Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




Nama Harun Yahya sebagai seorang da'i dan cendekiawan Muslim memang belum populer di kalangan masyarakat Indonesia. Namun seiring dengan terbitnya buku-buku Harun Yahya di negeri ini, insya Allah tak lama lagi nama cendekiawan asal Turki ini akan akrab di telinga masyarakat kita. Sejumlah besar karya monumentalnya berbicara tentang keajaiban ciptaan Allah serta kritiknya terhadap paham materialistik.

Ia dilahirkan di Ankara, Turki pada tahun 1956 dengan nama asli Adnan Oktar. Di ibukota Turki itu Adnan dibesarkan hingga lulus SMU. Pada masa sekolah itu Adnan sangat tekun mendalami ajaran agama Islam dari guru dan buku-buku yang dibacanya, sehingga Adnan muda terdorong melaksanakan misi da'wah, menyeru kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar.

Pada tahun 1979, Adnan pindah ke Istanbul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan. Ia memperoleh nilai tertinggi dalam tes masuk ke perguruan tinggi tersebut.

Kebetulan ketika itu Universitas Mimar Sinan berada di bawah pengaruh organisasi ilegal berhaluan Marxisme sehingga pemikiran kekirian mendominasi kehidupan kampus. Hampir setiap dosen dan mahasiswa di lembaga pendidikan itu merupakan sosok materialis yang berpola pikir ateis. Dalam berbagai perkuliahan para dosen mengambil setiap kesempatan yang ada untuk menyebarkan filsafat materialistik dan Darwinisme meski tidak ada hubungannya dengan topik kuliah saat itu.

Melihat kondisi demikian Adnan tidak tinggal diam. Ia kemudian membaca ratusan buku, termasuk karya-karya pokok tentang Marxisme, komunisme, filsafat materialistik dan mempelajari buku-buku ideologi kiri, termasuk karya-karya klasik yang jarang dibaca orang. Adnan meneliti karya-karya dengan tak lupa menandai bagian-bagian penting dan membuat catatan-catatan di belakang buku tersebut, sehingga ia menjadi sangat menguasainya.

Adnan juga melakukan riset yang mendalam tentang teori evolusi yang dianggap sebagai landasan ilmiah dari berbagai ideologi tersebut. Menurut Ny Mediha Oktar, ibunda Adnan, saat melakukan riset itu anaknya hanya tidur beberapa jam saja di malam hari, sebagian sisa waktu digunakan untuk membaca, membuat catatan dan menyimpan kumpulan catatan itu.

Setelah berhasil mengumpulkan informasi yang berlimpah tentang berbagai kebuntuan, kontradiksi dan kebohongan yang terdapat dalam filsafat dan ideologi yang didasarkan pada pengingkaran kepada Allah itu, Adnan segera menyebarkan fakta-fakta itu kepada para mahasiswa dan dosen yang ditemuinya, sehingga pada masa itu Adnan nampak sering menjelaskan kelemahan dan kekeliruan filsafat materialistik dan Marxisme di hadapan para mahasiswa dan dosen, di kantin dan koridor-koridor ruang kuliah.

Sejak itu Adnan selalu menghadiri kuliah-kuliah dengan membawa dokumen-dokumen saintifik dan kumpulan riset-riset yang menjungkirbalikkan argumen materialisme dan Marxisme. Beberapa dosen yang aktif mengajarkan teori evolusi dan dan propaganda atheisme kerap didebat Adnan sehingga mereka terpojok, tidak mampu mempertahankan argumentasinya. Beberapa mahasiswa militan pendukung ideologi kiri mengancam akan membunuh Adnan jika tidak menghentikan aktivitas da'wahnya. Tapi Adnan tidak merasa gentar, tetap menjalankan da'wahnya melawan ideologi kafir.

Selama tiga tahun Adnan memperjuangkan hal itu sendirian, karena belum ada rekan-rekan mahasiswa yang berani mendukungnya. Baru pada tahun 1982 ada sejumlah mahasiswa baru yang berani mendukung da'wah Adnan. Mereka tertarik pada Adnan dan kagum pada pandangan yang luas dan sikapnya yang santun. Pada tahun 1984 mereka membentuk sebuah kelompok yang beranggotakan sekitar 30 orang mahasiswa dan siswa SMU.

