Kaligrafi Nama AllahLogo Situs Keluarga ilma95
Home
 ~  Home
 | 
Pedoman Shalat
Pedoman Shalat
 | 
Ilmu Tajwid
Ilmu Tajwid
 | 
Pojok Anak
Pojok Anak
 | 
Kumpulan Artikel
Artikel
 | 
Lagu Rancak Ranah Minang
Lagu Rancak
Ranah Minang
 | 
Cerdas Cermat Islami
Cerdas Cermat Islami
 | 
Edukasi
Edukasi
 ~ 
 




Rosnah Ahmad
wanitajim0@yahoo.com
Pengelola Taman Bermain Kanak-kanak (Taska) dan Taman Pendidikan Kanak-kanak (Tadika) Islam

Tidak lama lagi kita akan menyambut datangnya bulan Ramadhan. Bagaimana cara memotivasi anak-anak agar berpuasa dengan benar dan pada saat yang sama menyenangkan bagi mereka? Sebagai orang tua dan orang dewasa kita harus berperan dengan baik untuk memastikan bahwa ibadah puasa sama seperti ibadah lain yang mesti diterapkan dalam diri anak-anak sejak kecil.

Menurut ulama, puasa tidak wajib bagi kanak-kanak yang belum baligh, tetapi mesti dilatih secara bertahap sebagai persiapan untuk menjalankannya secara sempurna dan berkualitas apabila sudah dewasa.
Dalam hadist shahih Bukhari, diriwayatkan, dari ar-Rabie binti Muawiz berkata: "Kami semua berpuasa dan kami juga melatih anak-anak kami berpuasa. Kami menyediakan permainan dari bulu untuk mereka. Apabila salah seorang dari mereka ingin makan, kami berikan mainan tersebut hingga tiba waktu berbuka puasa."

Berikut ini adalah 10 pedoman untuk membudayakan ibadah puasa Ramadhan dalam diri anak:


  1. Membuat persiapan menyambut Ramadhan dengan menghias rumah dan membeli atau membersihkan keperluan ibadah seperti sajadah, peci, dan mukena. Itu dilakukan agar anak dapat merasakan pentingnya bulan yang mulia ini.

  2. Menceritakan sejarah wajibnya puasa, mengkaji kembali rukun, syarat, sunat, adab, dan hikmah puasa agar anak melakukan ibadah dengan penuh kesadaran dan penghayatan, tidak karena ikut-ikutan saja.

  3. Melatih anak agar berpuasa secara bertahap selama beberapa jam dan kemudian beberapa hari. Ganjaran berupa pujian dan hadiah bisa diberikan untuk menggalakkan mereka berpuasa. Tetapi yang lebih penting adalah menerapkan dalam diri anak agar mereka selalu mengharapkan pahala dan keridaan Allah SWT dalam apapun yang mereka lakukan. Bagi anak kecil yang tidak berpuasa sertakanlah mereka pada saat berbuka dan bersahur agar mereka dapat berdoa bersama dan berbagi kegembiraan dengan keluarga.

  4. Mengingatkan anak supaya menjalani ibadah puasa dengan penuh ihsan, yaitu merasa bahwa Allah selalu bersama mereka dan merasa bahwa Allah melihat setiap perbuatan mereka. Latih jiwa anak agar ikhlas dengan perintah Allah, ikhlas beramal dan menjaga pantangan dalam berpuasa setiap waktu.

  5. Menjaga shalat fardu lima waktu dan menunaikan shalat dengan berjamaah. Bawa serta anak untuk sholat fardu dan Taraweh berjamaah di masjid. Bagi ibu yang tidak dapat ke masjid karena anak kecil, mereka bisa shalat fardu dan Taraweh berjamaah bersama anak perempuan di rumah.

  6. Alquran diturunkan di bulan Ramadhan, jadi kita mesti mengingatkan anak supaya menghidupkan Ramadhan dengan banyak membaca Alquran. Sebaiknya bertadarus bersama sekeluarga agar dapat memperbaiki tajwid dan pemahaman anak terhadap Alquran. Mereka juga bisa digalakkan agar menghafal surah pendek.

  7. Mengingatkan anak agar memelihara kesempurnaan ibadah puasa dengan akhlak yang mulia dan menghindari kegiatan yang tidak berguna. Galakkan mereka untuk mengisi masa lapang dengan banyak berzikir dan membaca buku bermanfaat.

  8. Mengajar anak agar hemat dan menghindari sikap mubazir dalam urusan berbelanja untuk berbuka, sahur, dan persiapan Hari Raya.

  9. Memupuk sifat tolong menolong, saling menyayangi dan mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga dan sahabat seperti mengadakan acara berbuka puasa bersama serta memperbanyak sedekah.

  10. Mengingatkan anak agar tidak menyia-siakan keutamaan 10 akhir Ramadhan dan tidak meninggalkan takbir karena terlalu sibuk dengan persiapan Hari Raya.
    Dorong anak untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh keinsafan dan rasa syukur. Jelaskan bahwa konsep Ramadhan adalah untuk menjaga tunas amal perbuatan yang tumbuh dan subur agar tidak rusak atau cacat dan terus dipraktekkan di bulan berikutnya selain Ramadhan.

Ibu bapak dan orang dewasa adalah contoh bagi anak. Jadi dalam usaha kita membudayakan ibadah puasa yang berkualitas dalam diri anak, kita mesti memperbaiki niat dan kesungguhan diri untuk terus memperbaiki akhlak dan perbuatan. Secara bersama-sama kita panjatkan doa agar ibadah puasa dan ibadah yang lain sepanjang bulan Ramadhan kali ini dapat dijalankan oleh seisi keluarga dan diterima oleh Allah.

Milis Sabili
Dikirim oleh: Ummu Ja'far
Rabu, 20 September 2006


Cetak Artikel
  Cetak Artikel