebijaksanaan perusahaan, maka Yetti sudah siap dengan segudang ide yang lebih sempurna. Diapun kemudian diangkat menjadi direktur.

Yetti bersyukur karena dia sudah siap. Seandainya dia dulu tetap masa bodoh dan asal kerja saja, maka dia pasti belum siap untuk diangkat sebagai direktur. Dia tidak mau membatasi kemajuan dirinya.

Meskipun selalu gagal, dia justru belajar untuk lebih baik. Idenya lebih disempurnakan karena selalu mengalami penolakan. Kemampuannya meningkat. Tantangan membuatnya lebih baik.

Si Surya
Surya bekerja di bagian administrasi gudang. Dia pun sebenarnya penuh ide dan gagasan yang cemerlang. Misalnya membuat check list untuk memudahkan pamantauan stok barang, membuat catatan siapa saja yang bertugas setiap hari sehingga mudah dihubungi apabila ada masalah yang harus diselesaikan.

Masalahnya, dia merasa masih baru. Masa karyawan baru sudah sok mau mengubah ini itu. Dia kurang berani mengajukan idenya. Kalau didesak dengan pertanyaan atau bantahan dia segera diam dan mematikan idenya sendiri. Dia merasa semua orang lebih pintar darinya sehingga mereka pasti lebih benar.

Sikap Surya tidak merugikan perusahaan, karena ada orang lain yang cepat atau lambat tanpa sengaja akan memikirkan ide yang sama dengan ide Surya.

Karena mereka lebih fokus dan lebih berani mempresentasikan idenya, maka ide tersebut dapat dijalankan. Yang mendapat pujian bukan Surya, meskipun Surya pernah lebih dahulu memikirkan ide tersebut. Lama kelamaan Surya semakin pesimis karena merasa kurang mampu. Dia tak pernah lagi berpikir kreatif.

Si Yonas
Yonas sangat rajin bekerja. Dia karyawan di bagian penjualan. Selain hasil penjualannya paling tinggi, dia juga sering mengusulkan ide ke atasannya. Misalnya ide pendataan pelanggan, ide pemantauan penjualan pribadi. Semangatnya juga paling tinggi.

Di saat-saat menjelang akhir bulan di mana penjualan belum mencapai target, dialah satu-satunya yang tidak menyerah. Dia berusaha makin giat. Kelebihannya membuatnya mulai diberi kepercayaan untuk mensupervisi teman-temannya yang lain.

Anehnya, hampir semua temannya kurang suka pada Yonas. Salah seorang temannya bahkan bicara terus terang bahwa dia dan semua orang tidak suka pada Yonas.

Untung Yonas menanggapi dengan tenang dan dengan kepala dingin. Dia tetap paling rajin bekerja, dia tetap mempertahankan prestasinya. Dia tidak mau kehilangan semangat hanya gara-gara pendapat atau perkataan orang lain.

Dia tidak mau disetir oleh orang-orang di sekeilingnya. Dia tetap maju. Dia tidak mau dibatasi. Tidak heran kalau dia semakin dipercaya sehingga kemudian dia diangkat secara resmi sebagai supervisor penjualan.

Kini teman-temannya mulai mencontoh sikap Yonas. Mereka juga mulai mengembangkan kreatifitas. Siapapun dapat mengajukan ide demi kemajuan bersama. Be creative! Reach for the stars!

Sumber: Potensi Diri - Kreativitas oleh Lisa Nuryanti, Motivator dan Pemerhati Kepribadian

Milis FEUI82
Dikirim oleh: Irwan B. Afiff
Jum'at, 28 April 2006


Cetak Artikel
  Cetak Artikel