Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




Rukmini sudah lama bekerja di perusahaan properti. Sudah hampir 16 tahun. Sungguh, bukan waktu yang singkat. Karyawan-karyawan baru kagum melihat Rukmini betah bekerja selama itu di perusahaan yang sama. Tidak pindah-pindah. Kok bisa ya? Hebat. Banyak orang yang ingin mendengar cerita dibalik ketekunan dan kesetiaan Rukmini terhadap pekerjaannya.

Tapi, sebenarnya Rukmini tidak merasa bangga dengan masa kerjanya yang lama. Malah hatinya terasa kosong. Baginya, bekerja sekian lama biasa-biasa saja. Tidak ada istimewanya.

Dia hanya sekedar menjalani hidup dan bekerja dari hari ke hari. Tahu-tahu tanpa terasa sudah 16 tahun dia bekerja. Memang dia sekarang punya bawahan yang membantunya bekerja. Tapi dia malah merasa lebih pusing karena harus membimbing mereka.

Mereka semua sungguh menyita waktunya. Dia harus mengajarkan semuanya. Sepertinya mereka sulit disuruh belajar. Berbeda jauh dengan Rukmini dulu. Ketika dia masuk kerja, segala sesuatu dipelajarinya dengan cepat dan penuh semangat.

Bila semua pekerjaan sudah selesai, dia selalu mendatangi atasannya untuk membantu pekerjaan atasannya. Apa saja. Dari tidak mengerti bagaimana cara mengoperasikan komputer sama sekali, kini dia sudah menguasai komputer, meskipun tidak terlalu hebat. Tapi paling tidak, dia tidak ketinggalan zaman.

Kini, para karyawan baru terlihat lebih santai. Kurang giat dan kurang serius. Terlalu sering ngobrol dan bercanda. Mula-mula semua itu sering membuat Rukmini tertekan. Jadinya, dia sering uring-uringan dan marah-marah di kantor. Sampai-sampai semua orang takut dengannya karena dia terkenal galak.

Tapi kurang lebih dua bulan ini Rukmini tidak lagi merasa nyaman dengan keadaannya. Dia merasa sudah tidak bersemangat dalam bekerja. Hatinya kosong. Sehari-hari Rukmini merasa seperti robot yang bangun pagi, berangkat ke kantor, mulai bekerja hingga sore, kemudian pulang. Semua menjadi rutin dan membosankan. Malah, setiap bangun pagi, rasanya hati menjadi berat dan tubuhnya lelah karena harus berangkat ke kantor. Pekerjaan tidak lagi memberinya keasyikan.

Suatu hari, seperti biasanya setiap enam bulan sekali, diadakan pelatihan karyawan di perusahaannya. Biasanya Rukmini merasa malas untuk ikut-ikutan seperti itu. Sudah bertahun-tahun dia tidak pernah mau mengikuti pelatihan karyawan. Lebih baik istirahat di rumah.

Lagipula dia merasa semua pelatihan itu tidak ada manfaatnya bagi dirinya sendiri. Dia sudah lebih berpengalaman daripada pembicaranya. Materi yang diajarkan juga biasa-biasa saja, itu-itu lagi. Tidak ada yang baru. Sudah tahu semuanya.

Agak berbeda

Tapi, kali ini Rukmini ingin mencari sesuatu yang agak berbeda. Dia merasa sedang tidak bersemangat lagi dalam bekerja. Hatinya sedang mencari-cari sesuatu. Dia sedang butuh sesuatu. Mungkin pelatihan ini bisa menjadi semacam penyegaran baginya. Karena itu dia berpikir untuk mengikutinya kali ini. Agak malu sih, ketika dia mengatakan kesediaannya untuk mengikuti pelatihan. Semua orang heran. Atasannya sangat gembira meskipun agak heran juga.

Selama pelatihan, Rukmini teringat bagaimana semangatnya dulu dia bekerja. Ketika dulu dia baru diterima bekerja, rasanya bagaikan kejatuhan bulan. Dia bekerja dengan semangat penuh. Dulu dia sangat senang apabila bisa menambah pengetahuan.

Semua pelatihan selalu diikutinya dengan gembira. Semua buku di perpustakaan kantor, selalu dibacanya. Semua hal baru akan dipelajarinya. Dulu dia hampir tidak pernah istirahat. Mengingat hal itu, Rukmini merasa kehilangan sesuatu. Dulu, bekerja menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Dulu, kesibukan menjadi hal yang menyenangkan.

Kini Rukmini sadar dia tidak seperti dulu lagi. Betapa tertutupnya sikapnya selama ini terhadap perubahan dan kemajuan. Dia ingin kembali seperti dulu, ketika dengan semangat mempelajari berbagai hal dan menerapkannya dalam pekerjaan. Rukmini mencoba bersikap lebih terbuka kali ini. Bukan hanya selama pelatihan, tapi setiap hari dia berusaha lebih membuka hati terhadap atasannya, teman-temannya, dan terhadap bawahannya yang sering membuatnya kesal.

Rukmini mencoba mengunjungi toko buku lagi dan mulai melihat-lihat. Ternyata banyak buku-buku baru yang bagus. Keinginannya untuk membaca timbul kembali. Diapun mulai menyisihkan dana untuk membeli sebuah buku baru setiap bulan. Dengan demikian tiap bulan dia harus membaca habis satu buku. Semangat membacanya tumbuh kembali. Demikian pula semangat belajarnya.

Baru dua minggu ini dia bekerja dengan lebih bersemangat. Semua orang heran. Kini Rukmini berubah. Dia tetap tegas, tapi kata-katanya dan sikapnya tidak galak lagi. Dia lebih rajin memantau perkembangan bawahannya dan pekerjaan mereka. Dia selalu menanyakan apa kesulitan yang dihadapi dan bersedia membantu memberi solusi. Dia memotivasi mereka untuk semakin menyukai pekerjaan.

Tanpa terasa, divisinya mengalami perubahan positif. Semua bawahannya tanpa terasa menjadi lebih giat bekerja. Semua tugas diselesaikan lebih cepat. Suasana kerja menjadi penuh semangat dan menyenangkan. Semua senang. Change yourself! Then you will change other people!

Oleh: Lisa Nuryanti

Milis FEUI82
Dikirim oleh: Irwan B. Afiff
Jum'at, 23 Nopember 2007


Cetak Artikel
  Cetak Artikel