Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




Sepasang suami istri muda pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat kolega mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.

"Lihat! alangkah cantiknya cangkir itu," kata si istri kepada suaminya.
"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si suami.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara:
Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing.
Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata "belum!" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.
Panas! Panas! Teriakku dengan keras.
Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum!"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang perempuan muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan.
Stop! Stop! Aku berteriak. Perempuan itu berkata "belum!"

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong! Hentikan penyiksaan ini (pikir-ku)! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.

Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang perempuan cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

--UnKnown--

Renungan:

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan dan sebuah tantangan, apabila kita jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kita tahu bahwa ujian terhadap kita akan menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Katahuilah bahwa Allah SWT tidak akan pernah memberikan cobaan yang kita sendiri tidak sanggup menanggungnya.

Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah SWT sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Allah SWT membentuk kita.

Trimakasih kepada semua orang yang secara sadar ataupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung telah membentuk kita sampai saat ini untuk menjadi lebih baik, Terima kasih untuk cinta yang diberikan dan teruslah kita berbagi untuk menjadikan satu dengan yang lain lebih baik lagi.

Orang yang hebat adalah orang yang banyak berguna untuk orang lain.

Milis PENGAJIAN-KANTOR
Dikirim oleh: Iskandar Muda
Senin, 2 Oktober 2006


Cetak Artikel
  Cetak Artikel