Difitnah dan Dipenjara

Pada tahun 1986 Adnan mengumpulkan semua hasil risetnya mengenai Darwinisme dalam buku "Makhluk Hidup dan Evolusi" yang ia gunakan bersama kelompoknya untuk membeberkan kebohongan dan kekeliruan teori evolusi. Buku itu disebarluaskan ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi sehingga membuat mereka yang pro Darwin gigit jari.

Sekitar tahun 1986 Adnan juga melakukan riset dan penyelidikan terhadap gerakan freemasonry, sebuah kelompok rahasia yang mengusung Zionisme dan kepentingan Yahudi. Ia menemukan bukti adanya pengaruh yang terselubung namun meluas dari freemasonry pada kantor-kantor pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan tinggi, organisasi-organisasi politik dan media massa. Misi utama mereka menjauhkan bangsa Turki dari nilai-nilai spiritual religius dan moral dengan menyebarkan pandangan materialisme, teori evolusi dan pola hidup yang amoral kepada masyarakat luas.

Berbagai bukti itu ia publikasikan dalam buku "Yahudi dan Freemasonry". Di dalamnya dibeberkan daftar anggota kuil-kuil freemason, jabatan tiap-tiap anggota dalam organisasi tersebut, daftar orang-orang freemason yang duduk di pemerintahan, berbagai perusahaan dan institusi freemason, aktivitas-aktivitas mereka serta kekuatan ekonomi dan politik yang mereka pegang.

Hal itu tentu saja membuat kalangan freemason berang. Mereka kemudian yang melancarkan berbagai fitnah sehingga Adnan berhasil ditahan dan ditempatkan di penjara. Alasan penahanan Adnan, karena dalam sebuah wawancara ia pernah mengatakan, "Saya berasal dari suku bangsa Ibrahim dan Turki." Selanjutnya Adnan dipindahkan ke rumah sakit jiwa Bakirkoy dengan alasan Adnan secara mental tidak sehat. Selama beberapa lama kaki Adnan dirantai di tempat tidur dan secara paksa diberi obat yang mengganggu kesadarannya. Adnan baru dilepaskan 19 bulan kemudian setelah pengadilan membuktikan ia tidak bersalah.

Setelah dibebaskan tahun 1988 Adnan kembali melanjutkan aktivitas da'wahnya. Lalu dua tahun kemudian, pada tanggal 1 Januari 1990 ia dan kawan-kawannya mendirikan Science Research Foundation (SRF) agar dapat aktivitas mereka lebih terkoordinasi dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Melalui SRF mereka menyelenggarakan berbagai diskusi dan konferensi untuk menghidupkan nilai-nilai moral serta menerbitkan buku-buku ilmiah Islami. Tapi mereka yang membenci Islam kembali melancarkan fitnah sehingga suatu hari pada saat aktivis SRF menyelenggarakan pertemuan rutin, datang 100 orang polisi menahan dan menginterogasi para aktivis SRF selama 3-4 jam lalu membebaskannya. Adnan sendiri ditahan selama sepekan lalu dibebaskan setelah tidak ditemukan adanya elemen kejahatan.

Masih ada sejumlah aksi intimidasi dan fitnah yang dilancarkan kaum sekuler dan anti Islam terhadap Adnan dan kawan-kawannya. Tahun 1991 Adnan kembali ditahan atas fitnah penggunaan kokain. Intimidasi terakhir terjadi pada 12 November 1999 dengan aksi penangkapan aktivis SRF oleh polisi setelah mereka menerbitkan buku Harun Yahya alias Adnan Oktar berjudul "Global Freemasonry".

Namun semua itu tidak mematahkan semangat mereka. Semakin ditekan semakin mereka gigih berjuang. Terbukti, buku-buku dan VCD-nya semakin tersebar ke berbagai negeri, tidak hanya di Turki, tapi juga di Indonesia. Kini baru sekitar tiga judul yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Tapi bagi Anda yang mahir berbahasa Inggris dan akrab dengan internet dapat membaca seluruh buku Adnan di situs Harun Yahya: www.hyahya.org dan www. harunyahya.com. Istimewanya, semua buku dan file VCD di situs itu boleh disalin gratis. Silahkan coba.

Saiful Hamiwanto
Sumber: Harun Yahya, (Deep Thinking), Penerbit Robbani Pers)

Milis Eramuslim
Dikirim oleh: Zamah Saari
Minggu, 3 Februari 2002


Cetak Artikel
  Cetak Artikel